Haramnya mengharap berkah (tabarruk) kepada selain Allah

Dari Abu Waqid al-Laitsi radhiyallahu’anhu, dia menceritakan: Dahulu kami berangkat bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menuju Hunain. Sedangkan pada saat itu kami masih baru saja keluar dari kekafiran (baru masuk Islam, pent). Ketika itu orang-orang musyrik memiliki sebuah pohon yang mereka beri’tikaf di sisinya dan mereka jadikan sebagai tempat untuk menggantungkan senjata-senjata mereka. Pohon itu disebut dengan Dzatu Anwath. Tatkala kami melewati pohon itu kami berkata, “Wahai Rasulullah! Buatkanlah untuk kami Dzatu Anwath (tempat menggantungkan senjata) sebagaimana mereka memiliki Dzatu Anwath.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Allahu akbar! Inilah kebiasaan itu! Demi Allah yang jiwaku berada di tangan-Nya, kalian telag mengatakan sesuatu sebagaimana yang dikatakan oleh Bani Isra’il kepada Musa: Jadikanlah untuk kami sesembahan sebagaimana mereka memiliki sesembahan-sesembahan. Musa berkata: Sesungguhnya kalian adalah kaum yang bertindak bodoh.” (QS. al-A’raaf: 138). Kalian benar-benar akan mengikuti kebiasaan-kebiasaan orang-orang sebelum kalian.” (HR. Tirmidzi dan beliau mensahihkannya, disahihkan juga oleh Syaikh al-Albani dalam takhrij as-Sunnah karya Ibnu Abi ‘Ashim, lihat al-Qaul al-Mufid [1/126])

Fasedah yang bisa diambil dari hadits :

1. Bertabarruk kepada pepohonan adalah syirik, demikian juga bertabarruk kepada bebatuan dan semisalnya.
2. Seorang yang telah berpindah dari suatu kebatilan yang selama ini menjadi kebiasaannya tidak aman bahwa didalam hatinya ada sisa kebiasaan itu.
3. Sebab peribadatan berhala ialah pengagungan terhadapnya, beribadah disisinya, dan bertabarruk kepadanya.
4. Terkadang seseorang memandang baik sesuatu yang dia anggap bisa mendekatkan diri kepada Allah padahal sebenarnya justru menjauhkan dia kepada Allah.
5. Seharusnya bagi setiap muslim bertasbih dan bertakbir jika mendengar kalimat yang tidak sepatutnya untuk diucapkan dalam urusan agama dan ketika merasa heran.
6. Pemberitaan dari Rasulallah tentang akan terjadinya syirik dalam umat ini. Dan sungguh kesyirikan itu telah terjadi.
7. danya bukti/tanda kenabian beliau, dimana kesyikan terjadi di tubuh umat sebagaimana yang telah beliau kabarkan.
8. Larangan menyerupakan diri dengan orang-orang jahiliyah, Yahudi dan Nasharani kecuali ada dalil yang menunjukkan bahwa itu termasuk ajaran agama kita sendiri.
9. Yang menjadi tolak ukur dalam hukum ialah makna (hakikat sesuatu) dan bukannya nama sebab Nabi menyamakan (hakekat) permintaan mereka dengan (hakekat) permintaan Bani Israil tanpa Nabi menoleh bahwa mereka menamakannya dengan Dzatu Anwath.

(Dinukil dari Kitab Tauhid dengan penjelasan faedah-faedah ayat dan hadits dari Syaikh Shalih bin Fauzan Al Fauzan)

Kesimpulan : Mengharap berkah (tabarruk) adalah ibadah yang merupakan hak Allah semata. Kalau ingin mengharap berkah mintalah kepada Allah jangan kepada selainnya. Haram hukumnya mengharap berkah kepada selain Allah karena itu adalah syirik, wallahu ‘alam.,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s