Peredaran Planet

Sekarang perhatikan perbedaan peredaran planet-planet. Anda lihat sebagian ada yang beredar bersama teman-temannya dan tidak pernah terpisah dari mereka. Planet-planet ini selalu berjalan bersama. Tapi sebagian lagi berjalan bebas, tidak terikat dengan teman. Bahkan apabila kebetulan bertemu dengan bintang lain di satu manzilah, mereka bersama hanya dalam satu malam untuk kemudian berpisah pada malam berikutnya. Sehingga, apabila Anda melihat ia dan temannya, Anda menyaksikan mereka bercerai dan saling menjauh seakan-akan mereka tidak pernah bersama-sama.

Bintang-bintang yang beredar itu punya dua peredaran yang amat berbeda. Pertama adalah peredaran umum, yaitu ketika ia beredar bersama-sama orbitnya. Dan yang kedua adalah peredaran khusus di mana dialah yang beredar di orbitnya. Itu diumpamakan dengan seekor semut yang merambat di penggilingan yang memutar ke arah kiri, sedang semut tersebut berjalan ke kanan. Semut itu punya dua gerakan yang berbeda arah. Salah satunya dengan tenaganya dan yang satu lagi terpaksa dialaminya karena mengikuti perputaran penggilingan ke arah yang bukan arahnya.

Bintang-bintang itu beredar maju ke arah timur, dan orbitnya beredar ke arah barat. Tanyailah kaum zindiq, hukum alam apa yang menyebabkan hal seperti itu terjadi? Kenapa semuanya tidak beredar secara permanen atau berpindah-pindah, atau punya ukuran sama, bentuk sama, gerakan sama, dan peredaran yang sama pula?

Tidak lain ini adalah aturan Tuhan yang hikmah-Nya mencengangkan akal, dan yang ciptaan-Nya membuktikan bahwa Dialah Pencipta Yang Tiada Sesuatu Pun Yang Menyamainya. Dia menciptakan dengan amat baik. Dialah Tuhan Yang Maha Tahu dan Bijaksana.

Ini merupakan salah satu ayat-Nya yang membuktikan bahwa Dia ada. Ayat seperti ini mampu mengantarkan pikiran manusia kepada Tuhan—apabila mereka melakukan perjalanan perenungan kepada-Nya. Ayat seperti ini mampu menyadarkan manusia bahwa dia adalah makhluk lemah dan ada Tuhan yang mengatur berbagai perputaran bintang tersebut.

“Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas ‘Arsy. Dia menutupkan malam kepada slang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintahkan hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam.” (al-A’raaf: 54)

Jika kamu- bertanya, mengapa sebagian bintang ada yang permanen dan ada pula yang berpindah-pindah? Apa hikmahnya?

Jawabnya adalah, kalau semuanya permanen, akan lenyaplah hikmah yang timbul dari perpindahannya di setiap manzilah dan akan lenyap pula hikmah dari peredarannya pada rasi. Tapi kalau semuanya berpindah-pindah, peredarannya tidak punya manzilah yang dipakai untuk mengenali atau mengukurnya. Karena peredaran bintang yang berpindah-pindah hanya diukur dengan bintang yang permanen, seperti perjalanan orang yang berjalan di muka bumi diukur dengan manzilah-manzilah yang mereka lewati.

Jadi, kalau semuanya mengikuti satu cara beredar, tentu sistemnya akan kacau dan hikmah yang terdapat dalam perbedaannya akan lenyap. Juga tentu orang-orang zindiq akan berdalih dengannya, “Kalau penciptanya punya ikhtiar/pilihan, tentu bintang-bintang itu tidak satu aturah dan satu tipe.”

Jadi kesimpulannya, aturan dan sistem alam seperti yang kita lihat adalah dalil yang amat jelas, yang menunjukkan eksistensi Pencipta, kekuasaan, ilmu, hikmah, dan keesaan-Nya.

Miftah Ad Dar As Sa’adah – Ibnul Qoyyim Al Jauziyah

Share this :


Facebook
Twitter
More...

Satu pemikiran pada “Peredaran Planet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s