Pemasangan Bendera Merah Putih Untuk Hari-Hari Besar Nasional Terkhusus HUT RI

Penulis: Al-Ustadz Muhammad Afifudin

Perlu dipahami bahwa kita tidak mengingkari keberadaan bendera di sebuah Negara, karena hal itu ada pada masa Rasulullah, demikian pula masalah warna bendera, pada dasarnya tidak mengapa selama tidak ada padanya hal-hal yang melanggar syar’i seperti gambar bernyawa, simbol-simbol khusus orang kafir dan sebagainya.

Di zaman Rasulullah bendera Beliau ada yang berwarna putih adapula yang berwarna hitam, dari Ibnu Abbas Beliau berkata: “Dahulu bendera Rasulullah berwarna hitam.” (HR. Ahmad, Tirmidzi dengan sanad hasan.) Dalam riwayat At Tirmidzi disebutkan “Bendera Beliau Shalallahu ‘alaihi wa salam berwarna putih.”

Dengan dasar ini, maka kami mengakui keberadaan bendera merah putih untuk negeri kita yang tercinta NKRI. Namun, kita perlu menengok sunnah Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa salam dalam masalah bendera ini, apa fungsi dan kegunaannya?

Dalam banyak riwayat di sebutkan bahwa bendera ini difungsikan oleh Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa salam untuk berjihad fisabilillah melawan orang-orang kafir, orang yang menelaah sejarah beliau akan dapat memastikan hal ini, bahkan kalau kita melihat dalam sejarah, mereka (para shahabat) mempertahankan bendera itu sampai titik darah penghabisan, sedikitpun tidak membiarkan bendera itu jatuh ketanah walaupun harus mengorbankan jiwa raga mereka. Berikut ini saya bawakan beberapa riwayat yang menjelaskan masalah ini.

Dari Sahl bin Sa’id, bahwasanya Rasulullah pada waktu perang khoibar bersabda :

َلأُعْطِيَنَّ الرَّايَةَ غَدًا رَجُلاً يُحِبُّ الله َوَرَسُوْلَهُ وَيُحِبُّهُ الله ُوَرَسُوْلُهُ يَفْتَحُ الله ُعَلَى يَدَيْهِ

“Sungguh besok aku akan berikan bendera ini kepada seorang yang cinta kepada Allah dan Rasul-Nya dan dicintai Allahkdan rasul-Nya, Allahkakan menangkan melalui kedua tanganya” (muttafaq ‘alaih)

Dalam lanjutan riwayat di atas disebutkan bahwa para Shahabat sampai begadang malam membicarakan, siapakah gerangan yang bakal diserahi bendera? Bahkan mereka semua berkeinginan untuk mendapatkannya, dan ternyata yang mendapatkannya adalah Ali bin Ali Tholib. Riwayat ini jelas menunjukkan bahwa bendera tersebut untuk kepentingan Jihad fisabilillah.

Juga dalam riwayat Imam Ahmad dalam Musnadnya dari Abdullah bin Ja’far disebutkan, bahwa Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa salam mengutus pasukan perang dan menunjuk Zaid bin Harits sebagai panglima, beliau bersabda: “Bila Zaid terbunuh maka panglima kalian adalah Ja’far, bia dia terbunuh maka panglima kalian adalah Abdullah bin Rawahah.” Pasukan pun berhadapan dengan musuh, panglima Zaid pun memegang bendera, beliau berperang hingga terbunuh, kemudian bendera perang diambil oleh Ja’far, beliau berperang hingga terbunuh, kemudian bendera diambil oleh Abdullah bin Rawahah, beliau berperang hingga terbunuh, lalu bendera dipegang oleh Kholid bin Walid, maka Allah menangkan melalui tangannya. (lihat: ‘ Jami’us Shahih ‘ 3/246-247, karya Syaikh Muqbil dan beliau menshahihkan riwayat ini.)

Lihatlah! Bagaimana para panglima tadi mempertahankan bendera, tidak dia lepas sedikit pun hingga dia terbunuh.

Inilah fungsi bendera di masa itu, dan inilah yang kita baca dalam sejarah perjuangan NKRI, para pejuang-pejuang kita dengan gigihnya mempertahankan bendera merah putih sampai titik darah penghabisan, itu semua mereka lakukan untuk melawan kebringasan para penjajah kafir di masa itu, maka fungsikanlah bendera ini sebagaimana mestinya!!!

Adapun pemasangan bendera dalam rangka peringatan hari besar nasional, maka tidak pernah kita lihat dilakukan di zaman Rasulullah karena tidak ada dalam bimbingan beliau peringatan-peringatan seperti itu sebagaimana yang kita uraikan dalam pembahasan sebelumnya.

وخير الهدي هدي محمد

“Sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Rasulullah.”

Demikianlah apa yang bisa kami tulis, sebenarnya masih banyak perkara yang tidak bisa ditaati karena adanya larangan dalam agama Islam seperti PEMILU, dan lainnya. Insya’ Allah bila ada kesempatan kami akan berusaha melanjutkannya. Semoga Allah memberi hidayah kita semua ke jalan yang diridloiNya. Amin …..

About these ads

Posted on Agustus 15, 2011, in Aqidah, Bid'ah. Bookmark the permalink. 10 Komentar.

  1. ente majnun …….
    rasul pernah nulis blog? tidak!!
    jadi nulis blog haram, bid’ah?!
    logika tolol! ente bahlul ……. !

    • sebelum mengatakan orang bahlul ana tanya kepada ente, memangnya pemasangan bendera itu budaya darimana apakah budaya islam atau budaya orang kafir?

      Dari Abu Sa‘id Al Khudri, ia berkata: “Rasululah bersabda: ‘Sungguh kalian akan mengikuti jejak umat-umat sebelum kalian, sejengkal demi sejengkal, sehingga kalau mereka masuk ke dalam lubang biawak, niscaya kalianpun akan masuk ke dalamnya.’ Mereka (para sahabat) bertanya: ‘Wahai Rasulullah, apakah kaum Yahudi dan Nasrani?’ Sabda beliau: “Siapa lagi.” (HR. Bukhari dan Muslim)

      Ternyata benar umat sekarang ini banyak yg mengikuti jejak orang-orang kafir seperti kaum yahudi dan nasrani seperti yg komen diatas.

    • INTInya, jangan sampai kita katakan bahwa tolok ukur seseorang dikatakan patriot/cinta NKRI atau tidak, dilihat dari ukuran dia hormat (tangan kanan keatas arah ke jidat) ama bendera atau tidak , itu saja. KENAPA ? karena semua koruptor di DPR, Menteri, Kementrian, Departemen dll, itu semua orang yang HORMAT dengan bendera, tapi tidak menunjukan kecintaan thd NKRI dan kepentingan bangsa. Juga para pejuang kita, misalnya Pangeran Imam Bonjol dkk, mereka yang memiliki semangat patriot tsb dalam mengusir KAFIR penjajah, itupun mereka sebelum mengusir penjajah tidak melakukan penghormatan terhadap BENDERA. Artinya walaupun Imam Bonjok dkk tidak menghormati BENDERA, tetap mereka tidak kita katakan mereka tidak nasionalis. Jadi jangan sampai tolok ukurnya hormat bendera dengan tangan kanan keatas arah jidat. Posisikan bendera pada tempatnya, misalnya diletakkan ditiang, nah kalau ada bendera kok diinjak-injak, maka menurut saya pribadi ini baru yang namanya penghinaan, karena tidak meletakkan bendera sesuai tempatnya , begitu.

  2. yang sabar jadi orang

    mas patriot langsung to the point, langsung semua diucapin,majenun, bahlul, logika tolol….! mantab caci makinya, memperliahtkan kwalitas pemahamannya….xixixixixi!

  3. Setahu ane dan secara fitroh, yang namanya listik, internet, mobil, pesawat,hp, telpon dll, itu bukanlah budaya, karena melakukannya tidak dikaitkan dengan hari tertentu atau acara tertentu atau kebiasaan tertentu, juga kita menggunakannya karena memang ada maksud dalam rangka mengambil manfaatnya yang sudah jelas. Setelah mengambil manfaat, tidak kita gunakan/kita letakkan. Akan tetapi jika menggunakan HP harus yang baru (pdhal hp lama kita masih berfungi baik dan belum perlu fitur tambahan), harus yang casingnya Pink saat valentin, maka itu termasuk mengikuti budaya non-muslim bersikap tabdzir dan cinta dunia serta tasyabbuh.

  4. sekarang ane juga tanya neh sama ente..
    internet n negblog itu budaya mana seh,..
    == bedakan antara budaya/kebiasaan/adat/gayahidup dengan teknologi. FB misalnya, jika kita senantiasa update status, dengan sesuatu yang tidak berbobot maka bisa kita katakan itu adalah tasyabbuh bil KUffar, beda tatkala kita update info di FB dengan materi agama, berisi nasehatnasehat yang menyejukan hati …. maka FB menjadi adalah wasilah/sarana untuk menyampaikan alhaq kepada ummat.
    == jangan dikatakan naik motor itu tasyabbuh, karena urusan teknologi/dunia beda dengan suatu budaya/kebiasaan/gaya hidup. Akan tetapi jika kaum kuFFAR memiliki budaya/cara yang khas dalam mengendarai sepeda motor, maka kita wajib menyelisihinya, misalnya sebelum naik motor, mereka selalu meludah kekiri, maka hal itu tidak perlu kita ikuti, adapun jika sebelum naik motor berdoa, membenahi spion, mengecek rem, cek bensin dan lampu reting, maka ini adalah sesuatu yang disyariatkan sbgmana hadits, “La dhoror wala dhiror”
    == Nabi SAW tidak memahami naik kendaraan ini sebagai tasyabbuh bil kuffar, sbgmana Nabi SAW pun naik onta yang juga dinaiki orang kuffar.
    JADI jangan sampai keliru memahami tasyabbuh, internet bukanlah tasyabuh bil kuffar secara mutlak karena dia adalah teknologi dan kemudahan yang Alloh SWT berikan kepada manusia “melalui tangan orang kaffir”

  5. Sesama muslim bertukar pendapatlah dengan baik. jangan pertajam perbedaan berbicaralah dengan hati suci kepada Alloh karena jawaban hakiki ada disitu. berserahdirilah kepada Rabb Tuhan Semesta alam. Amiiin

  6. Adapun pemasangan bendera dalam rangka peringatan hari besar nasional, http://hakekat.com/
    == yang menjadi masalah adalah masalah HUT nya, bukan pemasangan benderanya, kalau pasang bendera, silakan dipasang, tanpa ada kaitannya dengan HUT, dan kalaupun ada yang memasang bendera saat HUT RI pun bukan lantas kita anggap mereka musyrik atau mubtadi’ atau kafir , pasang bendera saat HUT tidaklah menyebabkan seseorang keluar dari agama Islam, dan juga janganlah kita menganggap tolok ukur bahwa dia berhak diusir dari wilayah Indonesia hanya disebabkan dia (lupa) tidak pasang bendera, walaupun dia mukmin.
    == dari kedua belah pihak, harus saling paham dan toleran,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 775 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: