Tanyailah orang yang ingkar. Apa pendapatmu tentang sebuah lemari yang peralatannya kuat dan ukuran sisi-sisinya tepat, sehingga yang melihat tidak menemukan satu cacat pun, baik bahan maupun bentuknya? Lemari itu diletakkan di sebuah kebun yang luas yang ditumbuhi segala macam buah dan tanaman. Kebun itu ada yang merawat dan memenuhi segala kebutuhannya sehingga tidak ada buah yang rusak. Ketika panen, dia membagi hasilnya sesuai dengan hajat dan kebutuhan. Dan, ia membaginya sedemikian rupa secara terus-menerus.

Apakah Anda pikir itu terjadi secara kebetulan? Apakah disebut kebetulan jika ada lemari dan kebun tanpa ada yang membuat dan mengatur? Tidakkah Anda perhatikan apa kata akalmu dalam hal ini? Akan tetapi, bagaimanapun ada hikmahnya ketika Tuhan Yang Maha Perkasa dan Bijaksana menciptakan hati-hati yang buta, tidak mempunyai bashirah sehingga hanya melihat ayat-ayat yang jelas ini seperti cara pandang hewan. Sebagaimana ada hikmahnya juga Dia menciptakan mata-mata yang buta, yang tak dapat melihat. Matahari, bulan, dan bintang-bintang tunduk kepada perintah-Nya. Tapi, mata manusia itu tidak dapat melihat. Lalu apakah berdosa jika mengingkarinya? Ia berkata di siang bolong, “Ini malam.” Akan tetapi, manusia yang bermata tidak mengetahui apa-apa. Amat tepat orang yang mengatakan,

“Dan anggaplah aku berkata, ‘Pagi ini adalah malam’
Apa mungkin orang-orang pintar tidak bisa melihat cahaya?”

Miftah Ad Dar As Sa’adah – Ibnul Qoyyim Al Jauziyah