Tahlilan Dalam Timbangan Islam

Maha Suci Allah yang telah menurunkan Al Qur’an dan mengutus Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam sebagai penjelas dan pembimbing untuk memahami Al Qur’an tersebut sehingga menjadi petunjuk bagi umat manusia. Semoga Allah subhanahu wata’ala mencurahkan hidayah dan inayah-Nya kepada kita semua, sehingga dapat membuka mata hati kita untuk senantiasa menerima kebenaran hakiki.

Telah kita maklumi bersama bahwa acara tahlilan merupakan upacara ritual seremonial yang biasa dilakukan oleh keumuman masyarakat Indonesia untuk memperingati hari kematian. Secara bersama-sama, berkumpul sanak keluarga, handai taulan, beserta masyarakat sekitarnya, membaca beberapa ayat Al Qur’an, dzikir-dzikir, dan disertai do’a-do’a tertentu untuk dikirimkan kepada si mayit. Karena dari sekian materi bacaannya terdapat kalimat tahlil yang diulang-ulang (ratusan kali bahkan ada yang sampai ribuan kali), maka acara tersebut dikenal dengan istilah “Tahlilan”.

Acara ini biasanya diselenggarakan setelah selesai proses penguburan (terkadang dilakukan sebelum penguburan mayit), kemudian terus berlangsung setiap hari sampai hari ketujuh. Lalu diselenggarakan kembali pada hari ke 40 dan ke 100. Untuk selanjutnya acara tersebut diadakan tiap tahun dari hari kematian si mayit, walaupun terkadang berbeda antara satu tempat dengan tempat lainnya.

Tidak lepas pula dalam acara tersebut penjamuan yang disajikan pada tiap kali acara diselenggarakan. Model penyajian hidangan biasanya selalu variatif, tergantung adat yang berjalan di tempat tersebut. Namun pada dasarnya menu hidangan “lebih dari sekedarnya” cenderung mirip menu hidangan yang berbau kemeriahan. Sehingga acara tersebut terkesan pesta kecil-kecilan, memang demikianlah kenyataannya.

Entah telah berapa abad lamanya acara tersebut diselenggarakan, hingga tanpa disadari menjadi suatu kelaziman. Konsekuensinya, bila ada yang tidak menyelenggarakan acara tersebut berarti telah menyalahi adat dan akibatnya ia diasingkan dari masyarakat. Bahkan lebih jauh lagi acara tersebut telah membangun opini muatan hukum yaitu sunnah (baca: “wajib”) untuk dikerjakan dan sebaliknya, bid’ah (hal yang baru dan ajaib) apabila ditinggalkan.

Para pembaca, pembahasan kajian kali ini bukan dimaksudkan untuk menyerang mereka yang suka tahlilan, namun sebagai nasehat untuk kita bersama agar berpikir lebih jernih dan dewasa bahwa kita (umat Islam) memiliki pedoman baku yang telah diyakini keabsahannya yaitu Al Qur’an dan As Sunnah.

Sebenarnya acara tahlilan semacam ini telah lama menjadi pro dan kontra di kalangan umat Islam. Sebagai muslim sejati yang selalu mengedepankan kebenaran, semua pro dan kontra harus dikembalikan kepada Al Qur’an dan Sunnah Rasulullah. Sikap seperti inilah yang sepatutnya dimiliki oleh setiap insan muslim yang benar-benar beriman kepada Allah subhanahu wata’ala dan Rasul-Nya. Bukankah Allah subhanahu wata’ala telah berfirman (artinya):
“Maka jika kalian berselisih pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur’an) dan Ar Rasul (As Sunnah), jika kalian benar-benar beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Yang demikian itu lebih utama bagi kalian dan lebih baik akibatnya.” (An Nisaa’: 59)

Historis Upacara Tahlilan
Para pembaca, kalau kita buka catatan sejarah Islam, maka acara ritual tahlilan tidak dijumpai di masa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam, di masa para sahabatnya ? dan para Tabi’in maupun Tabi’ut tabi’in. Bahkan acara tersebut tidak dikenal pula oleh para Imam-Imam Ahlus Sunnah seperti Al Imam Malik, Abu Hanifah, Asy Syafi’i, Ahmad, dan ulama lainnya yang semasa dengan mereka ataupun sesudah mereka. Lalu dari mana sejarah munculnya acara tahlilan?
Awal mula acara tersebut berasal dari upacara peribadatan (baca: selamatan) nenek moyang bangsa Indonesia yang mayoritasnya beragama Hindu dan Budha. Upacara tersebut sebagai bentuk penghormatan dan mendo’akan orang yang telah meninggalkan dunia yang diselenggarakan pada waktu seperti halnya waktu tahlilan. Namun acara tahlilan secara praktis di lapangan berbeda dengan prosesi selamatan agama lain yaitu dengan cara mengganti dzikir-dzikir dan do’a-do’a ala agama lain dengan bacaan dari Al Qur’an, maupun dzikir-dzikir dan do’a-do’a ala Islam menurut mereka.
Dari aspek historis ini kita bisa mengetahui bahwa sebenarnya acara tahlilan merupakan adopsi (pengambilan) dan sinkretisasi (pembauran) dengan agama lain.

Tahlilan Dalam Kaca Mata Islam
Acara tahlilan –paling tidak– terfokus pada dua acara yang paling penting yaitu:

Pertama: Pembacaan beberapa ayat/ surat Al Qur’an, dzikir-dzikir dan disertai dengan do’a-do’a tertentu yang ditujukan dan dihadiahkan kepada si mayit.
Kedua: Penyajian hidangan makanan.
Dua hal di atas perlu ditinjau kembali dalam kaca mata Islam, walaupun secara historis acara tahlilan bukan berasal dari ajaran Islam.
Pada dasarnya, pihak yang membolehkan acara tahlilan, mereka tiada memiliki argumentasi (dalih) melainkan satu dalih saja yaitu istihsan (menganggap baiknya suatu amalan) dengan dalil-dalil yang umum sifatnya. Mereka berdalil dengan keumuman ayat atau hadits yang menganjurkan untuk membaca Al Qur’an, berdzikir ataupun berdoa dan menganjurkan pula untuk memuliakan tamu dengan menyajikan hidangan dengan niatan shadaqah.

1. Bacaan Al Qur’an, dzikir-dzikir, dan do’a-do’a yang ditujukan/ dihadiahkan kepada si mayit.
Memang benar Allah subhanahu wata’ala dan Rasul-Nya menganjurkan untuk membaca Al Qur’an, berdzikir dan berdoa. Namun apakah pelaksanaan membaca Al Qur’an, dzikir-dzikir, dan do’a-do’a diatur sesuai kehendak pribadi dengan menentukan cara, waktu dan jumlah tertentu (yang diistilahkan dengan acara tahlilan) tanpa merujuk praktek dari Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabatnya bisa dibenarakan?
Kesempurnaan agama Islam merupakan kesepakatan umat Islam semuanya, karena memang telah dinyatakan oleh Allah subhanahu wata’ala dan Rasul-Nya. Allah subhanahu wata’ala berfirman (artinya):
“Pada hari ini telah Aku sempurnakan agama Islam bagi kalian, dan telah Aku sempurnakan nikmat-Ku atas kalian serta Aku ridha Islam menjadi agama kalian.” (Al Maidah: 3)

Juga Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَا بَقِيَ شَيْءٌ يُقَرِّبُ مِنَ الْجَنَّةِ وَيُبَاعِدُ مِنَ النَّارِ إِلاَّ قَدْ بُيِّنَ لَكُمْ

“Tidak ada suatu perkara yang dapat mendekatkan kepada Al Jannah (surga) dan menjauhkan dari An Naar (neraka) kecuali telah dijelaskan kepada kalian semuanya.” (H.R Ath Thabrani)
Ayat dan hadits di atas menjelaskan suatu landasan yang agung yaitu bahwa Islam telah sempurna, tidak butuh ditambah dan dikurangi lagi. Tidak ada suatu ibadah, baik perkataan maupun perbuatan melainkan semuanya telah dijelaskan oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam.
Suatu ketika Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam mendengar berita tentang pernyataan tiga orang, yang pertama menyatakan: “Saya akan shalat tahajjud dan tidak akan tidur malam”, yang kedua menyatakan: “Saya akan bershaum (puasa) dan tidak akan berbuka”, yang terakhir menyatakan: “Saya tidak akan menikah”, maka Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam menegur mereka, seraya berkata: “Apa urusan mereka dengan menyatakan seperti itu? Padahal saya bershaum dan saya pun berbuka, saya shalat dan saya pula tidur, dan saya menikahi wanita. Barang siapa yang membenci sunnahku maka bukanlah golonganku.” (Muttafaqun alaihi)
Para pembaca, ibadah menurut kaidah Islam tidak akan diterima oleh Allah subhanahu wata’ala kecuali bila memenuhi dua syarat yaitu ikhlas kepada Allah dan mengikuti petunjuk Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam. Allah subhanahu wata’ala menyatakan dalam Al Qur’an (artinya):
“Dialah Allah yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji siapa diantara kalian yang paling baik amalnya.” (Al Mulk: 2)
Para ulama ahli tafsir menjelaskan makna “yang paling baik amalnya” ialah yang paling ikhlash dan yang paling mencocoki sunnah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam.
Tidak ada seorang pun yang menyatakan shalat itu jelek atau shaum (puasa) itu jelek, bahkan keduanya merupakan ibadah mulia bila dikerjakan sesuai tuntunan sunnah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam.
Atas dasar ini, beramal dengan dalih niat baik (istihsan) semata -seperti peristiwa tiga orang didalam hadits tersebut- tanpa mencocoki sunnah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam, maka amalan tersebut tertolak. Simaklah firman Allah subhanahu wata’ala (artinya): “Maukah Kami beritahukan kepada kalian tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya. Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka telah berbuat sebaik-baiknya”. (Al Kahfi: 103-104)
Lebih ditegaskan lagi dalam hadits ‘Aisyah radhiallahu ‘anha, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ

“Barang siapa yang beramal bukan diatas petunjuk kami, maka amalan tersebut tertolak.” (Muttafaqun alaihi, dari lafazh Muslim)
Atas dasar ini pula lahirlah sebuah kaidah ushul fiqh yang berbunyi:

فَالأَصْلُ فَي الْعِبَادَاتِ البُطْلاَنُ حَتَّى يَقُوْمَ دَلِيْلٌ عَلَى الأَمْرِ

“Hukum asal dari suatu ibadah adalah batal, hingga terdapat dalil (argumen) yang memerintahkannya.”
Maka beribadah dengan dalil istihsan semata tidaklah dibenarkan dalam agama. Karena tidaklah suatu perkara itu teranggap baik melainkan bila Allah subhanahu wata’ala dan Rasul-Nya menganggapnya baik dan tidaklah suatu perkara itu teranggap jelek melainkan bila Allah subhanahu wata’ala dan Rasul-Nya menganggapnya jelek. Lebih menukik lagi pernyataan dari Al Imam Asy Syafi’I:

مَنِ اسْتَحْسَنَ فَقَدْ شَرَعَ

“Barang siapa yang menganggap baik suatu amalan (padahal tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah –pent) berarti dirinya telah menciptakan hukum syara’ (syari’at) sendiri”.

Kalau kita mau mengkaji lebih dalam madzhab Al Imam Asy Syafi’i tentang hukum bacaan Al Qur’an yang dihadiahkan kepada si mayit, beliau diantara ulama yang menyatakan bahwa pahala bacaan Al Qur’an tidak akan sampai kepada si mayit. Beliau berdalil dengan firman Allah subhanahu wata’ala (artinya):
“Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh (pahala) selain apa yang telah diusahakannya”. (An Najm: 39), (Lihat tafsir Ibnu Katsir 4/329).

2. Penyajian hidangan makanan.
Memang secara sepintas pula, penyajian hidangan untuk para tamu merupakan perkara yang terpuji bahkan dianjurkan sekali didalam agama Islam. Namun manakala penyajian hidangan tersebut dilakukan oleh keluarga si mayit baik untuk sajian tamu undangan tahlilan ataupun yang lainnya, maka memiliki hukum tersendiri. Bukan hanya saja tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bahkan perbuatan ini telah melanggar sunnah para sahabatnya radhiallahu ‘anhum. Jarir bin Abdillah radhiallahu ‘anhu–salah seorang sahabat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam– berkata: “Kami menganggap/ memandang kegiatan berkumpul di rumah keluarga mayit, serta penghidangan makanan oleh keluarga mayit merupakan bagian dari niyahah (meratapi mayit).” (H.R Ahmad, Ibnu Majah dan lainnya)

Sehingga acara berkumpul di rumah keluarga mayit dan penjamuan hidangan dari keluarga mayit termasuk perbuatan yang dilarang oleh agama menurut pendapat para sahabat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dan para ulama salaf. Lihatlah bagaimana fatwa salah seorang ulama salaf yaitu Al Imam Asy Syafi’i dalam masalah ini. Kami sengaja menukilkan madzhab Al Imam Asy Syafi’i, karena mayoritas kaum muslimin di Indonesia mengaku bermadzhab Syafi’i. Al Imam Asy Syafi’i rahimahullah berkata dalam salah satu kitabnya yang terkenal yaitu ‘Al Um’ (1/248): “Aku membenci acara berkumpulnya orang (di rumah keluarga mayit –pent) meskipun tidak disertai dengan tangisan. Karena hal itu akan menambah kesedihan dan memberatkan urusan mereka.” (Lihat Ahkamul Jana-iz karya Asy Syaikh Al Albani hal. 211)

Al Imam An Nawawi seorang imam besar dari madzhab Asy Syafi’i setelah menyebutkan perkataan Asy Syafi’i diatas didalam kitabnya Majmu’ Syarh Al Muhadzdzab 5/279 berkata: “Ini adalah lafadz baliau dalam kitab Al Um, dan inilah yang diikuti oleh murid-murid beliau. Adapun pengarang kitab Al Muhadzdzab (Asy Syirazi) dan lainnya berargumentasi dengan argumen lain yaitu bahwa perbuatan tersebut merupakan perkara yang diada-adakan dalam agama (bid’ah –pent).

Lalu apakah pantas acara tahlilan tersebut dinisbahkan kepada madzhab Al Imam Asy Syafi’i?

Malah yang semestinya, disunnahkan bagi tetangga keluarga mayit yang menghidangkan makanan untuk keluarga mayit, supaya meringankan beban yang mereka alami. Sebagaimana bimbingan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dalam hadistnya:

اصْنَعُوا لآلِ جَعْفَرَ طَعَامًا فَقَدْ أَتَاهُمْ أَمْرٌ يُشْغِلُهُمْ

“Hidangkanlah makanan buat keluarga Ja’far, Karena telah datang perkara (kematian-pent) yang menyibukkan mereka.” (H.R Abu Dawud, At Tirmidzi dan lainnya)
Mudah-mudahan pembahasan ini bisa memberikan penerangan bagi semua yang menginginkan kebenaran di tengah gelapnya permasalahan. Wallahu ‘a’lam.

Sumber : Bulletin Al Ilmu

97 pemikiran pada “Tahlilan Dalam Timbangan Islam

  1. dedi

    Tapi ada kebaikanya juga bukan ? salah satunya menghibur keluarga yang baru ditinggalkan, berkumpul sanak keluarga, bahkan dalam seminggu mungkin kita ingat kematian dengan tahlil. Mungkin saja ada orang yang jarang sekali berzikir nah disaat ini walaupun sedikit terpaksa dia lakukan. Bahkan dari acara tahlil yang disebarkan oleh para wali jutaan orang telah masuk islam. Jadi salah satu manfaat dari acara tahlilan telah mengislamkan jutaan orang
    Wallahu ‘a’lam.

    1. hanafi

      Tapi ada kebaikanya juga bukan ? (“Barang siapa yang beramal bukan diatas petunjuk kami, maka amalan tersebut tertolak.” (Muttafaqun alaihi, dari lafazh Muslim)
      Atas dasar ini pula lahirlah sebuah kaidah ushul fiqh yang berbunyi:
      فَالأَصْلُ فَي الْعِبَادَاتِ البُطْلاَنُ حَتَّى يَقُوْمَ دَلِيْلٌ عَلَى الأَمْرِ
      “Hukum asal dari suatu ibadah adalah batal(dilarang), hingga terdapat dalil (argumen) yang memerintahkannya.”)

    2. Eka

      Baik menurut siapa bung Dedi??? Syariat Islam itu tidak hanya sekadar baik menurut akal manusia, tapi sesuaikah dengan ajaran Rasululloh!!

    3. Dudi

      Kalo ibadah hanya didasari baik menurut akal kita,maka akan hancur agama ini,karena setiap orang berbeda beda standar akalnya.bukankah agama islam ini telah sempurna??konsekwensi dari sempurna adalah tidak ada tambahan.bila dahulu bukan bagian dari agama maka selamanya bukan dari agama.Allahu A’lam

      1. dedi

        jawaban anak tk yang itu2 juga ….. hehe …. ancur g mana ? ente itu hasil dari yang menurut ente salah …. he he … kalo ga pake otak ya pake kaki jha seperti iawaban ente ….. siapa yang menganggap islam belum sempurna …. ente mungkin …. ga lucu

  2. fuan

    bukankah sunat membaca alquran?
    bukankah sunat shalawat atas nabi?
    bukankah sunat berdzikir?
    bukankah sunat mendoakan saudara kita yang sudah mati?
    jadi siapa bilang tahlilaln tidak sunat?
    jangan aneh2 deh

    1. hanafi

      baca quran juga ada aturannya
      shalawat nabi juga ada aturannya
      dzikir juga ada aturanya
      mendoakan sodara kita juga ada aturanya
      cuma tahlilan yang gada aturanya, ???????
      semua telah sempurna di contohkan oleh nabi muhammad SAW
      tinggal ikuti insya allah selamat dunia akherat
      ga usah buat buat gaya baru dalam ibadah
      hanya ikuti yang telah di CONTOHKAN cukuppppppppp!!!!!!!!
      bukan seenak udel dewek om.
      nabi sudah di jamin masuk syurga oleh allah, berarti ikuti ja nabi kalo mau selamat (masuk syurga)
      kenapa melakukan sesuatu yang tidak jelas,….
      tinggal kita cari tau bagai mana perlakuan nabi pada orang yang telah meninggal itu ja ko repot……..
      (yang pasti bukan tahlilan om dedi)

      1. dedi

        gini jha lah kepada yang pandai2 yang ilmunya tinggi2 yang pinter2 daripada bikin tulisan yang ga seneng orang dengan tulisan/bahasan yang sedikit nynggung sebagian orang mending bahas yang tidak akan membikin perpecahan masih banyak yang lain yang lebih bermanfaat….Al quran juga aslinya ditulis berserakan dalam pelepah kurma kemudian demi kebaikan dibukukan…untuk mempermudah membaca ditambah diatas di bawah bantuan itu juga dilakukan untuk kebaikan….. saya mau tanya gini jha pada ente hanapi yang pintar dah berapa orang yang anda Islamkan?

  3. dedi

    Ente juga belum tentu islam eka….seandainya dulu ga da tahlilan….jadi jangan mentang2 ente sekarang sudah ahli nyalahin orang orang yang telah membuat ente islam….aku memang orang yang tidak suka tahlilan tapi aku hargai jasa yang telah mengislamkan aku sebagai syareat

  4. Alhamdulillah dengan semakin terbukanya ilmu pengetahuan, maka samakin memudahkan ummat ini untuk menuntut ilmu yang benar yang bersumber dari Al-Quran dan Al-Hadith. Kita tidak boleh juga mengatakan bahwa amal ibadahku sudah baik, karena baik dan buruknya suatu amalan adalah menurut ALLAH SWT. Karenanya belajar dan belajar terus sambil meluruskan yang masih bengkok. Semoga. Amin Ya Robbal Alamin.

    1. dedi

      nih lebih sejuk …. kadang yang bengkok juga dibutuhkan mas … dari yang bengkok jadilah yang terbanyak di dunia … ana setuju baik buruknya amalan allah yg menilai ……. semoga saja yang bengkok diampuni Allah dan amalannya diterima … ingat bahwa Allh maha pengampun dan tahu tujuan isi hati seseorang … bukan kita yang meniai … Al quran aja dibukukan setelah rosululah wafat … dan ga ada hadist yang menyuruh membukukan Alquran….

  5. dedi

    Yang paling bijak sebagai orang pandai di sini kepada saudara kita, kita doakan sendainya itu suatu bid’ah moga Allah mengampuni mereka karena tujuan mereka tidak lain untuk kebaikan…bagaimanapun menurut ente2 yang pintar2 salah kita tetap harus hargai mereka…karena secara tidak langsung kalau lihat dari sejarah kita semua berguru kepada mereka walaupun pada akhirnya kalian lebih pandai2……Tolonglah mereka ya Allah sendainya amalan mereka tidak sesuai dengan kehendakMu…kerena sesungguhnya itulah yang mereka ketahui dan itulah yang menurut mereka benar…. Aku yakin Allah maha adil, aku yakin Allah maha pengampun, aku yakin amalan mereka tidak akan Kau tolak karena Allah maha adil, maha pengampun, maha penyayang ….. seandainya mereka mau Kau rubah segera Kau berikan Inayah…tapi sendainya kehendakMu seperti keyakinan mereka..terimalah Amalan mereka walaupun menurut sebagian orang akan ditolak…Amiiin

    1. hanafi

      tugas kita hanya menyampaikan om ded?

      Idealnya kan gini, kalo kita yakin dan menerima islam sebagai agama kita, maka konsekuensinya kita tinggalkan semua aturan/pedoman hidup yang lain, kita ikuti dan taati alquran dan assunah saja, sementara slametan hari-hari 1-7, 40, 100 mendak pisan, mendak pindo, 1000 qaul dst itu semua dasarnya hanya ada pada kitab hindu.. dalam alquran maupun sunnah nabi tidak ada, knapa kita campur adukan antara yang hak dan yg batil.
      nabi kan sudah mencontohkan seperti apa aturannya. knapa kita ga percaya kalo itu cara yang benar dari ALLAH yang dicontohkan melalui nabinya. kalo seperti ini kenyataannya masih pantaskah yang sprti itu di sebut umat islam???? kita mengaku ALLAH tuhan kita tapi kita cari aturan lain dalam menentukan suatu perkara, kita mengaku beragama islam tapi tidak mau tunduk dan rela diatur oleh aturan ALLAH…

      1. dedi

        Sangat pantas sekali mereka saudara kita…masa karena tahlil mereka kau anggap bukan islam….. kamu juga masuk islam dari bid’ah….hanafiiiii……jangan sok pintar ah……… mentang2 hapal hadist … padahal ortu ente kakek ente buyut ente dst ente….. masuk islam hasil bid’ah ……. Allah lebih tahu niat seseorang ….. Aku paling ga seneng ketika sesama umat islam menyerang yang lainnya ….. ente sombong …… ente merasa diri paling pandai …. seenaknya jha menganggap orang lain salah …. mungkin jha orang yang kau anggap salah Sholatnya lebih khusu dari ente …. amalnya lebih baik dari ente … merasa diri paling benar tu namanya sombong ….. saya bergaul dengan Nu, Muhamadiyah, Persis, PUI, dll …. ga pernah da orang yng bilang yang suka tahlil bukan Islam ….. banyak ilmunya yang lebih pandai dari ente …. ente sombong hanapi ….. sama saudara sendiri kau anggap bukan Islam …… Ente merasa diri paling Islam …. he he ..

    2. hanafi

      Dengan segala hormat sya tidak bermaksud sombong, dan menganggap remeh orang lain, ded jujur sy bukan orang pandai”, boro2 hapal hadist, tpi sya hnya ingin menyampaikan kebenaran, dan sya yakin kebenaran itu datangnya hanya dari ALLAH dan Rosulnya, dan itu yg harus kita ikuti, (sampaikanlah kebenaran itu walau hanya satu ayat)

      kalo menurut pemahaman sya, dan mestinya kita harus menyadarinya bahwa dinul islam. masih di sebut murni islam kalau, aturan dasarnya, rujukannya hanya pada dua hukum, yaitu alquran dan sunnah,

      kalo ada yang mengaku islam, tapi masih mempercayai menyakini aturan di luar dari ketetapan dua hukum tadi maka jadi gak jelas ni orang, di sebut islam juga bukan, di sebut hindu juga ngakunya islam.

      ibarat air putih dicampur sama bensin= campuran air bensin=bukan air bukan bensin=bukan bensin bukan air

      kalo mau disebut air, buang bensinnya
      kalo mau disebut islam buang aturan aturan dari yang selain islam

      mari kita sama-sama belajar mencari kebenaran bukan pembenaran.

      makanya kita dalam berguru jangan taqlid buta, menerima mentah2 tanpa berfikir lagi, tanpa tau sumber hukumnya dari mana? yang pda akhirnya kita cuma ikut ikutan doang.

      dan jangan pula mensakralkan seorang guru seolah-olah apa yang keluar darinya itu benar semua tanpa cacat.

      36. Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya. (Al Israa’)

      170. Wahai manusia, sesungguhnya telah datang Rasul (Muhammad) itu kepadamu dengan (membawa) kebenaran dari Tuhanmu, maka berimanlah kamu, itulah yang lebih baik bagimu. Dan jika kamu kafir, (maka kekafiran itu tidak merugikan Allah sedikitpun) karena sesungguhnya apa yang di langit dan di bumi itu adalah kepunyaan Allah[382]. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (An Nisaa’)

      57. Katakanlah: “Sesungguhnya aku berada di atas hujjah yang nyata (Al Quran) dari Tuhanku[479], sedang kamu mendustakannya. Tidak ada padaku apa (azab) yang kamu minta supaya disegerakan kedatangannya. Menetapkan hukum itu hanyalah hak Allah. Dia menerangkan yang sebenarnya dan Dia Pemberi keputusan yang paling baik.” (Al An’aam)

      49. dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. Dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebahagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu. Jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan mushibah kepada mereka disebabkan sebahagian dosa-dosa mereka. Dan sesungguhnya kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik. (Al Maa’idah)

      ….Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim.(Al Maa’idah.45)

      ….Karena itu janganlah kamu takut kepada manusia, (tetapi) takutlah kepada-Ku. Dan janganlah kamu menukar ayat-ayat-Ku dengan harga yang sedikit. Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir.(Al Maa’idah.44)

      30. Demikianlah, karena sesungguhnya Allah, Dia-lah yang hak dan sesungguhnya apa saja yang mereka seru selain dari Allah itulah yang batil; dan sesungguhnya Allah Dialah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar. (Luqman)

      1. dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang
      2. segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam
      3. Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
      4. yang menguasai di hari Pembalasan
      5. hanya Engkaulah yang Kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah Kami meminta pertolongan.
      6. Tunjukilah Kami jalan yang lurus,
      7. (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.

      Aamiin

      1. fki ahmad

        wis mas ajo di ladeni si dedi ini,jangan2 di non muslim kok sama saudara seagama perangainya jelek sekali”
        buat saudaraku semuanya tolong kita harus hati2 trhdp orang2 yang hanya ingin memencing permasalah dengan gaya musang berbulu domba,,
        semoga kita tetap istiqomah di jalan Alloh sesuai tuntunan sunah Rosul-nya,,,amin

  6. dedi

    hehehe…. gue berguru kepada berbagai madhab bos…..
    1. Ketua NU Kab. di Kab. gue
    2. Ketua Muhammadiyah Kab. di kab. gue
    3. Ketua PERSIS KAb.
    4. Ketua PUI Kab. di Kab Gue
    5. Ketua MUI Kab. di Kab Gue
    6. Tokoh2 Pendidik di Kampus Gue
    Simpulannya semuanya menyembah Allah, patihahnya sama, Sholatnya sama….. cemuanya sama bos…. hehe bos di Indonesia terbukti jelas tuh hasil percampuran bensin dan air jadi jutaan umat islam … termasuk ente yang sombong ….. belum lengkap tuh yang ente sebutkan di atas … he he…. sampaikan satu ayat tuh buat orang2 yang belum sholat sampe dia sholat …. yang diterima/tidaknya amal tergantung niat … bukan karena hal2 lain …. ente sudah merasa diri jadi pertamax …. he he he ….. baru bisa segitu jha sudah menilai orang lain salah …. anggap orang lain bukan Islam ….. ngaca dulu …. gue paling ga suka kepada orang yang sombong dengan dalil2 dan menggurui orang belum tentu yang di depan ente itu orang bodoh …. gue dikasih kepandaian oleh Allah dari SD sampe S2 selalu yang terpandai .. gue ga pernah sombong dan ga pernah nyalahin orang ….palagi sampai mencap segolongan orang …. “karena kebenaran yang abadi akan didapatkan setelah kita mati” jadi ga pantas ngatain orang bensin bukan air bukan …. kecuali ente pernah berbicara seperti Mukjijat Nabi Musa …. baru Anda katakan orang lain salah …… ente belum tentu benar …. yang berhak menilai dan memasukan orang ke surga adalah Allah.. mendingan contoh yang ini ” Rasulullah SAW mengadu pada Allah SWT dalam bentuk doa yang menyejukkan, beliau berdoa agar Allah SWT mengampuni penduduk Thaif dan memberikan keturunan yang baik dari penduduk itu. Padahal malaikat sudah menawarkan bahwa bisa saja penduduk Thaif diadzab dengan keras, namun begitu lembut hati Rasulullah SAW yang dengan keluh kesahnya beliau tetap berdoa dengan kebaikan.Rasulullah SAW mengadu pada Allah SWT dalam bentuk doa yang menyejukkan, beliau berdoa agar Allah SWT mengampuni penduduk Thaif dan memberikan keturunan yang baik dari penduduk itu.

    Jadi daripada nyalahin mereka yang dapat menimbulkan perpecahan “ mendingan kita doakan semoga Allah menerima Amalan mereka walupun tidak sesuai dengan kehendakmu karena sesungguhnya itulah yang menurut mereka baik” Doakan orang lebih mulia daripada nyalahin mereka……. gitulah pertamax jangan ibarat2 lah ga lucu …. sebab ente belum tentu bisa mencampur bensin dan air seperti guru2 kita yang telah menghasilkan pertamax seperti ente…… he he he he …. dah jadi pertamax sombong ya??????

    Lupa kacang akan kulitnya… nyalahin guru2 kita lagi… bukan mendoakan…… ada orang yang kaya gini ya ????? belum selesai anda belajar….!!!!

    1. hanafi

      Saya bersyukur atas nikmat islam yang ALLAH berikan.

      Saya memang belum tentu benar, tapi alquran dan sunnah sudah pasti kebenaranya, Sya tidak memusuhi siapapun yang beda faham, dan tetap bergaul sesuai adab yang diatur oleh islam dan dicontohkan oleh rosul, intinya hanya menyampaikan, pada saat menyampaikan kebenaran itu tentu reaksi bisa macem2, termasuk pada saat nabi menyampaikan risalah ini(islam) ke penduduk thaif. sampai nabi dilempari batu.
      kitapun harus seperti itu, disaat kita sampaikan kebenaran itu tapi tidak terima, kita hanya bisa berdoa kepada ALLAH supaya mereka berubah kembali kepada alquran dan sunnah, karena hanya ALLAH yang maha membolak-balikan hati manusia.

      Point pentingnya adalah disaat ada kemungkaran/penyimpangan/ketidak sesuaian dengan aturan ALLAH (islam), maka kita harus sampaikan kebenaran itu. walau resikonya bisa macem2
      karena tugas dakwah/menyampaikan kebenaran itu adalah tugas kita semua. bukan hanya ustad, kiyai dst.
      karena bila kita tidak sampaikan kita ikut berdosa, membiarkan kemungkaran terjadi.

      Dari siapaun orangnya(NU dll) kalau itu salah(tidak sesuai aturan ALLAH) kita tolak, walaupun itu dari orang tua kita sendiri, tentunya dengan adab yang telah diajarkan oleh islam pula. tapi seandainya itu kebenaran(sesuai dengan aturan ALLAH) walau keluar dari mulut budak hitam legam sekalipun kita terima.

      mengutip tulisan antum

      “karena kebenaran yang abadi akan didapatkan setelah kita mati”

      lantas untuk apa ALLAH menurunkan alquran melalui rosulnya. justru ALLAH turunkan alquran itu agar kita tidak tersesat. karena itu adalah jalan yang paling benar menuju kesuksesan sejati, yaitu menjadi penduduk syurga.
      karena setelah mati kita hanya tinggal mempertanggungjawabkan kesempatan hidup yang ALLAH berikan.

      saya mau tanya, setelah anda mati terus anda tau mana yang benar dan mana yang salah. adakah kesempatan untuk memperbaiki bila kita salah???????

      secara tidak langsung ente meragukan kebenaran alquran itu sendiri. (sesui dengan faham liberal yg mengatakan bahwa kebenaran alquran itu relatif) astagfirullah hal adzim

      kayanya anda ini sudah terkena virus SEPILIS (sekulerisme,pluralisme,liberalisme)

      tolong simak firman ALLAH ini

      1. Alif laam miin.
      2. Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa,
      3. (yaitu) mereka yang beriman[13] kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebahagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka.
      4. dan mereka yang beriman kepada kitab (Al Quran) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-Kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat.
      5. mereka Itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung.
      6. Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak juga akan beriman.
      7. Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. dan bagi mereka siksa yang Amat berat.
      8. di antara manusia ada yang mengatakan: “Kami beriman kepada Allah dan hari kemudian,” pada hal mereka itu Sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman.
      9. mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, Padahal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar.
      10. dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta.

      Sudah jelas kebenaran itu adalah apa yang ada dalam alquran dan rosul contohkan mas.
      hati-hati kita ada dalam masa perang idiologi, banyak pihak2 yang berusaha, menjauhkan umat islam dari alquran dan sunnah. sehingga islam tinggal namanya saja tapi realitanya jauh dari aturan islam.

      coba mas renungkan fenomena umat islam saat ini, dari kalangan bawah sampai atas,….

      moga dekat masanya kebangkitan islam itu datang,
      sehingga berlaku islam kaffah
      aamiin

      1. dedi

        Alhamdulilah makasih tas segala yang anda tuduhkan…. mudah2an Allah selalu menjaga ucapan anda ….. saya tidak mau ke surga sendiri … saya ingin orang Indonesia yang beragama Islam semuanya diampuni Allah …. baik yang bidah maupun yang pintar kaya ente ….. kok orang Islam ga mengenggap saudara pada sesama orang Islam … jangan2 ente yang ngaku2 Islam ….. seumur hidupku baru ada orang yang seperti ini…… he he he he ….. hanapi …hanapi …. baru belajar Islam ya …… hanapi hanapi ….. berguru lagi deh ….. hanapi hanapi ….. berlaga pandai ….. hanapi hanapi …. tukang hina orang …. hanapi hanapi pura2 ga tahu …… padahal ente hasil bidah… pura pura2 gge ngerti padahal ente beljar dari bidah …. hanapi hanapi kau sakiti jutaan umat Islam ….. masa ngaku Islam nyakiti orang lain ….. he he he he …. hanapi hanapi belajar lagi deh ….. ilimumui masih secuil …… hanapi hanapi jangan2 ente yang akan mengadu domba umat Islam ….. hanapi2 jangan2 ente yang ga percaya sama Alquran ….. hanapi hanapi pura suguhkan ayat2 …. Rosul aja mendoakan orang yang berbuat jahat kepadanya …. napa ente ga mau mendoakan orang yang telah berjasa mengislamkan Indonesia …… he he he ….. belajar lagi deh supaya tidak seenaknya nyalahin orang …. he he he …… kata nya hati2 cari guru jangan ditelan ….. yang diceritain sudah ga aneh dari mulut budak kalo baik terima ….. anak SD juga tahu itu hehehe …. beljar lg Ilmu yang bijak supaya ga sembarangan nuduh orang… ga sembarangan nyalahin orang … semua juga berpegang pada Alquran dan Hadist ….. kecuali ente mungkin … seandainya itu pegangan ente ga mungkin nuduh orang sembarangan….. he he he beginilah jika orang ilmunya tanggung…. ucapannya ga pake otak.. ga dipikir dulu …. he he he he he he he

  7. Itulah yang menjadi masalah kita sebenarnya yang mendalami islam secara kaffah dinegeri ini sedikit sekali mayoritas islam memang banyak tetapi yang mempelajari islam secara hak sedikit sekali benar

      1. dedi

        he he he he pa2an ente …. selama hidup gue ga pernah mabok …. lu yg miring kali nuduh orang sembarangan …. hehehe kalo ga bisa coment jangan lah bikin malu

  8. dedi

    Tadinya gue bangga dengan situs ini bahkan dijadikan situs favorit .. eh ternyata situs adu domba .. situs cela orang … salahin orang … sakiti orang …. bikin perpecahan …. ga bermutu … ingin menang sendiri …. tinggalin aja deh …. cari situs yang lebih hargai hormati orang …. goodby

    1. Abah Agus

      Assalamualaikum,
      Setelah ana baca tidak ada tulisan yg seperti antum tuduh (adu domba, cela orang, salahin orang, sakiti orang, dll) Jika antum memang punya argumen atau bantahan tulisan tsb, coba tuliskan beserta dalil2nya supaya kita dapat berdebat dg benar. Setuju?

      1. dedi

        Waalaikumsalam.. Mau debat paan’ kalo mau suguhkan Ayat2 quran dan Hadits yang menyerang perasaan sebagian orang dg menyalhkannya seperti si hanapi “sorry gue ga setuju” karena jawaban yang akan ente utarakan gue sudah hapal semua”. Tapi kalo berbicara soal kultur Indonesia tanpa menyalahkan sebagian kelompok dan membicarakan ada suatu manfaat dari suatu yang oleh sebagian orang disalahkan serta debat tanpa menyakiti perasaan, kebiasaan, dan tanpa menggurui ” Oke “………… terakhir sekali lagi jika sedikit aja ” ente sebut sebagian orang salah silakan ngomong sendiri”

  9. Sudah sangat jelas dipahami, mana yang memiliki dasar dan mana yang tidak. Selagi masih sesuai dengan al qur’an dan hadits, jangan pernah takut.

    Al qur’an dan hadits terbentang di hadapan kita, lantas untuk apa yang lain ?
    hal baru = bid’ah = sesat

    1. dedi

      OOh baru tahu arti bidah ya bos… wah ketinggalan… gue dari dulu tahu tapi ga berani ngucapin dan tulis arti itu ….. kalo nulis yang ini gue berani SESAT=SYETAN=SYAHRONI NANO

      1. Abah Agus

        Dalam beberapa nash Al-Quran, ada beberapa ayat yang dapat dijadikan dalil untuk menetapkan sunah Nabi sebagai sumber hukum dan pedoman umat muslim. Oleh karena itulah hendaknya kita berhukum kepada informasi yang berasal dari Nabi untuk memecahkan problematika hidaup dan berbagai kasus yg terjadi di dalam masyarakat kita.

        “Barang siapa yg menta’ati rasul itu, sesungguhnya ia telah menta’ati Allah”. Qs. An-Nisaa (4) : 80

        “Apa yg diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia. Dan apa yg dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah”. Qs. Al Hasyr (59):7

        “Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (Sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian”. Qs. An-Nisaa (4):59.

        “Maka demi Tuhanmu, mereka pada hakekatnya tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yg mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yg kamu berikan dan mereka menerima dengan sepenuhnya”. Qs. An-Nisaa (4):65

        “Dan tidaklah patut bagi laki-laki yg mu’min dan tidak (pula) bagi perempuan yg mu’min, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yg lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sesungguhnya dia telah sesat, sesat yg nyata”. Qs. Al Ahzaab (33):36

        Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
        ” Aku telah meninggalkan kepada kalian semua dua buah perkara. Selama kalian berpegang teguh kepada keduanya, niscaya kalian tidak akan pernah tersesat. (Kedua hal tersebut adalah) kitab Allah dan sunah Rasul-Nya”. (Ibnu Abbas dan hadits Abu Hurairah yg disebutkan di dalam kitab Mustadrak Al Hakim volume I hal. 93)

      2. dedi

        Umat Islam semua juga mentaati rosulnya … cuma menurut otak yang ga bisa manafsirkan dengan benar menganggap sesuatu selalu mudharat …. yang ente utarakan di atas tuh gua pelajari waktu di sma …. cuman yang awam mengartikannya masih secara umum ….

      3. Abah Agus

        Hebat antum ini, sejak SMA sudah mempelajari Tafsir Al-Qur’an dan Hadits-Hadits. SMA nya dimana ?, boleh dong kasih pencerahan buat ana yg masih bodoh ini tentang ilmu tsb.

      4. berusaha mengikuti sunnah

        smo’ga allah merahmaty dan memberikan kta hidayah agar dibery ilmu yang nafi’ dan agar studentiap ucpan n amalan kta sesuai dgn ajaran sang huswatun hasanah [ rasulullah sallalahun alaihi wasallam dan agar kta berkata dengan ilmu bkan emosi

    2. dedi

      Ternyata mas Agus lebih dewasa … disini terlihat jelas sekali kesabaran Mas Agus .. untuk pencerahan bukankah terlihat Antum jelas lebih cerah dari ana ? Maksud yang antum sampaikan lebih santun berarti dari sini jelas terlihat bahwa antum lebih menguasai ilmu daripada ana juga antum lebih menguasai emosinal daripada ana ;
      Kalo masalah tafsir Alquran jika ana sampaikan, tentu antum akan lebih detil menerangkannya dengan ilmu yang Antum miliki.
      Hanya sedikit menurut pengalaman yang ana pelajari dari satu guru ke guru yang lainya dalam mempelajari tafsir Al Quran {mohon maaf jika salah ini hanya pendapat ana} Jika kita tafsirkan Alquran ibarat kita menimbang seekor kerbau dengan timbangan emas tentu bukan didapatkan berat yang didinginkan bahkan timbangannya itu sendiri yang akan hancur. Kesimpulan otak kita tidak akan mampu untuk menafsirkan kalimat Al Haq dengan akal kita yang terbatas dengan setepat2nya makanya di akhir selalu ada kata wallahu ‘alam(maaf sekali lagi ini hanya pendapat ana jangan terlalu dipikirkan karena ini pendapat berdasarkan kemampuan otak ana yang bodoh } bahkan aliran Jabariyah dan Qodariyah jauh sekali/bertolak belakang cara menafsirkan Alquran …. siapa yang benar siapa yang salah kita tidak tahu kita hanya mampu berdoa semoga keduanya diampuni Allah
      Khalifah Usman juga (mungkin ini tidak aneh buat Antum jadi tidak perlu dilanjut) …. intinya terjadi perbedaan dalam menafsirkan ……….
      Kita sedikit keluar dari bahasan di atas” sedikit ilustrasi ada 2 orang yang mengalami patah tangan yang satu dibawa ke dokter yang satu di bawa ke dukun ? Mana yang sesuai dengan ajaran Islam? tentu yang terang jelas dan sangat tampak tidak bertentangan semua pasti tahu …. alasanya dibeberkan dengan disertai dalil2 dan hadist2 tentang musyrik ….. yang ke dukun diberondong dengan dalili2 dan hadist2 juga …. belum kenal , belum tahu, belum bertemu, belum apa2 sudah mencap yang lain2
      Seperti jawaban saudara kita Hanapi yang pintar sebagai berikut “ Makanya kalo berguru jangan taklid buta, jangan ditelan bulat2, jangan mensakralkan seorang guru, Islam bukan hindu bukan, faham spilis , seenak udel dewek dll. Padahal ketemu belum , kenal belum, sudah mencap orang seperti itu dengan menghina guru2 lagi yang belum tentu salah…..
      pantaskah kata2 seperti itu diucapkan?
      Kembali ke ilustrasi di atas ……..

      Ana mau Tanya salahkah orang kedua yang berobat ke dukun?

      sendainya jawaban Mas Agus D dan jawaban ana F…..siapa yang benar?

      Sementara jangankan kita Zaman Kholifahpun saja selalu ada yang baru …

      apakah kholifah termasuk orang yang ……..?

      SEKALI LAGI EMOSI MAS AGUS LEBIH BAIK DARI SAYA ITU SALAH SATU CIRI ORANG LEBIH TINGGI ILMUNYA …..

      1. Abah Agus

        Yo wis toh, kok kita semua jadi pada emosi ( peace man..). Hati boleh panas tapi kepala mesti tetep dingin (sekali lagi ‘peace man’). Kalau ego kita masih bermain enggak akan rampung sampai kapanpun. Kita tidak bisa memaksakan pendapat ‘diri sendiri’ kpd orang lain, begitu juga pasti kita nggak mau terima pendapat orang lain yg berbeda dg kita. Mari kita sesama muslim berjabat tangan, lupakan masalah yg hanya membuat kita jadi saling benci, curiga, menghujat……

      2. dedi

        NAH INILAH YANG ANA INGINKAN … DARIPADA RIBUT2 MASALAH SPERTI INI KITA SESAMA ISLAM NAPA HARUS SALING MENYALAHKAN …. SEKARANG SEMUA ORANG DAH PADA PANDAI , SEMUA ORANG JUGA PADA NGERTI GA PERLU MEMAKSAKAN SESUATU HINGGA MEMBUAT SAUDARA SENDIRI TERSINGGUNG … ALLAH LEBIH TAHU DARI KITA APAPUN YANG KITA LAKUKAN …. KITA HANYA BISA BERDOA SEMUA UMAT ISLAM DITERIMA AMALANNYA / DIAMPUNI SEGALA DOSANYA … GA BAIK MENGATAKAN ORANG LAIN BENGKOK SEBAB JIKA KATA ITUMENIMPA KITA .. GIMANA PERASAAN KITA ? SEBELUM PUKUL ORANG PUKUL DIRI KITA SENDIRI …. SEBELUM SAKITI ORANG SAKITI DIRI KITA SENDIRI … URUSAN NERAKA DAN SURGA DITERIMA TIDAKNYA AMAL KITA, ITU RAHASIA ALLAH … YANG MENENTUKAN LURUS TIDAKNYA JALAN KITA HANYA AL HAQ …. MAKASIH SAUDARAKU ABAH AGUS MOGA ANDA DAN KELUARGA SELALU DIRAHMATI ALLAH

    3. dedi

      Amiin ….. mudah2an doanya untuk semua dan ikhlas …. gua cuma mengingatkan supaya jangan seenaknya ngomong jha … orang lain juga pada tahu ko … ga perlu disebutkan … sbagai masukan buat semua jha … semua juga ga ada yg tidak bidah … cuma pura2 ga ngerti …….

  10. jamil saza

    susah kalau debat kaya gitu yang satu memahami qur’an dan sunnah secara tekstual yang satu lagi secara kontekstual ya.. susah nyambung… mending bahas yang lain aja saudara-saudaraku…

    1. dedi

      Ana setuju sekali mas.. masih banyak kemunkaran yang lebih nyata daripada pamer dalil dan hadist …
      sebab Sebenarnya ente2 semua belum berjasa apa2 pada perkembangan Islam di Indonesia bisanya cuman OMDO=OMONG DOANG alias KORDO = KOAR2 DOANG alias KRIDO = KRITIK DOANG….. Dah bisa sedikit saja langsung ingin pamer dengan dalil2 dan hadist2 seakan orang lain belum tahu, seakan ente2 yang paling benar. Beda lagi dengan orang yang sudah berilmu tinggi hati2 sekali ketika bicara, kata2nya menyejukan, penyampaianya tanpa sedikitpun mengurui. Ketika didaptkan orang yang sedikit ada perbedaan tidak anggap orang salah tetapi mereka belum tahu. Tidak menganggap amalan orang lain tidak diterima karena hanya Allahlah yang tahu isi hati semua mahluk. Kata2 yang tidak pantas diucapkan sebisa mungkin dihindari karena kata2 itu mungkin saja menyakiti perasaan sekelompok orang. Selalu meminta maaf jika faham yang akan disampaikan ada perbedaan. Kata2nya tidak mengurui karena yang membaca dia anggap lebih pandai. Selalu mempertimbangakan mudharat dan manfaat . Nah… itulah ciri2 orang orang yang berilmu tinggi ketika ingin menyampaikan sesuatu ….. Makanya belajarlah dengan perasaan dan hati yang bersih … sehingga selalu bersyukur kita tahu seperti itu dan selalu mendoakan orang yang belum tahu dengan maghfiroh Allah karena Allah adalah maha pengampun. Ilmu yang kita ketahui sesungguhnya bukan untuk dipamerkan dan bukan untuk membuat perpecahan. karena Islam melarang menyakiti perasaan semua mahluk jangankan sesama Islam kepada non Muslimpun klita berdosa jika menyakiti perasaannya ….. Mohon Maaf jika tidak sependapat karena ini hanya saran dari orang bodoh………….!!!!! Dan kata2 gue akan lebih menyakitkan bila terdapat kata2 yang tidak pantas diucapkan …. gue juga tidak takut walaupun jutaan orang serang gue …. makasih mas jamil ternyata anda lebih bijak kepandaian anda ternyata anda sembunyikan walaupun qu yakin anda juga tidak sependapat

      denganku tapi masih anda anggap qu sebagai saudara

  11. Mas Pranu

    Alhamdulillah…,
    Marilah kita selalu bersyukur telah mendapat petunjuk. Bukankah sehari semalem kita minimal 17 kali mohon ditunjuki jalan lurus… Bukan sembarang jalan lurus, tapi jalan lurus bagi orang yg diberi nikmat Allah, bukan ‘jalan lurus’ orang yang dimurkai dan bukan jalan yang tampak lurus tapi sesat…. Amalan yang sering diperdebatkan umat Islam seperti di dalam artikel ini, sebenarnya termasuk amalan beresiko, terlepas dari apakah amalan Tahlilan sesuai sunnah ataukah tidak sesuai sunnah. Kalau tahlilan itu baik, maka orang yg tidak melaksanakan tahlilan pun tidak akan berdosa, tetapi bila ternyata merupakan kesesatan maka neraka hanya pantas bagi orang yang mengamalkannya.
    Saudaraku se-Islam… masih banyak ibadah wajib dan sunnah yang jelas-jelas berpahala… marilah kita kaji amalan-amalan ibadah wajib kita, apakah sudah sempurna kita laksanakan?…. Dan masih banyak ibadah yang jelas disunnahkan Rosulullah, apakah sudah lengkap kita laksanakan?,
    Tidak perlu tersinggung atau sakit hati dengan artikel tulisan ini, tak perlu menganggap ini sebagai pemecah belah umat.
    Memang sakit, tulang yang sudah telanjur bengkok itu diluruskan. Memang pedih, operasi mengangkat penyakit di tubuh kita.
    Tapi selalulah bersyukur Alhamdulillah, mata kita diarahkan Allah untuk bisa membaca petunjuk-Nya.

      1. dedi

        ilmunya masih dangkal semua … he he he setingkat sahabat jha masih memerlukan hal yang baru … makanya berguru lagi supaya lebih bijak ….. doa ahli neraka memang gitu ingin ada teman jadi selalu mendoakan orang lain masuk neraka ….. moga jha ente di kerak neraka jahanam Mas Pranu selamanya

    1. dedi

      KOK ….. BARU TAHU ARTI SURAT ALFATIHAH YA ? KACIHAN ….. COBA KALO SAHABAT NABI GA BERANI BUAT HAL YANG BARU MUNGKIN ENTE JANGANKAN NGERTIIN BACA QURAN JHA ………………………… NAH MULAI SEKARANG GUE KAN DOAIN SETIAP DETIK MOGA ENTE YANG AKAN MASUK NERAKA ……

    2. dedi

      HE HE HE HE HE HE LUCU NGANGGAP LURUS SENDIRI .. NGANGGAP ORANG LAIN BENGKOK ….. SIAPA COBA YANG SELALU MENDOAKAN ORANG LAIN MASUK NERAKA? YANG JELAS YANG PINGIN ORANG LAIN MASUK NERAKA ADALAH SANG IBLIS, NAH BILA INGIN TAHU IBLIS YANG BERBENTUK MANUSIA YAITU ORANG YANG BERNAMA MAS PRANU …. MARI KITA DOAKAN SANG IBLIS PRANU BERADA DI NERAKA JAHANNAM SELAMANYA …. MANGNYA NERAKA PUNYA LU?

  12. Edyanto

    Kalau saya mau jujur nih, acara2 yg d sebut ama pak hanafi tu betul. Maksudnya betul2 menguras segalanya, baik energi, waktu ama biaya. Sudah bapak meninggal, ibuk saya janda, masih punya adik kecil, eh harus pusing bikin acara seperti itu bahkan sampe hutang segala. Tp g mana lg, klo gak ikut ntar d bilang aneh. Maklum d kampung…. Semoga ini jadi ilmu yang bermanfa’at kelak bagi saya dan keluarga… Amin

    1. dedi

      Ga semua seperti itu Edy sayang … di kampungku sekarang acara Tahlilan betul2 ga pake biaya sepeserpun semuanya dilakukan dg Ikhlas hanya berdoa bersama … bahkan air putihpun untuk minum kadang2 bawa masing2 … yang edi utarakan juga betul untuk kebanyakan tapi tidak semua seperti itu… Ya kalo ga mampu agama ga memaksakan jadi jangan malu sayang untuk tidak melaksanakan ….. Ana lebih tertarik yg ini daripada yg tong kosong nyaring bunyinya ..Semoga Anda sekeluarga dirahmati Allah … Amiiin

      1. inung

        Saya agak bisa mengira-ira , sebetulnya MAs dedi ini gak kenceng banget ttg tahlil, cuma ga suka kalau tahlilan dalam rangka 7, 40,100 atau 1000 hr dianggap bidah , sedang bidah itu sesat. Lalu merasa dianggap sesat dan kafir , lalu tak setuju berat, begitu ya?

      2. dedi

        ya itu gadis baik ….. dah jangan bilang lagi kata itu … di dunia ini ga ada yang tidak bi’dah …. cuma pura2 ga ngerti … sebenarnya lebih baik ke mudharat dan manfaat seperti membukukan Kitab Alquran juga merupakan hal yang baru …. kata itu kita buang jauh2 … kalo faham ana sama perpaduan seperti inung … bahkan cenderung tidak melaksanakan … tetapi bila saudaraku seIslam ada yang bilang kata itu dalam bahasa indonesia, sebut2 neraka lagi itu penghinaan …. aku kan bela habis2san … merendahkan orang lain seIman ciri orang ilmunya masih belum ……… bi’dah yang mesti kita luruskan seandainya menyangkut perkara wajib …. kan lebih bagus jika masalah ini dikaitkan dengan kontektual (mudharat dan manfaat)… tidak akan menyinggung saudara kita .. daripada petantang petenteng dengan dalil2 yang menggurui pembaca juga dah pada tahu semua …. yang gadis baik utarakan tentang aku 100% benar …. aku minta maaf ternyata dugaanku tentang dirimu tidak setepat yang gadis baik kira ….

      3. dedi

        sekali lagi aku mohon maaf … dan kuucapkan syukur Alhamdulilah kpd Allah ternyata masih ada yang mau tahu tentang diriku dengan segala kekuranganya … apa yang kuucapkan ternyata dibalas dengan kesjukan …. kata2 itu kusadari memang tak pantas diucapkan namun ini semua tidak lain maksudku untuk mengingatkan bahwa janganlah merendahkan orang lain dengan ilmu kita …
        Rahmat dan ampunan Allah senantiasa menyertai anda sekeluarga selamanya …. dan semoga Allah mengabulkan segala keinginan anda yang belum terkabulkan
        Amiin

      4. inung

        MAturnuwun, doanya bagus banget. Amin3 Yaa Robbal alamin. Begitupun MAs Dedi sekeluarga semoga senantiasa dilindungi Allah SWT, dirahmati , diridhoi amalnya, begitupun saudara2 kita sesama muslim.
        Allahummaghfir lil muslimin wal muslimat, wal mukminina wal mukminat, al akhya-i minhum wal amwat..

  13. Dedi Juga

    @ dedi
    eh ded lu orang NU ya………xixixix.
    Tenang aja ded, lu sama kok kayak ane…..masih seneng ikut ACARA TAHLILAN, kan enak kadang dapet kardusan nasi komplit…..kadang kardusan roto…..kadang bingkisan sarimi telor ma beras…….lumayan buat oleh oleh keluarga. Pa lagi kalo undangan tahlilannya dari keluarga kaya……wuuiiihhh nomer atu deh duduk paling depan. Udah ngebayangin dapet makanan enak enak. Kl undangannya dr keluarga biasa biasa aja …….ane agak agak MALES gitu……..palagi kl paling disono cmn dikasih air teh aja, waahhh gak mo dateng lagi aah. Mending kongkow kongkow ma temen. Dirumah aja ada kl cmn AIR TEH doang…….ya nggak ded?………….he he he…..

    1. dedi

      di kampung ana ga dipungut biaya sepesrpun pada acara tahlilan ….. itu pendapat perut ente yang kena sakit maag … bayanganya cuman makan doang..

  14. inung

    ketahuan mana yang santun dan mana yang ngamuk …
    mana yang ngotot, mana yang empuk. Doyan dimakan, nggak doyan tinggalkan, he..he..

    1. dedi

      ketahuan sekarangnya pelitnya cari2 alasan padahal intinya pada pelit ga mau ngeluarin sodakoh … pinginnya disumbang terus … ngaku2 lurus ngaku2 ga bidah ….padahal pura2 ga ngerti hatinya kecilnya ngaku wek wek wek wek wek wek wek wek wek wek .. pamer2 dalil tahunya peliiiit ….. xixixixxixxixxi wekwek wek wek …………wekwek

    2. dedi

      ketahuan pengecutnya ketahuan keroyokannya ketahuan golongannya ga berani sendiri … he he he he he he he ……. mau kacih tahu ciapa lagi? mau berapa orang lagi ? ciapa takut

    3. dedi

      GUE CUMAN BALAS KOK, NUNG … ORANG LAIN COPAN YA GUE LEBIH CANTUN .. ORANG LAIN KURANG AJAR YA GUE BIANGNYA KURANG AJAR .. SEBAGAI BALASAN JHA SUPAYA GA SEENAKNYA NGOMONG …HIX HIX HIX … EH, NGOMONG2 JENGGOT LU GA ADA, NUNG ? TERBAKAR YA ?…. HIX HIX HIIX ….. MAAF DEH …… KASIH TAHU LAGI2 TEMAN2 DEH TUK SERANG GUE … GUE GA PERLU BANTUAN SIAPA2 SIH ….. HEHEHE ENUNG EH MAAF ANUNG WAH SALAH LAGI INUUUNG GITU “KEBAKARAN JENGGOT YA”…….

      1. inung

        Mas Dedi, saya tu ga punya jenggot wong saya ukhti. Saya cuma ingin kita sesama muslim tidak terpancing dengan perbedaan sehingga timbul perpecahan. Wong yang jelas2 kafir aja kita ga bisa maksa kok. Maksud saya, kalau kita balas kasar juga , lalu bedane opo? Ngikuti pidatonya KH Hasyim Muzadi nggak? bagus kan? itu namanya pemimpin umat. MEnurut saya ukhuwah sangat penting untuk dijaga, Simpan energi untuk berbuat seperti mantan PBNU itu menurut saya bagus. bertrabakan dalam berpendapat itu akan mendewasakan kita, setuju ambil, ngga setuju tinggal. Ada yang muni-muni (coment2) menyakitkan, esemi wae. Oya, ini FB ku Nurrokhmah Hanni, afwan..

      2. dedi

        wah .. maaf calah dikirain ada jenggotnya ….. gua di sini ga atas namakan ciapa2(NU, MUHAMADIYAH, PERSIS, PUI, LDII) GUE DI SINI ATAS NAMA GUE SENDIRI , GUE PERNAH BERGURU KEPADA SEMUA YANG DIATAS , AGAMA GUE ISLAM …. KETIKA WONG ISLAM NGATAIN WONG ISLAM SESAT ITU SUATU PENGHINAAN ,, INI PENDAPAT GUE JADI INUNG GA BERHAK NGUSIR GUE DARI SINI ….. MAKASIH FB NYA TAPI GUE GA TERTARIK … KARENA SECARA TIDAK LANGSUNG LU JUGA TELAH ANGGAP GUE SESAT … ITU PERANGAI GUE KARENA DI SINI GUE DIANGGAP SESAT YA COMENTNYA GA PERLU BAIK … MAKSUDNYA SUPAYA TIDAK SEENAKNYA JHA MERENDAHKAN
        ORANG … CEKALI LAGI GUE DISINI ATAS NAMA PRIBADI GUE … JADI LU GA BERHAK NGUSIR GUE … MAAF KATA2NYA YA DARIPADA MULUT MANIS HATI IBLIS …. MENDING KAYA GINI …. SETELAH LU MINTA MAAF ATAS PENGUSIRAN LU BARU GUE BUKA FB LU ….

    4. dedi

      GITU AJA YA ONUNG EH INUNG DOYAN BACA COMEN GUE GA DOYAN TINGGALKAN .. GA PERLU KEBAKARAN JENGGOT …..

      1. inung

        Demi Allah saya ga punya niatan ngusir sampeyan, juga ga ngatain sampeyan sesat walaupun ga langsung, tapi kalau memang semua orang dianggap musuh, semua kata2 dianggap salah yo monggo saja. tinggalkan itu maksudnya jangan diambil , bukannya minggat. Saya tidak anggap sampeyan kafir, saya tidak ngusir. itu persepsi MAs Dedi sendiri. KAta-kata kita adalah cermin diri kita, foto kita. SAya cuma menyampaikan, diambil monggo, tidak juga monggo. KAlau Nama Allah ga direken juga ya apa boleh buat. BTw, Mas Dedi sensitif banget, orang jawa ya?, tapi kok galak.., oh ya, fbku dah ga terlalu aktif , sekarang lebih seneng baca2 blok apa web buat nambah ilmu. Njenengan punya blog apa ?

  15. alfan

    mas dedi
    saya liat komentar njenengan ini menggambarkan bagaimana keadaan diri njenengan. gak mau menerima dalil-dalil yang telah shohih.

    ya jujur, saya dari keluarga yang amalannya terdapat tahlilan dan seterusnya. ya seperti yang mas dedi sampaikan, hasil dari amalan2 bid’ah itu. tapi bukankah qt harus berubah? bukan kah kita ada upaya untuk mencontoh nabi dan patuh pada nabi?

    “sombong” dalam hadist adalah “menolak kebenaran dan merendahkan orang lain”…monggo kita berkaca pada hadist tersebut…

    yang saya ketehui artikel di web ini tidak menyalahkan orang lain atau menjelek2kan orang lain, tapi memaparkan kebenaran yang telah asing di mata umat muslim sendiri….bukankah ada perintah Allah untuk ber-‘amar ma’ruf dan nahii munkar??

    allahu muwwafiq

    1. dedi

      Ya sukur kalo gambaran saya antum tahu…. antum lebih baik …. Ana cuman balas mas Alfan … harus adilah jangan lihat sebelah mata ….. jika you jadi me … i jadi you ….ana jadi ente … ente jadi ana ….. pikirkan ? siapa yang dulu merendahkan orang lain anggap sesat? kemunkaran nyata lebih banyak daripada ngurus yg ini …. kaya ada kerjaan jha ….

    2. Mas Pranu

      Assalamualaikum mas Alfan,
      Memang benar mas, saya bisa ketahui dari tulisan dan gaya bahasa seorang muslim sejati dengan seorang yang …. …. …..(maaf saya tak sampai hati menyebutnya)
      Kalau memang muslim, gaya bahasanya penuh nasehat sebagai penerus hidayah Allah bagi muslim lainnya. Beda dengan yg sudah jauh tersesat, bahasanya kesana-kemari tak ada arah, penuh kebencian, apalagi dengan yg tak sepaham.

      Kita sangat prihatin,… masih banyak di negara kita ini bahkan di dunia ini, orang-orang seperti Sdr Dedi itu, sebagai korban dakwah yang salah..

      Marilah kita doakan Saudara kita itu agar mendapat petunjuk Allah bila masih mengakui-Nya sebagai tuhannya dan masih mengaku Muhammad sebagai RasulNya.

      1. dedi

        OOOOHHHHH ADA DAWAH YANG SALAH JUGA YA ? ADUH PANDAI SEKALI ORANG INI !!! KALO BELUM TENTU BENAR SALAHNYA TERUS KITA CAP ……. COBA AYO TEBAK APA NAMANYA ? ADA YANG TAHU GA ? YANG JELAS TANPA LIHAT DENGAN SENDIRI DAH BISA SEBUTKAN DA’WAH YANG SALAH ? WAH, HEBAT SEKALI MANUSIA INI ………. HE HE HE HEXIXIXIXIXIXI …… ADA KORBANYA LAGI … LUCU YA ADA KORBAN DA’WAH? JANGAN2 DAH DA KORBAN DA’WAH LU JUGA ? HE HE HE HE HE (MAAF UNTUNG GUE BUKAN KORBAN DA’WAH LU ….HE HE HE HE HE HE HE ……

      2. Abah Agus

        Innalillahi wa inna ilaihiraji’un, ana malu pada diri sendiri dan harus banyak istigfar karena hanya membuat kita saling menghujat, membenci, dan memaki sesama muslim…….

    1. Mas Pranu

      Iya ya nDre… betul kamu, ngapain ya debat-debat…
      ngapain juga kasih komen kalo tak setuju dengan artikel ini..
      tinggalin aja beres… dan tak usah baca-baca lagi blog ini..

      Saya yakin yg buka blog ini pastilah para pencari hidayah Allah
      tapi saat menemui artikel yg bertentangan dengan kebiasaannya hatinya jadi panas…

      Wassalamualaikum bagi Saudaraku semua…

      1. dedi

        wek wek wek …. Kita sangat prihatin,… masih banyak di negara kita ini bahkan di dunia ini, orang-orang seperti pranu itu, sebagai korban dakwah yang salah…… kok doanya jadi terbalik dulu ngedoain gue ke neraka sekarang petunjuk allah ….. gue ga perlu doa dari orang sesat …. gue ga perlu doa dari golongan setan …. masih banyak orang soleh yang doain gue ………… elu nuduh gue sesat apak gak terbalik … xixixixixixixixixixi wek wek wek …… kalo ga mau …. bukankah elu golongan setan …. wek wek wek wek wek

    2. Iwan

      Yo opo sih do dabat kusir
      klo liat tulisane si dedi iku dari awal sampe akhir, ibarate tikus kesasar di tmpt yg bersih dan terang penuh cahaya… ha ha ha…
      Jadi bingung, … salah paham dan lari nabrak-nabrak…
      Maklum biasa cari makan di lorong gelap sih……..
      Dari gaya bicaranya aku yakin dia bukan NU..
      Aku yg sehari-hari di lingkungan NU saja tak spt itu..
      dan tetap merasa sejuk baca-baca situs ini…
      biasa juga ikut tahlilan tapi tak pernah sampai ke hati…

      1. dedi

        mang gue tanyain … ya terserah lu mau dari NU MUHAMADIYAH , PERSIS. GR LU YA …… KOK ORANG LURUS TULISANYA KAYA GINI … HE HE HE HE HE ….. KALO GUE KAN ORANG SESAT PANTAS NULIS KAYA GINI …HE HE HE HE HE ….. LU ANJING YA ? …. CARI MAKAN LU LEBIH JELEK DI KUBANGAN TINJA … HE HE HE HE … MAKLUM ORANG SESAT… COMENT NYA WAJAR KAYA GITU …. ORANG LURUS COMENT KAYAAA GITU? MALUUUU KATANYA UMAT NABI MUHAMMAD? MALUUUUUUU BILANG TIKUS… GA SADAR DIRINYA SEEKOR ANJING YANG MENCARI MAKAN DIKUBANGAN TINJA ……… GUG GUG GUG UIHK UIHK

      2. inung

        Mas Iwan, saya juga blasteran NU-Muhammadiyah. Perbedaan seperti itu adalah makanan sejak kecil. Kalau ngaji juga kadang2 dikasi usrtadz yg maternya tabrakan, pertama ya bingung, tapi lalu belajar nimbang2, pas kuliah ketemu teman aliran keras, berhukum dg non quran kafir, dsb, pokoke kafir kabeh, itu saya jadikan tambahan ilmu. Ilmu seluas langit dan bumi, yang kita tahu cuma seujung kuku. MAncing ikan tapi airnya ga keruh memang ga gampang..

      3. iwan

        Iya mbak Inung, memang kalo kita selalu merasa ilmu kita masih sedikit maka pikiran kita selalu siap menyerap ilmu dari manapun, dari golongan apapun…
        Aq sebenarnya prihatin dg banyak golongan dalam Islam yg saling sombong dengan pemahaman ilmunya masing-masing. Bukankah Islam itu sumbernya cuma satu, wahyu Allah yg diturunkan pada Muhammad untuk disebar luaskan pada manusia… maaf ilmuku cuma ini jadi setiap ada tambahan ilmu Islam dari manapun datangnya, selama itu masih menyebut sumbernya dari Alquran dan hadist shahih, selalu ku pelajari dan kumengerti, Walau lingkunganku NU aku sangat suka baca-baca blog yang mengajak memurnikan amalan ibadah hanya sesuai tuntunan rosulullah… maaf ini hanya masalah pemahamanku saja…
        salam kenal, wassalam…

  16. Iwan

    @ dedi
    Assalamualaikum, kenapa km merasa dikatain sesat, klo qbaca semua koment di sini tak ada yg ngomong kamu sesat, gak ono kata2 dedi sesat. Kok ono wae wong GR…
    Ya maafin aja mereka itu… kita sama2 muslim itu bersaudara…
    Emang sesat itu tempatnya di neraka, tapi apakah tahlilan itu sesat…?
    orang doain muslim lainya kok sesat… ya ngga tau sih jalan pikiran mereka itu… kita berdoa aja agar selalu diberi petunjuk Allah…

    1. dedi

      Pake kaki pa pake otak bacanya … atau ga bisa nyimak bacaan …. mang ga da yg langsung ngomong ke gue tapi kalo dipikir oleh orang yg berotak pada siapa lagi kata itu kalo bukan ke gue sebab gue yg dulu coment di sini …. kalo belum bisa nyimak jangan coment deh !!!!!! malu …… he he he ……… emang baru kali ini yg langsung sebut gue sesat yaitu LU …. supaya satu2 gue sekarang yg bilang IWAN SESAT IWAN SESAT IWAN SESAT … YA MAAF KALO KELEBIHAN SATU LAWAN 3 YA BONUSNYA DUA …. BENAR KAN GUE BILANG BERAPA RATUS ORANG LAGI KE DEPAN YG GUNAIN KATA SESAT?

  17. fki ahmad

    astaghfirullohaladzim,,,,,,wahai saudaraku semua akhiri perdebatan ini,semua hanya akan menjauhkan kita dari tuntunan Alloh…
    mari kita introsfeksi dengan amal kita masing-masing janganlah saling menyalahkan satu sama lain dan mari kita hanya mengingat kan mana yang baik,,,dan mana yang bathil……ya Alloh lindungilah kami dari segala godaan syaetan dan antek2nya tuntunlah kami tetap istiqomah pada jalanMu Ya Robb…..

    1. dedi

      KATANYA GUE MABOK GI MN NEH ?….. MAKASIH MASIH ANGGAP ANA SAUDARA … GINI JHA KO TEGA ORANG YANG MASIH SHOLAT, MASIH PUASA, NAIK HAJI, MASIH BERZAKAT, MASIH BACA ALQURAN, MASIH BEZIKIR … MASA CUMA KARENA MEREKA MELAKSANAKAN TAHLILAN” TEGA MENCAP MEREKA SESAT” DENGAN ALASAN APAPUN TETAP MAKSUD SESAT DI SINI DITUJUKAN KPDA MEREKA YANG MELAKSANAKAN TAHLILAN …. PANTASKAH KATA ITU UNTUK MEREKA? BUKANKAH LEBIH BAIK KITA BERDOA SEMOGA AMALAN MEREKA DITERIMA ? BUKANKAH LEBIH BAIK KITA SERAHKAN KEPADA ALLAH YANG MAHA PENGAMPUN ….

      ANA MAU BERTANYA ? KUTIPAN ANTUM mari kita hanya mengingat kan mana yang
      baik,,,dan mana yang bathil ….
      MAKSUD BATHIL DI SINI PAAN? APAKAH MASIH DITUJUKAN
      KEPADA BAHASAN INI … KALO BENAR …. PERANG BELUM
      BERAKHIR …. YANG MAU MAJU LAGI SILAKAN … BARU SATU
      ORANG YANG MEMINTA MAAF …… TERNYATA MASIH DA YANG MENGHARGAIKU WALAUPUN COMENTKU SUDAH KELEWATAN …
      SEBAGAI MASUKAN JHA SUPAYA TIDAK SEENAKNYA JHA MENGANGGAP ORANG LAIN SESAT

  18. kalau apa-apa yang tidak pernah dicontohkan dan dilakukan oleh nabi adalah bid’ah.. dan bid’ah adalah sesat.. coba dong ane mau tanya… dalil/hadist yang menyatakan Nabi SAW mencontohkan membaca Al-Qur’an dalam bentuk buku dan tolong dong perintah pembukuan Al-Qur’an… inggett… harus dari nabi… lhoo… tidak dari yang lain….

    1. Memangnya siapa yg mengatakan membaca Al-Qur’an dalam bentuk buku itu bid’ah sehingga perlu dalil untuk mengamalkannya.

      Perlu diketahui bahwa membukukan Al Quran dalam satu kitab itu adalah al maslahah al mursalah bukan bid’ah.

    2. dedi

      BENAR MAS ASWA SEBENARNYA MEREKA NGAKU DALAM HATINYA … HANYA PURA2 SAJA …. DI DUNIA INI GA ADA YANG GA BI”DAH ….. KECUALI ZAMAN NABI …. COMENT SAYA JUGA DIHAPUS KETIKA SUDAH TERDESAK ….. SIROTOL MUSTAQIM PENGECUT INGIN MENANG SENDIRI …. LUCUNYA LAGI NGAKU LURUS ITU MENURUT DIRINYA SENDIRI … SEMUA JUGA TUJUANNYA AL MASLAHAH AL MURSALAH … HE HE HE HE JADI LUCU YA …..

      1. Pengecut? pengecut dalam hal apa, debat? maaf saja kami ahlussunnah memiliki keyakinan bahwa seorang ahlusunnsh harus menjauhi perdebatan.

        Sebenarnya ana menunggu ente membawakan dalil atau fatwa yg membolehkan tahlilan teapi yg ada hanya cemoohan saja. semoga Allah memberikan hidayah untuk mengenal sunnah kepada ente.

    1. dedi

      AAAHHH DATANG LAGI ORANG DUNGU NIH…. KOK PADA DUNGU YA GA BISA MEMAKNAI HADIST SEPERTI ITU SAJA …. PASTI LU DISEKOLAHNYA SERING GA NAIK KELAS YA? HE HE HE PANTESAN ARTI HADIST BEGITU SAJA GA NGERTI ….. YA KALO ORANG BODOH MANG GITU OTAKNYA GA SANGGUP UNTUK BERPIKIR CERDAS … KATA ORANG A YA A …. WEK WEK WEK

  19. Uwail

    ded, kalo emang ga ada sunnahnya ngapain sih bikin bikin lagi? islam tuh udah sempurna ga usah di tambah tambahin, kalo ente nambah nambahin berarti ente bikin catatan kaki di al-qur’an, imam syafi’i bilang bid’ah hasanah dan sayyiah itu untuk masalah dunia, bukan masalah agama, agama mah jangan ditambah tambah, udah kalo rasul pernah lakuin kita ikutin, kalo rasul ga pernah lakuin ya kita tinggalin, daripada amalan situ tertolak….

    1. dedi

      hehehe ….. mang lu Allah tahu amalan kan tertolak …. dah deh urus dulu amal lu .. dah bener belum sholat lu daripada ngurus amalan orang lain …. wekwewk wek ……. ente dungu ga ngerti masuk terolak di sana …. belajar lagi deh …. tuh coment gue yang benernya dihapus ….. pada takut nih … shirotolmustaqim takut coment gue dihapus …. makna hadist kaya gitu jha masih salah … makanya belajar yang benar …. baru tahu hadist gitu aja dah sombong ….. tambah lagi disini orang dungu yaitu si UWAIL ….. HE HE HE HE HE HE …COMENT GUE YANG BENERNYA DIHAPUS … APAK GA MALU TUH …. TERNYTA SHIROTOLMUSTAQIM PENGECUT YA …… GA MAU KALAH …. GA NYANGKA SIROTOLMUSTAQIM PENGECUT ….. DAH MAU KALAH KOK DIHAPUS …. MALUUUUUUUUUUUU

  20. iwan

    untuk dedi
    assalamualaikum… itu betul kata mbak inung… emang dedi itu sangat sensitif yaa… maaf ya ded, kalo aku ngibaratkan dengan yg jelek itu ya karena komenmu sendiri. jujur saja aq sama sekali tak termasuk orang yg geram dg balasan komenmu padaku… he he he. aq malah makin geli mbacanya… he he he…
    Kalo yg komen mengenai kesesatan itu ya karena pemahaman mereka dan aq juga pernah baca ada hadistnya, aq yakin mereka tak bermaksud ngatain kamu seperti yg kamu sebut itu… jadi tak perlu berprasangka lah… sekali lagi aq yakin mereka cuma mengungkapkan ilmunya. Jadi jangan terlalu menyalahkan mereka… toh yg mereka nukil juga dari pedoman agama kita juga…
    kalau kita mau sedikit mendinginkan perasaan/emosi kita dan kita selalu merasa belum sempurnanya ilmu kita alias masih selalu merasa memerlukan hidayah Allah, maka insya Allah komen-komen mereka tidak akan menyinggung perasaan kita malah sebaliknya bermanfaat menambah ilmu kita. Tapi ya monggo semua itu terserah pada kita sendiri… bagaimana pemahaman kita.
    Kalo pandapatku ya ded… maaf… selama mereka masih sama syahadatnya dg kita dan (insya Allah) selama mereka masih sama2 sholat seperti kita maka aq akan berusaha mengerti pendapat mereka… dan apakah aq bisa memahaminya itu tergantung aq sendiri, dan kalo belum sepaham ya aq tak boleh tersinggung lah ….
    Jadi yg berperan disini adalah masalah pemahaman masing-masing…
    lha kalo berdebat terus selama ngga ada kesepahaman ya gak akan bisa ketemu… ha ha ha ….
    Wassalam..

    1. dedi

      Yang otaknya dungupun tahu dengan alasan apapun tetap mereka anggap sesat itu ke tujuanya ke orang yang … ga tahu kalo lu di bawah dungu …ngomong gini setelah lu baca coment inung … dulu lu geram ma gue ngaku saja ..aku paling ga suka ma orang munafik kaya lu …. gue yang dulu pendapat kaya gitu … menurut si hanapi jelas bukan islam yang kaya gitu… dah de gue muak sama lu … orang munafik …. bilang sensitif mau apa itu urusan gue, semua orang juga dah baca hadist itu … nanti gue kutif ‘ maksud dari hadist itu ketika gue pertahankan desertasi dg seorang propesor yang tidak sefaham dg gue …. yang akhirnya gue lulus terbaik di sidang itu. tidak hanya itu gue juga dapat cumlaude …. sampai sekarang pak profesor selalu meminta pendapat gue bila dua orang yang saling besebrangan mengartikan dalil ataupun hadist untuk mencari titik temu … makna hadist di sana masih bersifat umum ….tapi selagi masih ada orang munafik di sini …. gue masih mending lihat dulu yg pandai2 disini, yg lurus2 disini … pamer dalil an hadist yg sebenarnya mereka sendiri belum faham makna sebenarnya ….. tapi dgn sombongnya bilang sesat sama orang, persis sperti lu ….
      kalo benar sperti inung sampai mengucapkan demi Allah …. ngaku lu sebenarnya geram ma gue …. uihk iuhk wek wek wek

  21. zahratun

    semoga kita slalu dpet pengampunan serta msuk surga smua, lebih teruntuk kawan kawan diatas yang menyempatkan waktu untuk membahas suatu kebaikan, semua pendapat kawan2 sangat benar sekali,

    1. dedi

      Amiin3 …. tank ZAHRA “ITU DOAKU YANG SELALU KUUCAPAKAN KETIKA SELESAI SHOLAT ” YA ALLAH, SEMOGA SHOLAT SEMUA KAUM MUSLIMIN DI SELURUH DUNIA DITERIMA, BAIK YANG SENDIRI MAUPUN YANG BERJAMAAH, YANG KHUSU MAUPUN YANG TIDAK, BAIK YANG BIDAH MAUPUN YANG TIDAK, YANG BACAANYA FASIH MAUPUN YANG TIDAK, TERIMALAH SEMUA AMALAN KAUM MUSLIMIN DI SELURUH DUNIA BAIK YANG BIDAH MAUPUN YANG TIDAK , BERIKAN AMPUNAN DENGAN MAGFIROHMU …..

      TERNYATA ZAHRA LEBIH PANDAI DARIKU …. TERNYATA AKU SEKARANG TIDAK SENDIRI TERNYATA ALLAH BERIKAN JUGA ORANG2 KEPADA SEORANG TIKUS YANG BIASA MENCARI MAKAN DITEMPAT GELAP (DAN KESASAR KE TEMPAT BERSIH DAN PENUH CAHAYA, TAPI MENURUTKU INI SITUS PENGECUT… SIRITOL MUSTAQIIM PENGECUUUUUT) INGIN MENANG SENDIRI…
      PASTI COMENT INI JUGA KAN DIHAPUS …. SEBAB COMENT GUE YG BAIK SELALU DIHAPUS …
      GITULAH TABIAT SEORANG PENGECUT

      SEKALI LAGI MAKASIH ZAHRA YANG BAIK, MOGA ALLAH BERIKAN SEGALA YANG TERBAIK BUAT ANDA

  22. Syafi'i

    iseng iseng baca komentnya…

    jadi inget perkataan Imam Syafi’i saat menghadapi orang model-model yg bernama dedi..
    “Aku kalah dengan kebodohanmu”

    (mungkin imam syafi’i sambil geleng geleng kepala…)

    apalagi dengan mudahnya mengeluarkan “kata-kata” seperti itu…
    cerminan hatinya…wow sekali…

    1. dedi

      HE HE HE ….. LU NGATAIN BODOH KE GUE … BUKAN SOMBONG GUE DIKASIH KEPANDAIAAN OLEH ALLAH DARI SD SAMPAI SLTA SELALU RANGKING 1 …. DARI S1 SAMPAI S3 SELALU CUMLAUDE … GA TERBALIK JUSTRU ALLAH LEBIH SUKA
      KEPANDAIAN DIBERIKAN KEPADA GUE DARIPADA KEPADA LU … KARENA KALO KEPANDAIAN DIBERIKAN KEPADA LU MUNGKIN AKAN LEBIH SEMENA2 SALAHIN ORANG MAKANYA ALLAH MAHA ADIL OTAK CERDAS ITU DIBERIKAN KEPADAKU …. HE HE HE
      LU TIDAK KALAH HANYA LU DUNGU, NAH KALO SIROTOL MUSTAQIM PENGECUUUUUUUT
      GI MANA MAU KALAH DAH KEPEPET DIHAPUS ……

  23. Ay

    cukup disini saja perdebatannya… saling bermaafanlah itu terbaik bagi kita dan dihadapan Allah… bukankah saling memaafkan itu ajaran Islam kita sudah tahu dan faham. salam untuk semua.. mohon maaf lahir dan batin…

    1. dedi

      TANK AY …. HATI ANDA BERSIH SEKALI … DUH BETAPA DAMAINYA SEMUA KAUM MUSLIMIN DI DUNIA JIKA MEMILIKI HATI SPERTI ANDA …. SEMOGA ANDA SELALU ISTIQOMAH MENJAGA KEBERSIHAN HATI ANDA DAN MOGA ALLAH SELALU MENJAGA
      SUCINYA HATI ANDA SELAMANYA ….

      SALAM JUGA AY ….. MOHON MAAFJUGA JIKA COMENKU KURANG BERKENAN DI HATI ANDA …..

Komentar ditutup.