Keanehan Orang-orang Sufi

Termasuk tipu daya syetan adalah berbagai keanehan dan kehancuran yang dilemparkannya kepada orang-orang sufi bodoh. Hal-hal itu dibungkusnya dalam bentuk mukasyafah (penyingkapan) terhadap hayalan-hayalan, sehingga menjerumuskan mereka ke dalam berbagai kebatilan dan kesesatan, membukakan untuk mereka pintu-pintu dakwaan yang besar, lalu membisikkan kepada mereka bahwa di balik ilmu ada jalan yang jika mereka lalui akan membuat mereka memperoleh mukasyafah secara nyata, dan membuat mereka tak lagi memerlukan serta terikat dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah.

Selanjutnya syetan menjadikan mereka menganggap baik riyadhah (latihan) jiwa dan penyucian akhlak, tetapi dengan membenci dan keras terhadap penduduk dunia, para pemimpin, ahli fiqh dan para ulama. Mereka mengosongkan hati dari segala sesuatu, lalu daripadanya mereka mengambil kebenaran dengan tanpa melalui belajar. Maka tatkala ia telah kosong dari ilmu yang dibawa oleh Rasul Shallallahu Alaihi wa Sallam, syetan lalu mengukirkan dalam hatinya sesuai dengan kesiapan hati itu untuk menerima berbagai kebatilan. Dan syetan mengkhayalkan hal itu pada jiwanya sehingga ia menjadi seakan suatu kenyataan yang kasat mata. Jika para ahli waris Rasul Shallallahu Alaihi wa Sallam mengingkarinya, mereka menjawab, “Kalian hanya memiliki ilmu zhahir, sedangkan kami memiliki mukasyafah batin, kalian hanya memahami syariat yang zhahir, sedangkan kami memiliki hakikat batin, kalian hanya tahu kulitnya, sedangkan kami mengetahui isinya.” 1)

Jika hal-hal tersebut telah melekat kuat dalam hati mereka, maka semua itu akan mampu menanggalkan Al-Qur’an dan As-Sunnah dari diri mereka, sebagaimana malam menanggalkan siang. Lalu mereka akan berperilaku berdasarkan khayalan-khayalan mereka, dan syetan memperdaya mereka untuk mempercayai bahwa hal-hal itu adalah tanda-tanda kebenaran, dan bahwa ia dari Allah, sebagai suatu ilham dan ma’rifat. Ia tidak lagi dicocokkan dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah, ia langsung diterima tanpa reserve.

Padahal semua itu bukan dari Allah, berbagai khayalan dan kedunguan itu yang membukakan adalah syetan. Lalu, semakin mereka bertambah jauh dan berpaling dari Al-Qur’an serta apa yang dibawa oleh rasul maka terbukanya hal-hal tersebut buat mereka semakin lebar.

Ighatsatul Lahfan – Ibnul Qoyyim Al Jauziyah

1)Banyak para pengikut kelompok-kelompok modern yang mengingkari Ahlus-Sunnah dan para da’i tauhid karena mereka berpegang teguh kepada dakwah untuk menghilangkan bid’ah dan menolak khurafat. Para pengikut kelompok-kelompok modern itu mengira bahwa berbagai dakwah tersebut hanyalah kulit dan simbol, padahal yang esensi -menurut pandangan mereka- adalah isi (subtansinya). Tetapi apakah yang mereka maksud dengan substansi menurut dakwaan mereka itu? Ia tidak lain adalah pendapat-pendapat subyektif yang tidak berguna sama sekali. Jadi, mereka tidak mentaati kulitnya, juga tidak terhadap substansi yang mereka gembar- gemborkan. Imam Al-‘Izz bin Abdussalam dalam Fatawihi (hal. 71-72) memiliki perkataan yang amat bagus dalam mengkritik dan membatalkan dakwaan dusta tersebut. Silahkan pembaca merujuk padanya.