Kesesatan dan Penderitaan, Serta Petunjuk dan Keberuntungan

Dua hal yang buruk ini, yaitu kesesatan dan penderitaan, banyak disebutkan Allah Ta’ala dalam firman-Nya. Allah Ta’ala memberitakan bahwa kedua hal itu akan ditimpakan kepada musuh-musuh-Nya. Dia juga banyak menyebutkan lawan dari kedua hal ini, yaitu petunjuk dan keberuntungan. Dia mengabarkan bahwa dua hal ini adalah untuk kekasih-kekasih-Nya. Adapun yang pertama, yaitu kesesatan dan kesengsaraan adalah seperti terdapat dalam firman Allah,

“Sesungguhnya orang-orang yang berdosa berada dalam kesesatan di dunia dan dalam neraka.” (al-Qamar: 47)

Yang dimaksud dengan kesesatan dalam ayat di atas adalah kesesatan itu sendiri, sedangkan neraka maksudnya adalah penderitaan dan azab. Allah Ta’ala juga berfirman,

“Sesungguhnya rugilah orang-orang yang mendustakan pertemuan mereka dengan Allah dan mereka tidak mendapat petunjuk.” (Yunus: 45)

Sedangkan yang kedua, yaitu petunjuk dan keberuntungan adalah seperti terdapat dalam firman Allah Ta’ala di awal surah al-Baqarah, yaitu ketika Allah Ta’ala menyebutkan sifat-sifat orang-orang mukmin,

“Mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk dari Tuhannya dan merekalah orang-orang yang beruntung.” (al-Baqarah: 5)

Demikian juga dalam surah al-An’aam,

“Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukannya dengan kezaliman, merekalah yang medapatkan keamanan. Dan mereka adalah orang-orang yang berpetunjuk.” (al-ArTaam: 82)

Karena surah al-Fatihah merupakan surah yang paling agung, paling wajib dibaca, paling mencakup apa yang dibutuhkan hamba, serta paling luas manfaatnya, maka Allah Ta’ala menyebutkan kebaikan dan keburukan di dalamnya. Allah Ta’ala memerintahkan kita mengucapkan,

“Tunjukilah kami jalan yang lurus, jalannya orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka.” (al-Faatihah: 6)

Di sini Allah Ta’ala menyebutkan hidayah dan nikmat yang merupakan petunjuk dan kemenangan. Kemudian Allah Ta’ala berfirman,

“Bukan orang-orang yang Engkau murkai dan orang-orang yang sesat” (al-Fatihah: 7)

Di sini Allah Ta’ala menyebutkan orang-orang yang mendapat murka-Nya, yaitu mereka yang menderita. Juga menyebutkan orang-orang yang tersesat, yaitu mereka yang tersesat dari jalan yang lurus. Masing-masing dari kedua golongan ini adalah orang-orang yang mengalami penderitaan dan kesesatan. Allah Ta’ala menyebutkan kedua sifat buruk ini secara bersamaan, supaya apa yang dituju oleh surah tersebut diungkapkan dengan lafal yang paling jelas.

Allah Ta’ala juga menyebutkan salah satu sifat yang paling jelas bagi masing-masing golongan. Untuk orang-orang Yahudi, kemurkaan lebih sesuai dan lebih jelas. Hal ini dikarenakan mereka menentang kebenaran setelah mereka mengetahuinya. Sedangkan untuk orang-orang Nasrani, maka kesesatan lebih cocok dan lebih jelas, karena mereka tersesat disebabkan kebodohan dan ketidaktahuan mereka. Dalam sebuah riwayat yang shahih disebutkan bahwa Nabi.bersabda,

“Orang-orang Yahudi adalah orang-orang yang dimurkai dan orang-orang yang sesat adalah orang-orang Nasrani.”(HR Ahmad dan Tirmidzi)

Ighatsatul Lahfan – Ibnul Qoyyim Al Jauziyah

Share this :


Facebook
Twitter
More...

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s