Detik-detik Syahidnya Utsman bin Affan

Pada hari Kamis 11 Dzulhijjah 35 H, Utsman bermimpi yang menandakan telah dekat ajalnya. Dia melihat Rasulullah berkata : “Wahai Utsman berbukalah bersama kami”. Maka Utsman berpuasa pada hari Jum’at. Dalam riwayat lain disebutkan : “Engkau akan hadir shalat Jum’at bersama kami”.

Pada riwayat lain : “Wahai Utsman, mereka mengepungmu? Maka aku menjawab: “Ya” Beliau berkata :”Mereka membuatmu kehausan? Maka aku menjawab : “Ya” Lalu beliau mengulurkan ember yang berisi air, kemudian aku minum sampai hilang dahagaku. Sampai-sampai aku merasakan sejuknya air di sela-sela dada dan dua pundakku. Rasulullah berkata padaku :

“Apabila engkau memerangi mereka maka engkau akan menang. Apabila engkau membiarkan mereka maka engkau akan berbuka di tempat kami”.

Maka Utsman, berserah diri kepada takdir Allah karena mengharapkan janji Allah dan rindu terhadap Rasulullah. Dia ingin menjadi anak Adam yang paling baik. Utsman berkata (kepada para shahabat) : “Aku bersumpah, bagi semua orang yang merasa wajib taat kepadaku tahanlah diri-diri kalian dan pulanglah ke rumah masing-masing”.

Dia pun berkata kepada budak-budaknya : “Barangsiapa yang menyarungkan pedangnya, maka dia merdeka”. Utsman meminta mushaf dan dibentangkan di hadapannya, lalu beliau shalat dua rakaat dan duduk membaca Al Qur’an.

Beliau pasrah dan tawakal kepada Allah, sehingga tidak menyandang sebilah pedang pun. Dia menyadari kalau sebentar lagi dia akan terbunuh.Muhammad bin Abi Bakar masuk, Utsman mengingatkannya tentang bapaknya. Atau dia berkata : “Antara kita terdapat kitabullah”, maka dia (Muhammad bin Abi Bakar) keluar dan berusaha untuk menghadang para penyerang. Namun dia tidak kuasa membendungnya. Lalu dia pergi meninggalkan mereka dalam keadaan menyesali perbuatannya.

Kemudian masuklah At Tujiby, dia membawa sebilah tombak yang terbuat dari besi. Dia memukul kening Utsman sehingga dia (Utsman) terjatuh ke samping. Utsman berkata : “Ingatlah antara aku dan Kalian ada kitabullah”. Darah Utsman mengucur mengenai kitabullah tepat pada ayat :

Allah akan mencukupimu, dan Dia adalah Dzat yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”. (Al Baqarah: 137)

Kemudian masuklah scorang laki-laki bernama Al Mautul Aswad, lalu dia mencekiknya kuat-kuat sehingga Utsman pingsan dan dia menyangka Utsman telah meninggal. Kemudian ada scorang laki-laki yang memukulnya dengan sebilah pedang, akan tetapi Utsman menangkisnya, sehingga putuslah tangannya. Dalam keadaan demikian, Utsman berkata : “Sungguh demi Allah, demi Allah ini adalah telapak tangan yang pertama kali diputus dari persendiannya”.

Lalu masukklah orang lain dengan menghunus sebilas pedang, akan tetapi dia dihadang oleh Nailah binti Farafishah –isteri Utsman – lalu Nailah memegang pedang tersebut dengan tangannya, orang tersebut menarik pedangnya sehingga jari-jari Nailah terputus. Melihat hal yang demikian, Nailah melemparkan dirinya ke atas tubuh Utsman untuk melidunginya dari sabetan pedang. Akan tetapi salah seorang dari mereka menusukkan pedangnya dari bawah tubuh Nailah tepat pada perut Utsman , lalu dia mcnekan pedang tersebut hingga tembus sampai ke punggung Utsman . Lalu mereka hendak memenggal kepala Utsman —semoga Allah menjelekkan mereka para pembunuh Utsman— akan tetapi isteri-isteri Utsman serta anak-anak perempuannya menjerit, sehingga mereka urung dan lari meninggalkan Utsman. Salah seorang dari mereka berkata : “Apakah halal bagi kita darahnya, kemudian tidak halal bagi kita hartanya?!.”

Maka mereka merampas dan merampok hartanya lalu mereka keluar meninggalkan rumah Utsman .

Hasan bin Tsabit berkata tentang perbuatan mereka terhadap Utsman: “Mereka telah membunuh orang yang banyak sujud dan menghabiskan waktu malamnya dengan bertasbih dan membaca Al Qur’an.”

Kemudian sebagian shahabat memandikan Utsman , mengkafani dan menshalatinya. Semuanya mereka lakukan pada malam hari, mereka hilangkan jejak kuburannya. Karena khawatir kalau-kalau para pemberontak ingin membongkar kuburannya. Semoga Allah memberikan rahmat-Nya yang luas kepada Utsman

Sumber : Tragedi Terbunuhnya Utsman bin Affan
Penulis: Al-Qadhi Abu Ya’la

Share this  :


Facebook
Twitter
More...

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s