Tidak dibenarkannya memberontak kepada pemerintah

Pertanyaan :

Fadhilatusy Syaikh, dari jawaban Anda tadi dapat saya pahami bahwa penguasa yang boleh diberontak adalah penguasa yang memaksa rakyatnya kepada syirik dan kekufuran. Dapatkah kita pahami dari penjelasan tersebut bahwa demi menjaga kemaslahatan umat tidak dibenarkan memberontak penguasa yang tidak berhukum dengan hukum syar’i namun ia tidak memaksa rakyatnya kepada kekufuran dan masih meyakini kelayakan syariat ?

Jawaban :

Jika demikian keadaan penguasa tersebut maka tidak dibenarkan memberontak pemerintahannya. Kewajiban kaum muslimin adalah menasihatinya. Para ulama harus kontinyu menasihatinya, dalam hal ini kewajiban ulama adalah harus menasihati penguasa nasihat demi nasihat, tahun demi tahun,bulan demi bulan, janganlah mereka berputus asa dan jangan pula mengatakan : “Kami telah memberi nasihat namun ia tidak mengacuhkannya !” Hendaknya mereka mencari metode yang terbaik dalam menyampaikan nasihat hingga penguasa tersebut mendengarnya atau satu hari kelak dengan izin Allah !

Dari sisi lainnya, para ulama juga harus berusaha membenahi keadaan masyarakat dengan mengajarkan syariat dan memahamkan Dienul Islam kepada mereka sehingga masyarakat tersebut menjadi masyarakat muslim yang shalih. Dengan cara demikian nilai-nilai kebaikan akan cepat tersebar di tengah kaum muslimin sehingga terciptalah masyarakat yang shalih dan beriman. Dengan demikian pula orang-orang fasik dan pelaku maksiat semakin terdesak dan tidak punya tempat. Dengan cara seperti itu pula para pelaku maksiat terpaksa menampakkan sesuatu yang bertentangan dengan batinnya. Demikianlah kondisi masyarakat pada zaman Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Itulah kondisi masyarakat muslim dari zaman ke zaman. Sedikit demi sedikit mengalami perubahan disebabkan penjajahan dan sebab-sebab lainnya sehingga sangat membutuhkan pembenahan kembali.

Adapun melakukan pemberontakan terhadap penguasa yang tidak berhukum dengan syariat namun tidak juga meyakini jeleknya syariat dan tidak mengajak dan memerintahkan rakyatnya kepada syirik dan kekufuran atau minimal ia diam,tidak menindak pelaku maksiat dan tidak pula mengganggu kaum muslimin di masjid-masjid mereka. Ia tidak menindak kedua belah pihak tersebut serta masih meyakini kebenaran Dienul Islam dan meyakini bahwa Islamlah yang layak memimpin. Akan tetapi ia belum bersedia dan belum membantu tegaknya syariat karena beberapa sebab yang menghalanginya, atau karena imannya atau jiwanya yang lemah, atau sebab-sebab lainnya seperti khawatir beberapa keputusan dan hukum akan terluput ditangannya dan yang lainnya, maka tentu saja tidak boleh melakukan pemberontakan terhadapnya. Bahkan selalu saya ulangi supaya terus menasihatinya dan berusaha menempuh berbagai cara dalam menyampaikan nasihat tersebut hingga pada suatu kelak penguasa itu dapat menerimanya.

Apabila masyarakat muslim yang shalih telah tercipta, masyarakat yang memiliki satu ideologi dan satu pedoman yaitu hanya menunjukkan ibadah kepada Allah semata dan menegakkan perintah-perintahNya, dan apabila kondisi yang ideal telah tercipta untuk menegakkan syariat maka boleh jadi penguasa itu sendirilah yang meminta supaya berada di atas pedoman mereka dan meninggalkan pelanggaran syariat yang dilakukannya ! Karena ia menyaksikan sendiri nilai-nilai kebaikan yang telah banyak tersebar.

Koreksi Total Masalah Politik & Pemikiran Dalam Perspektif Al-Qur’an & As-Sunnah, Terbitan Darul Haq, Syaikh Shalih bin Ghanim As-Sadlan

7 pemikiran pada “Tidak dibenarkannya memberontak kepada pemerintah

  1. hanif

    Subhanallah….semoga hal ini dapat menyadarkan masyarakat indonesia, terutama yang suka memberontak kepada pemerintah tanpa ilmu dan hanya bermodal semangat saja.
    Jazzakumullah khoiron

  2. sedjatee

    sebuah ironi, banyak yang mengaku kelompok islami tetapi rajin menghujat pemerintah, berdemo membuka aib pemerintah… sangat ironi, karena mereka juga membawa entitas partai politik yang turut mendompleng kekuasaan… sangat ironis…

    sedj

  3. mujahid

    oke ana setuju dgn artikel di ats tapi ada tapinya……jika org islam yg benar2 menjalankan syari’at islam tidak di teror dan di ganggu keberadaanya oleh pemerintah kami yakin mereka org2 islam tdk akn mengganggu pemerintah dan akn berjalan sendiri2 tanpa ada masalah dan kami akan terus menasehatinya sampe pemerintah sadar syari’at islamlah yg paling benar tapi kenyataanya pemerintah selalu memojokkan org2 yg benar2 ingin menjalankan syariat islam dgn memakai tangan2 densus 88 dgn dalih membasmi teroris…….
    setahu ane yg memerangi orang islam wajib kita pperangi karna status mrk kafir kharbi ato kafir yang memerangi orang islam…….nah kalo kita liat kenyataan di negara indonesia gmn????????????
    banyak ikhwan2 yg ditangkap ato di tembak mati olh densus 88 apakah kita sbgai umat islam masih kena larangan untuk memberontak kpd pemarintah?????

    atokah kita sdh dibolehkan untuk memberontak pd pemerintah yang sprt itu??????
    ane yakin yg membuat artikel di ats tahu jawabanya tlg di jawab geh????ane butuh jawabanya…….jazakillah

    1. Tetap tidak boleh memberontak kepada pemerintah karena mudharatnya (bahayanya) lebih besar daripada manfaatnya.

      Rosululloh bersabda dalam hadits Hudzaifah bin al-Yaman a: “Akan ada sepeninggalku nanti para pemimpin, mereka tidak memakai petunjukku, tidak pula sunnahku, dan akan ada nanti di antara mereka sekelompok orang yang berhati setan namun bertubuh manusia.” Hudzaifah bertanya: “Wahai Rosululloh, bagaimanakah sikapku bila aku jumpai hari itu?” Rosululloh menjawab: “Taatilah amir (pemimpin) walau punggungmu dipukul, hartamu diambil, maka tetap taatlah.” (HR. Muslim: 1847)

  4. abu

    ”Pada hari ketika muka mereka dibolak-balikkan dalam neraka, mereka berkata: “Alangkah baiknya, andaikata kami ta`at kepada Allah dan ta`at (pula) kepada Rasul”. Dan mereka berkata: “Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah menta`ati pemimpin-pemimpin dan pembesar-pembesar kami, lalu mereka menyesatkan kami dari jalan (yang benar). Ya Tuhan kami, timpakanlah kepada mereka azab dua kali lipat dan kutuklah mereka dengan kutukan yang besar”. (QS. Al-Ahzab [33] : 66-68)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s