Bolehkah menggunakan istilah jahiliyah untuk masyarakat islam zaman ini?

Pertanyaan :
Fadhilatus Syaikh, bolehkah menggunakan istilah jahiliyah bagi
masyarakat Islam sekarang ini, mengingat pelanggaran-
pelanggaran syar i’at yang terjadi di dalamnya, terlebih
masyarakat tersebut tidak berhukum dengan hukum Alllah ?

Jawaban :
Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memerintahkan istri-istri Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang juga merupakan perintah kepada segenap wanita muslimah :

“Artinya : …dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah yang dahulu” [Al-Ahzab : 33]

Telah dimaklumi bersama bahwa jahiliyah yang terdahulu telah mecapai titik klimaks dalam melanggar perintah Allah, seperti syirik, khurafat, bid’ah dan kesesatan yang membuat orang menertawakan dirinya sendiri saking jelek dan hinanya perbuatan yang dilakukannya.

Masyarakat Islam yang ditegakkan di dalamnya ibadah shalat dan hukum-hukum Allah, ditegakkan di dalamnya amar ma’ruf nahi mungkar tidak boleh dijuluki sebagai masyarakat jahiliyah. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memperingatkan kita dari adat-adat jahiliyah, beliau bersabda.

“Artinya : Empat perkara jahiliyah yang masih dilakukan umatku : Berbangga-bangga dengan kebesaran leluhur, mencela keturunan, menisbatkan turunnya hujan kepada bintang-bintang dan mendatangi dukun”

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan bahwa keempat perkara tersebut termasuk jahiliyah. Namun beliau tidak mensifatkan umat ini sebagai umat jahiliyah secara umum. Ditengah masyarakat mungkin saja terjadi perkara-perkara jahiliyah. Namun sangat keliru jika mensifati umat ini sebagai umat jahiliyah jauh dari Islam ! Hal itu merupakan perbuatan yang tidak menempatkan sesuatu pada tempatnya dan termasuk melampui batas syar’i. Adapun masyarakat yang telah sirna dan hilang syiar-syiar Islam di dalamnya dan tampak nyata syiar-syiar kufur, syirik, ilhad dan paganisme, maka tidaklah berlebihan jika dikatakan sebagai masyarakat jahiliyah.

Muraja’att fi fiqhil waqi’ as-sunnah wal fikri ‘ala dhauil kitabi wa sunnah
Syaikh Shalih bin Ghanim As-Sadlan

Share this :


Facebook
Twitter
More...

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s