Mengubur Janazah Di Dalam Masjid Adalah Sarana Kesyirikan

Dengan menyebut nama Allah, segala puji hanya milik-Nya. Shalawat dan salam semoga tetap tercurah kepada Rasulullah, keluarganya, dan setiap orang yang mengikuti petunjuknya, amma ba’du; 

Kami telah membaca “Koran Khurtum” terbitan tanggal 17/4/1415 H. Kami mendapatkan koran tersebut telah memberitakan tentang pemakaman Sayyid Muhammad Al Hasan Al Idris di samping makam ayahnya di dalam masjid mereka di kota Ummu Durman…dll. 

Sesuai dengan perintah Allah untuk saling menasihati sesama kaum muslimin, pengingkaran atas kemungkaran, maka dari itu, saya mengingatkan bahwa pemakaman janazah di dalam masjid adalah dilarang, karena hal itu adalah sarana kesyirikan dan kebiasaan orang-orang Yahudi dan Nasrani yang dilaknat Allah dan Rasul-Nya, sebagaimana dalam shahihaini dari Aisyah radliallahu anha dari Nabi beliau bersabda:
“Allah melaknat orang-orang Yahudi dan Nasrani disebabkan mereka menjadikan kuburan para nabi sebagai masjid”. 

Dalam kitab shahih Muslim dari Jundub bin Abdullah dari Nabi beliau bersabda:

Ketahuilah, orang-orang sebelum kalian membangun masjid di atas kuburan nabi-nabi dan oang-orang shalih di antara mereka, janganlah kalian membangun masjid di atas kubur, karena sesungguhnya saya melarangnya”.

Hadits yang semakna dengan ini sangat banyak.  Kewajiban setiap muslim di mana saja, pemerintah maupun rakyat hendaknya bertaqwa kepada Allah dan hendaklah berhati-hati terhadap apa-apa yang dilarang. Dan hendaknya mengubur janazah di luar masjid sebagaimana Rasulullah dan para shahabatnya mengubur janazah di luar masjid, demikianpula dengan para pengikut mereka dalam hal kebaikan. 

Adapun kuburan Nabi dan kedua shahabatnya Abu Bakar dan Umar bin Khatthab radliallahu anhu yang ada dalam masjidnya, ini bukan hujjah yang memperbolehkan mengubur janazah di dalam masjid, karena Rasulullah dikubur dalam rumahnya –di rumah Aisyah radliallahu anha– kemudian kedua shahabatnya dikubur didekatnya, ketika Al Walid bin Abdul Malik melakukan perluasan masjid dipenghujung tahun seratus hijriyah, dia memasukkan  kamar tersebut ke dalamnya, dan para ahlul ilmi telah mengingkarinya namun dia tetap berpendirian bahwa ini tidak menghalanginya untuk melakukan perluasan, permasalahannya sudah jelas dan tidak ada lagi yang perlu diragukan. Dengan demikian sangat jelas bagi setiap muslim bahwa Rasulullah dan kedua shahabatnya tidaklah dikubur di dalam masjid, dan kuburan mereka di dalam masjid disebabkan adanya perluasan dan bukan sebagai hujjah diperbolehkannya mengubur janazah dalam masjid, karena mereka bukan dikuburkan dalam masjid namun mereka dikubur  di dalam rumah Nabi, sementara apa yang dilakukan Al Walid tidak dapat dijadikan sebagai alasan oleh siapa pun karena hujjah hanya dari kitab dan sunnah serta ijma’ salaful ummah, semoga kita termasuk orang yang mengikuti jalan kebaikan. Kami telah memberikan nasehat agar terlepas dari tanggung jawab, ditulis pada tanggal 14/5/1415 H. 

Semoga Allah selalu melimpahkan taufiq-Nya pada kita, shalawat dan salam semoga tercurah pada Nabi kita Muhammad, keluarganya, shahabatnya dan para pengikutnya sampai hari akhir.

Dinukil dari Risalah Ilmiyah Syaikh bin Baz

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s