Bagaimana Hilangnya Najis Sepatu?

Jika khuf (sejenis sepatu bot) terkena najis di bagian bawahnya, maka akan menjadi suci lagi secara mutlak dengan menggosok-gosokkannya di tanah, serta boleh shalat dengannya berdasarkan hadits yang benar-benar diriwayatkan Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,

“Jika salah seorang dari kamu sandalnya menginjak kotoran, maka sungguh debu bisa menjadi penyuci baginya.”

Dalam lafazh lain disebutkan,

“Jika salah seorang dari kamu menginjak kotoran dengan kedua khufnya, maka penyuci keduanya adalah debu.” (Diriwayatkan Abu Daud). 1)

Abu Sa’idAl-Khudri meriwayatkan, bahwasanya Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam shalat, lantas beliau menanggalkan sandalnya, dan para sahabatpun menanggalkan sandal mereka, ketika selesai (shalat beliau bertanya, “Kenapa kalian menanggalkan sandal? “Mereka menjawab, “Wahai Rasulullah! Kami melihatmu menanggalkan sandal maka kamipun menanggalkannya pula. “Maka beliau bersabda, “Sesungguhnya Jibril datang kepadaku lantas mengabarkan bahwa pada kedua sandalku terdapat kotoran. Karena itu, jika salah seorang dari kalian datang ke masjid, hendaknya ia membalikkan sandalnya, lalu melihatnya, jika ia mendapatkan kotoran hendaklah ia mengesetkannya ke tanah, lalu shalat dengan keduanya. 2)

Tetapi penafsiran hal tersebut dengan sesuatu yang menjijikkan seperti ingus atau sejenisnya dari hal-hal yang suci adalah tidak benar karena beberapa alasan:

1. Hal itu (ingus dan sejenisnya) tidak dinamakan kotoran.
2. Hal itu tidak diperintahkan untuk dihilangkan ketika shalat.
3. Sandal tidak ditanggalkan ketika shalat karena terkena ingus atau sejenisnya, sebab ia termasuk pekerjaan yang tidak diperlukan Paling maksimal ingus dan sejenisnya itu hukumnya adalah maka ruh.

Lalu, dibolehkannya menghilangkan najis pada sepatu atau sandal dengan hanya mengesetkannya di tanah, karena ia adalah tempat yang sering bertemu dengan najis, oleh sebab itu ia menjadi sah dengan mengesetkannya pada barang padat, seperti halnya tempat membersihkan dari buang air besar (anus dan sekitarnya), bahkan ia lebih utama, karena tempat membersihkan dari buang air besar pasti terkena najis dalam sehari dua atau tiga kali.

Ighatsatul Lahfan – Ibnul Qoyyim Al Jauziyah

1) (no. 387), Ibnu Khuzaimah (292), AI-Baghawi (300), Al-Hakim (1/166), Al-Baihaqi (2/430), dari jalur Sa’id A]-Maqbari dari ayahnya dari Abu Hurairah, dan sanad-nya shahih. UhatpuhNashbur Rayah (1/208).
2) Diriwayatkan Imam Ahmad dalam Musnad-nya (3/20, 92), dan dikeluarkan Abu Daud (650), Al-Baihaqi (2/431), Ad-Darimi dan lainnya dengan sanad shahih. Lihat takhrij dan pembicaraan tentangnya dalam Al-Itmam (11169).

3 pemikiran pada “Bagaimana Hilangnya Najis Sepatu?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s