Fatwa-fatwa Ulama Besar Tentang Ikhwanul Muslimin

Al-Ustadz Qomar ZA, Lc

Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz t
Beliau ditanya: “Semoga Allah memberikan kebaikan kepadamu. Hadits Nabi n dalam hal perpecahan umat: ‘…Akan berpecah umatku menjadi 73 golongan. Semua di neraka kecuali satu… dan seterusnya.’ Apakah Jamaah Tabligh dengan kesyirikan dan bid’ah yang mereka miliki, juga jamaah Ikhwanul Muslimin dengan kekelompokan mereka dan ketidaktaatan kepada penguasa… Apakah dua kelompok ini masuk ke dalam kelompok-kelompok yang binasa?”

Jawab: “Masuk ke dalam kelompok yang 72 (tujuhpuluh dua). Dan siapa saja yang menyelisihi aqidah Ahlus Sunnah wal Jamaah maka masuk yang 72 kelompok. Yang dimaksud dengan kata ‘umatku’ adalah umat ijabah, yakni umat yang menyambut seruan Allah I dan menam-pakkan diri bahwa mereka mengikuti Nabi n. Mereka ada 73 golongan. Yang selamat adalah yang mengikuti beliau n dan istiqamah di atas agamanya. Sedangkan yang 72 golongan, di antara mereka ada yang kafir, ada yang ahli maksiat, ada yang ahli bid’ah, bermacam-macam.”
Penanya: “Yakni, dua kelompok ini termasuk dari 72 golongan itu?”
Jawab: “Ya, termasuk dari 72 golongan itu.”
(diambil dari salah satu rekaman pelajaran Al-Muntaqa di kota Tha‘if, 2 tahun sebelum wafat beliau)

Asy-Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani t
Beliau t berkata: “Tidak benar bila dikatakan bahwa Ikhwanul Muslimin termasuk Ahlus Sunnah, karena mereka memerangi As-Sunnah.” (diambil dari kaset Fatwa Para Ulama seputar Jamaah Tabligh dan Ikhwanul Muslimin, studio Minhajus Sunnah, Riyadh)

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-’Utsaimin t
Beliau ditanya: “Apakah ada nash-nash dari Al-Qur`an dan Sunnah Nabi n yang memperbolehkan berbilangnya kelompok-kelompok atau ikhwan?

Jawab: “Dalam Al-Qur`an maupun As-Sunnah tidak ada sesuatu yang mem-bolehkan berbilangnya kelompok-kelompok dan jamaah-jamaah. Bahkan yang ada, Al-Qur`an maupun As-Sunnah mencela hal itu. Allah I berfirman:

“Sesungguhnya orang-orang yang memecah belah agamanya dan mereka (terpecah) menjadi beberapa golongan, tidak ada sedikitpun tanggung jawabmu terhadap mereka. Sesungguhnya urusan mereka hanyalah (terserah) kepada Allah, kemudian Allah akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka perbuat.” (Al-An’am: 159)
Dan Allah I berfirman:

“Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka.” (Ar-Rum: 32)

Tidak diragukan bahwa kelompok-kelompok ini bertolak belakang dengan apa yang Allah perintahkan, bahkan apa yang Allah anjurkan dalam firman-Nya:

“Sesungguhnya (agama tauhid) ini adalah agama kamu semua, agama yang satu dan Aku adalah Rabbmu, maka bertakwalah kepada-Ku.” (Al-Mu`minun: 52)

Adapun ucapan sebagian orang bahwa tidak mungkin dakwah akan kuat kecuali jika berada di bawah kelompok/ organisasi, maka kami katakan: Ini tidak benar. Bahkan dak-wah akan semakin kuat setiap kali seseorang semakin bernaung di bawah Al-Qur‘an dan Sun-nah Nabi n serta mengikuti jejak Nabi dan para Al-Khulafa‘ Ar-Rasyidin.” (diambil dari kitab Jama’atun Wa-hidah la Jama’at, karya Asy-Syaikh Rabi’)

Asy-Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan hafizhahullah
Beliau ditanya: “Apakah jamaah-jamaah yang ada masuk dalam 72 golongan yang binasa?”
Jawab: “Ya, semua yang menyelisihi Ahlus Sunnah wal Jamaah berupa kelompok-kelompok yang mengatas-namakan Islam, (menyelisihi) dalam hal dakwah atau dalam hal aqidah, atau sesuatu dari pokok-pokok iman, maka ia masuk ke dalam 72 kelompok. Dan ia masuk dalam ancaman dan terkena celaan serta hukuman sesuai kadar penyelewengannya.”

Beliau juga ditanya: “Apa hukum keberadaan kelompok-kelompok seperti Jamaah Tabligh, Ikhwanul Muslimin, Hizbut Tahrir dan lain-lain di negeri muslimin secara umum?”
Jawab: “Jamaah-jamaah pendatang ini wajib untuk tidak kita terima, Karena mereka ingin menyelewengkan kita dan memecah-belah kita. Menjadikan yang ini ikut jamaah Tabligh, yang ini ikut Ikhwanul Muslimin, yang ini begini… Kenapa berpecah seperti ini? Ini termasuk kufur terhadap nikmat Allah I. Kita berada di atas satu jamaah dan agama kita jelas. Kenapa kita menjadikan yang rendah sebagai ganti yang baik?” (diambil dari buku Al-Ajwi-bah Al-Mufidah)

Asy-Syaikh Shalih Al-Luhaidan hafizhahullah
Beliau berkata: “Ikhwanul Muslimin dan Jamaah Tabligh bukan termasuk orang-orang yang berada di atas manhaj yang benar. Sesungguhnya seluruh jamaah dengan penamaan-penamaannya semacam itu tidak punya sandaran pada pendahulu umat ini.” (Diambil dari rekaman kaset Fatwa Para Ulama tentang Jamaah-jamaah dan Pengaruhnya di Negeri Al-Haramain, Studio Minhajus Sunnah, Riyadh)

Sumber : http://asysyariah.com/fatwa-fatwa-ulama-besar-tentang-ikhwanul-muslimin.html

Iklan

9 pemikiran pada “Fatwa-fatwa Ulama Besar Tentang Ikhwanul Muslimin

  1. Ibnu Hilmi

    kalau gak boleh ada kelompok, golongon, group…negara juga gak boleh, termasuk kerajaan Saudi Arabiya!!! Ada nashnya gak pembentukan kerajaan Saudi?

      1. Mansur

        Subhanallah, bukankah antum juga mengelompokkan diri dgn menamakan Klpk Salafi, bukankah ahlussunah waljamaah juga suatu pengelompokkan. Organisasi saja tdk boleh apalagi negara Arab Saudi yg jelas menurut sejarahnya saja melakukan bughot trhdp kekhilafahan yg syah, kmdn membentuk sistim kerajaan yg jls bertentangan dgn syara dan kebijakan luar negrinya selalu berpihak kpd negara kufur. Klw mau berfatwa kpd klpk lain ya fatwahi dulu negara yg mendanai dawah klp antum. Mengkufurkan suatu klpk hrs ada hujjah terlebih dahulu stlh ada kejelasan hukum diterangkan kpdnya. Brg siapa yg keislamannya tlh ditetapkan secara pasti, keislamannya tdk bisa digugurkan berdsarkan perkara yg meragukan. Bahkan keislamannya tdk bisa dihilangkan, kecuali stlh hujjah ditegakkan dan kesamaran hukum (syubhat) dihilangkan. (Ibnu Taimiyyah).

      2. Salafy dan ahlus sunnah wal jamaah adalah penamaan yg syar’i yg bersumber kepada Rasulullah dan para sahabatnya.

        Baca sejarah Arab Saudi dulu baru komen

        Memangnya lebih baik mana sistem kerajaan atau sistem demokrasi buatan Yahudi??? Tau diri sedikitlah di negara mana ente tinggal

  2. joni

    arab saudi sering di caci maki oleh kelompok islam yang hasad.mengatakan antek yahudi lah,amerika lah. Padahal sudah jelas di arab sono pake syariat islam.lah di indonesia? Sistem kafir.tapi kenapa mereka tak menghujat indonesia.

  3. ali

    asalamualaikumwarahmatullah,
    terima kasih d atas pandangan yang di hujjah. saya rasa jangan keterlaluan dalam mengecam samada kumpulan mana2 maupun negara. bisa saja mereka membawa kebaikan di satu sudut walaupun bukan dalam semua sudut.
    contohnya, apa alasan yg syarie bila kerajaan arab saudi untuk menyokong menumbangkan mursi yang dipilih rakyat mesir? dan sanggup membiarkan gaza dan palestin merana dan diganyang… adakah murah darah kaum muslimin? saya tidak rasa anda membuat penilaian yang baik dan adil….nampaknya cara penulisan saudara menjurus kepada kutukan kepada selain kumpulan saudara.
    saya khuatir jika kita cuba bermain api,,,yang akan hanya membakar diri. perlukah kita hanya cuba melihat orang lain semuanya salah tanpa fahami keadaan mereka?

    1. Wa’alaikum salam warahmatullah

      Itu adalah politik suatu negara dan saya tidak mau tahu menahu tentang politik

      Cukuplah semua orang tahu salah satu kebatilan dan kesesatan IM yaitu mengikuti demokrasi dan membuat partai yg merupakan ajaran yahudi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s