Hukum Tidak Mampu Menjalankan Nadzar

Pertanyaan:
Seorang perempuan bertanya, ada seorang perempuan yang bernadzar untuk berpuasa bulan Rajab setiap tahun. Kemudian setelah dia menjadi tua dan lemah, tidak mampu berpuasa maka apakah yang harus dia lakukan?

Jawaban:
Pertama kali, saya nasihati seluruh saudara saya seiman agar menghindari nadzar, karena Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam melarang bernadzar,

Sesungguhnya nadzar itu tidak akan membawa kebaikan. Sesungguhnya ia hanya mengeluarkan pelakunya dari kebakhilan.”

Allah Ta’ala berfirman:
Dan mereka bersumpah dengan nama Allah sekuat-kuat sumpah, jika kamu suruh mereka berperang, pastilah mereka akan pergi. Katakanlah: ‘Janganlah kamu bersumpah, (karena ketaatan yang diminta ialah) ketaatan yang sebenarnya.”(QS. 24:53)

Dengan demikian, janganlah kamu bernadzar. Namun jika kamu terlanjur bernadzar, bila itu termasuk nadzar taat maka wajib bagimu memenuhinya. Berdasarkan sabda Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam, Barangsiapa yang bernadzar untuk taat kepada Allah maka hendaknya dia mentaati-Nya.”

Sama saja apakah nadzar ini dengan syarat mendapatkan nikmat atau tertolaknya bencana, ataukah merupakan nadzar mutlak. Saya harap dicermati bahwa nadzar taat ini, kadang kala dengan syarat diperolehnya nikmat atau tertolaknya bencana, dan kadang kala merupakan nadzar mutlak tanpa syarat. Di sini ada tiga keadaan:

Apabila seseorang berkata, ‘Untuk Allah aku wajibkan bagi diriku nadzar bahwa aku akan berpuasa besok pagi’. Pernyataan ini merupakan nadzar taat atau tidak? – nadzar taat. Mutlak ataukah bersyarat? -Mutlak, – yakni tanpa sebab.

Apabila dia berkata, ‘Jika saya berhasil dalam ujian ini maka untuk Allah aku wajibkan bagi diriku nadzar bahwa aku akan berpuasa tiga hari’. – Ini adalah nadzar dengan syarat diperolehnya kebaikan atau disingkirkannya bencana? – diperolehnya kebaikan.

Apabila dia berkata, ‘Jika Allah menyembuhkan sakitku maka untuk Allah atasku ada nadzar bahwa aku akan berpuasa satu bulan’. Ini adalah nadzar taat yang disyaratkan dengan tersingkirnya bemcana yakni sakit. Dan atas semua nadzar taat itu diwajibkan pelaksanaannya. Akan tetapi untuk nadzar berpuasa bulan Rajab, kami akan bertanya
kepada perempuan yang mengucapkan nadzar itu,

‘Mengapakah dia mengkhususkan bulan Rajab untuk nadzar’. Jika dia menjawab, ‘Karena
saya meyakini bahwa pengkhususan bulan Rajab untuk berpuasa merupakan ibadah’.

Maka kami nyatakan kepadanya:

‘Ini adalah nadzar yang makruh tidak wajib dipenuhi’. Karena pengkhususan bulan Rajab untuk berpuasa adalah makruh yakni dimakruhkan bagi seseorang untuk mengkhususkan Rajab saja tanpa bulan-bulan lain dalam setahun. Adapun jika dia bernadzar untuk bulan Rajab karena dia adalah bulan yang menepati terjadinya suatu peristiwa, tidak hanya karena bulan Rajabnya semata maka sesungguhnya dia boleh berpuasa pada bulan itu. Namun jika dia telah menua sesungguhnya nadzar merupakan kewajiban yang mengikuti kaidah wajib dalan pokok syariat. Di sini ada pertanyaan dari saya untuk kalian, seandainya seseorang berkata, ‘Untuk Allah aku wajibkan bagi diriku nadzar bahwa aku akan memakai baju ini’, apakah dia wajib melaksanakannya ataukah tidak? -Jawabannya adalah tidak wajib melaksanakannya karena nadzar mubah hukumnya seperti hukum sumpah. Maka sekarang, jika dia mau dia boleh memakai baju itu dan tiada tanggungan lagi atasnya. Dan jika dia mau, dia boleh tidak memakainya tetapi dia wajib menunaikan kaffarah sumpahnya. Yakni memberi makan sepuluh orang miskin atau memberi pakaian mereka atau memerdekakan budak, jika semua itu tidak didapatkan maka dia berpuasa tiga hari berturut-turut.

Sumber:
Al-Fataawan-Nisaa’iyyah Fatwa-fatwa Tentang Wanita Muhammad bin Shalih al-Utsaimin Pustaka At-Tibyan

Satu pemikiran pada “Hukum Tidak Mampu Menjalankan Nadzar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s