Kenapa orang jepang sangat rajin bekerja?

Jujur ini pertama kalinya ana menulis sejak ana membuat blog ini 4 tahun yang lalu. Selama ini ana hanya bisa copas dari situs atau blog salafy atau copas dari ebook karena memang ana tidak boleh sembarangan berbicara masalah agama. Baiklah langsung saja ana menulis.

Kita semua tau etos kerja orang jepang, mereka sangat rajin bekerja bahkan ada yg gila kerja (work alcoholic). Mereka juga lebih mementingkan pekerjaan mereka daripada keluarga sendiri, kenapa bisa begitu dan apa sebabnya?

Banyak sebabnya dan salah satu sebab mendasar adalah mereka tidak meyakini ada yang menjamin rizki mereka. Sehingga mereka menganggap pekerjaan atau perusahaan itulah yang mendatangkan rizki bukan Allah (wajar karena mayoritas orang jepang kafir). Beda dengan kita kaum muslimin yang dari kecil sudah ditanamkan keyakinan “rizki sudah diatur Allah” atau “rizki ada ditangan Allah”. Sehingga kita bekerja dengan santai dan terkesan malas.

Sungguh kasihan orang jepang mereka secara lahiriah terlihat sangat hebat dalam pekerjaan mereka akan tetapi secara batin mereka sangat takut, cemas dan khawatir kehilangan pekerjaan dan masa depan mereka di hari tua. Padahal rizki mereka juga sudah diatur oleh Allah akan tetapi mereka tidak mau meyakininya sehingga mereka menjadi budak perusahaan. Jadi jangan heran kalau mereka benar-benar sangat loyal kepada perusahaan tempat mereka bekerja.

Sekarang kita tau kenapa mereka sangat rajin bekerja bahkan berlebihan karena memang mereka tidak beriman kepada Rabb yang menjamin rizki mereka. Berbeda dengan kita seorang muslim, kita bekerja sesuai amanah tidak berlebihan dan tidak malas-malasan karena Allah sudah menjamin rizki kita seumur hidup.

Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah shalallah ‘alaihi wasalam bersabda :

“Proses penciptaan salah seorang di antara kalian di dalam rahim ibunya adalah selama empat puluh hari (berupa sperma); empat puluh hari kemudian berbentuk segumpal darah; dan empat puluh hari kemudian segumpal daging. Setelah itu, malaikat diperintahkan untuk mencatat amalnya, kadar rezekinya, usianya dan (nasibnya): bahagia ataukah sengsara. Kemudian roh ditiupkan pada segumpal daging itu.” (HR Bukhari; hadits sahih)

Seorang muslim seharusnya sadar bahwa keyakinan ini adalah nikmat besar yang harus disyukuri paling tidak menjaga sholat lima waktu berjamaah di masjid bagi laki-laki dan senantiasa menuntut ilmu agama.

Wallahu’alam

Iklan

8 pemikiran pada “Kenapa orang jepang sangat rajin bekerja?

  1. Memang benar yang dikatakan saudara q.
    Tapi ingat. Jngan hanya mengandalkan satu ayat. Islam sangat sempurna, tinggal kaum muslimin saja yang tidak mengerti.

    Di dalam islam, diperintahkan.
    Bekerjalah seperti engkau hidup selamanya.
    Beribadahlah seperti akan mati esok hari.

    Tidak begitu berbeda dengan orng jepang.

    Qta masih malas.

    Mohon maaf dn terima kasih.
    Share.

    #sampaikanlahwalaupuncumasatuayat

    1. 1. Islam tidak mengajarkan mengemis bahkan mencelanya, Rasulullah bersabda :

      قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَسْأَلُ النَّاسَ، حَتَّى يَأْتِيَ يَوْمَ القِيَامَةِ لَيْسَ فِي وَجْهِهِ مُزْعَةُ لَحْمٍ»

      ” Seseorang senantiasa meminta-minta kepada orang lain sehingga ia akan datang pada hari Kiamat dalam keadaan tidak ada sekerat daging pun di wajahnya.” Hadits Shohih (HR al-Bukhari no. 1474 dan Muslim no. 1040 (104))

      2. Tidak semua muslim mau menjalankan ajaran agamanya. Jangankan seorang muslim yg menjadi pengemis, seorang muslim yg tidak sholat saja buanyak.

      3. Walaupun mereka orang kafir bekerja bagaikan semut tapi belum tentu mereka bahagia bahkan kebanyakan mereka tidak bahagia karena tidak meyakini ada yg menjamin rizki mereka

      4. Seburuk-buruknya seorang muslim masih lebih baik dari orang kafir karena dosa kekafiran jauh lebih jelek dari dosa mengemis

      5. Lagipula kenapa membandingkan pekerja dengan pengemis?

    1. Tidak boleh karena kita harus menempuh sebab-sebab yang mendatangkan rizki yaitu bekerja. Lagipula bekerja untuk menafkahi keluarga adalah ibadah.

      Dan juga para sahabat mereka bekerja untuk mendapatkan rizki.

      Tawakkal yang benar harus menjalani sebab, contoh :

      Seseorang berkata kepada Nabi ShollAllahu ‘alaihi wa sallam, “Aku lepaskan untaku dan (lalu) aku bertawakkal ?” Nabi bersabda “Ikatlah kemudian bertawakkallah kepada Allah.” (HR. Tirmidzi dan dihasankan Al Albani dalam Shohih Jami’ush Shoghir).

      Jadi mendapatkan rizki harus bekerja lalu bertawakkal

  2. huda

    kita bekerja untuk mengharapkan ridho Alloh saja…dgn niat yg ikhlas untuk membantu kelancaran roda kehidupan semua makhluk seperti misal sopir bis yg membantu para penumpang untuk mengantarkan mereka ke tempat tujuan masing2…
    karena tujuan utama kita dihidupkan oleh Alloh hanya untuk mengabdi kepada masyarakat dan lingkungan sebagai ibadah kita kepada Alloh SWT disamping ibadah wajib kepada-Nya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s