Batilnya berdoa kepada kuburan

Di zaman ini banyak kaum muslimin berdoa kepada kuburan sebagai perantara (tawassul) atau berdaoa langsung kepada kuburan. Padahal rasulullah dan para sahabatnya tidak pernah mengerjakan amalan tersebut.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata :

Barang siapa memperhatikan kitab-kitab hadits dan riwayat-riwayat sahabat serta mengetahui keadaan generasi salaf, niscaya akan memperoleh keyakinan kuat, bahwa generasi salaf tersebut sama sekali tidak pernah meminta tolong kepada kuburan dan tidak pernah memanjatkan do‘a kepada orang-orang yang telah dikubur itu. Bahkan mereka melarang orang-orang bodoh di kalangan mereka melakukan hal tersebut.

Orang yang berdo‘a di kuburan-kuburan dan menganggap tempat itu lebih baik dari yang lain, maka perbuatan itu tidak lepas dari salah satu dari anggapan berikut:

1.Menganggap bahwa tempat tersebut lebih utama. Anggapan semacam ini tidak boleh. Pada masa sahabat, tabi‘in dan abad berikutnya –tiga abad pertama yang terbaik– tidak dikenal adanya anggapan keutamaan tempat-tempat tertentu dan baru dikenal pada generasi abad berikutnya. Seseorang tidak boleh beranggapan adanya tempat-tempat tertentu yang punya keutamaan, lalu melakukan ibadah di tempat itu dengan harapan mendapatkan segala kebaikan, lebih-lebih berdo‘a di tempat itu. Karena hal yang merugikan seseorang bisa terjadi dengan sebab apa saja.

2.Jika tempat tersebut tidak disukai, bagaimana mungkin orang-orang itu mau berdo‘a di tempat itu? Mereka meyakini adanya keutamaan berdo‘a di kuburan-kuburan, bagaimana mungkin mereka melakukannya kalau bukan karena menginginkan kebaikannya? Tentu anggapan semacam ini suatu yang tidak masuk akal, baik menurut syari‘at maupun menurut fitrah.

3.Jika berdo‘a di tempat-tempat tertentu tersebut tidak dianggap lebih baik, maka berdo‘a di tempat itu tetap saja sesat dan dosa. Hal ini sebagaimana dia memilih tempat tertentu yang lain yang tidak dianggap ada keutamaanya untuk berdo‘a, lalu sengaja berdo‘a di tempat itu, seperti misalnya tempat pertemuan anak sungai, gerumbul, tengah-tengah pasar, pinggir jalan dan lain-lain.

Terdapat beberapa ayat Al-Qur‘an yang menjelaskan masalah ini, antara lain:

1. Pada surah Asy Syuuraa ayat 21:

“Apakah mereka mempunyai sekutu yang membuat syari‘at agama tanpa izin dari Allah untuk mereka.”

Allah tidak membuat syari‘at yang membenarkan mereka berdo‘a di kuburan-kuburan dan tidak pula menganjurkan perbuatan tersebut, lalu siapakah yang telah membuat syari‘at yang tidak diizinkan oleh Allah untuk mereka.

.2.Pada surah Al A‘raaf ayat 33

“Katakanlah (Muhammad), Tuhanku hanya mengharamkan semua yang keji, baik yang nyata maupun yang tersembunyi, perbuatan dosa dan melakukan kezhaliman tanpa hak serta melarang kamu menyekutukan Allah dengan sesuatu yang Dia tidak menurunkan kekuasaan sedikitpun, dan mengharamkan kamu mengatakan sesuatu atas nama Allah tentang hal-hal yang tidak kamu ketahui.”

Beribadah di kuburan-kuburan termasuk perbuatan menyekutukan Allah dengan sesuatu yang sama sekali tidak dapat memberikan kekuasaan. Karena Allah tidak pernah memberikan argumen (hujjah) yang berisikan pembenaran berdo‘a di atas kuburan-kuburan dan keutamaan tempat tersebut dari yang lain. Maka barang siapa berbuat demikian itu dengan anggapan termasuk ajaran agama Allah, maka orang tersebut telah berdusta atas nama Allah tentang hal yang tidak dia ketahui.

(Dinukil dari Mukhtarat Iqtidha’ Ash-Shirathal Mustaqim karya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah)

Iklan

9 pemikiran pada “Batilnya berdoa kepada kuburan

  1. khairil anwar

    berarti sekrang banyak orang yg berziarah ke makam ulama trz meminta rizki itu salah dnk ? & kalau kita ziarah , berdoa untuk yg mninggal saja hukumnya gmn tu ? tolong pencerahannya,,syukron..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s