Segala Ciptaan Allah itu Seimbang dan Serasi

Lihatlah hikmahnya Allah Ta’ala yang menurunkan air sesuai kadar hajat manusia! Apabila telah tercukupi kebutuhan bumi, seketika hujan berhenti dan kemudian udara menjadi cerah. Karena apabila hujan terus turun, pasti akan mendatangkan malapetaka di bumi. Kedua hal ini (cerah dan mendung) silih berganti meliputi alam, untuk mendatangkan maslahat baginya.

Kalau hanya salah satu yang terus menyelimuti alam, tentu akan mendatangkan bencana. Kalau terus-menerus hujan, apa saja yang ada di muka bumi akan celaka. Kalau hujan melebihi kebutuhan, maka biji-bijian dan buah-buahan rusak, hasil pertanian dan sayuran busuk, badan lemas, berbagai penyakit muncul, dan jalan-jalan transportasi terputus. Tapi kalau sebaliknya, kalau udara cerah terus, maka badan akan mengering, air habis, sumur-sumur kering, malapetaka besar terjadi, udara panas dan kekeringan merajalela sehingga menimbulkan bermacam penyakit yang sulit diberantas.

Maka dengan penuh hikmah, Tuhan Yang Maha Kasih dan Bijaksana membuat keduanya datang silih berganti. Sehingga, suhu normal, udara sehat, dan masing-masing menolak penyakit yang lain sehingga urusan dunia jadi beres.

Miftah Ad Dar Sa’adah – Ibnul Qoyyim Al Jauziyah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s