Makna Asy Syakir (Maha Mensyukuri)

(Ditulis oleh: Al-Ustadz Qomar Suaidi, Lc.)

Asy-Syakir (الشَّاكِرُ) adalah salah satu nama Allah l yang agung, al-Asma’ul Husna. Nama tersebut termaktub pada beberapa ayat dalam kitab suci al-Qur’an. Di samping itu, hadits Nabi-Nya yang mulia juga menyebutkan bahwa Allah l memiliki sifat tersebut.

Di dalam al-Qur’an juga disebutkan nama yang mulia, asy-Syakur (الشَّكُورُ):

“Dan barang siapa mengerjakan suatu kebajikan dengan kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri kebaikan lagi Maha Mengetahui.” (al-Baqarah: 158)

“Dan Allah itu Syakur lagi Maha Penyantun.” (at-Taghabun: 17)

Kedua nama di atas sama-sama berasal dari kata asy-syukr (الشُّكْرُ). Kata asy-syukr itu sendiri berarti menyanjung seseorang atas kebaikan yang dilakukannya kepadamu. Dikatakan pula bahwa hakikat asy-syukr adalah ridha dengan sesuatu yang sedikit. (Mu’jam Maqayis al-Lughah karya Ibnu Faris)


Asy-Syaikh as-Sa’di menjelaskan, “Di antara nama Allah l adalah asy-Syakir dan asy Syakur. Maknanya, Allah l mensyukuri amalan sedikit yang ikhlas, bersih, bermanfaat, dan memaafkan banyak kesalahan, serta tidak menyia-nyiakan pahala orang yang berbuat baik. Bahkan, Allah l melipatgandakan pahalanya dengan jumlah yang banyak tanpa hitungan.

Di antara bentuk syukur Allah kepada hamba-Nya, Dia membalasi satu kebaikan dengan 10 kali lipatnya sampai 700 kali lipat, bahkan sampai kelipatan yang banyak. Bisa jadi, Allah l membalasi amalan seorang hamba dengan berbagai pahala yang disegerakan sebelum yang tertunda, padahal Allah l tidak terbebani kewajiban membalas atas amalan hamba-Nya. Akan tetapi, Allah l yang mewajibkan atas diri-Nya sendiri sebagai wujud kedermawanan dan kemurahan-Nya.

Allah l juga tidak akan menyia-nyiakan pahala orang yang beramal apabila mereka berbuat baik dalam amalan tersebut dan ikhlas. Karena itu, apabila seorang hamba melakukan perintah Allah l dan melaksanakan ketaatan kepada-Nya, Dia akan membantunya untuk itu, memujinya, dan menyanjungnya, serta memberinya ganjaran dengan cahaya, iman, dan kelonggaran pada kalbunya. Selain itu, Allah l juga akan memberikan balasan berupa kekuatan dan semangat dalam tubuhnya, tambahan keberkahan dalam segala keadaannya, dan tambahan taufik dalam hal perbuatannya. Setelahnya, Allah l memberikan pahala yang ditunda tersebut di sisi-Nya dalam keadaan lengkap, tidak terkurangi.

Di antara bentuk syukur Allah l kepada hamba-Nya, seseorang yang meninggalkan sesuatu karena Allah l maka Dia akan menggantikan yang lebih baik darinya….” (Tafsir Asma wa ash-Shifat)

Al-Hulaimi mengatakan, “Asy-Syakir maknanya adalah Dzat yang memuji orang yang menaati-Nya, yang menyanjung-Nya, dan memberi pahala atas ketaatannya, semata-mata karena karunia dari-Nya. Adapun asy-Syakur adalah Dzat yang syukurnya terus-menerus dan meliputi setiap orang yang taat, baik ketaatan yang kecil maupun yang besar.” (al-Asma wash Shifat karya al-Baihaqi)

Al-Harras mengatakan, “Nama Allah asy-Syakur terdapat bersamaan dengan nama Allah al-Ghafur dalam firman-Nya yang menceritakan ucapan penghuni surga:

Mereka berkata, “Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan dukacita dari kami. Sesungguhnya Rabb kami benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.” (Fathir: 34)

Selain itu, nama tersebut juga didapati bersamaan dengan nama Allah al-Halim dalam firman-Nya:

“Dan Allah Maha Pembalas jasa lagi Maha Penyantun.” (at-Taghabun: 17)

Makna asy-Syakur adalah Dzat yang menerima amalan para hamba-Nya, meridhainya, dan mengganjarnya, bahkan melipatgandakannya dalam jumlah yang banyak sesuai dengan keikhlasan dan ketekunannya. Allah l berfirman:

“Sesungguhnya mereka yang beriman dan beramal saleh, tentulah Kami tidak akan menyia-nyiakan pahala orang-orang yang mengerjakan amalan (nya) dengan baik.” (al-Kahfi: 30)

Allah l telah mengumpamakan infak di jalan-Nya dengan sebuah biji yang tumbuh menjadi tujuh tangkai dan pada setiap tangkainya ada seratus biji. Lalu Allah l menyebutkan pada akhirnya:

“Allah melipatgandakannya bagi siapa yang Dia kehendaki.” (al-Baqarah: 261)

Firman-Nya di atas adalah pemberitahuan bahwa kelipatan tersebut bisa jadi melebihi ukuran tersebut, bagi siapa yang dikehendaki oleh Allah l. Dalam hadits yang sahih disebutkan, “Barang siapa yang menyedekahkan senilai satu butir kurma dari penghasilan yang baik—dan Allah tidak menerima selain yang baik—, Allah akan menerimanya dengan tangan kanan-Nya lalu mengembangkannya sebagaimana seseorang di antara kalian membesarkan anak kudanya hingga berkembang menjadi seperti gunung yang besar.”

Mahasuci Allah yang memberikan taufik-Nya kepada kaum mukminin untuk melakukan sesuatu yang Dia ridhai, lalu Dia mensyukurinya atas perbuatan tersebut dengan pahala-Nya yang bagus dan pemberian-Nya yang banyak, sebagai keutamaan yang murni dari-Nya, bukan kewajiban sebagai (timbal balik atas) amal seorang hamba. Bahkan, hal itu karena kewajiban yang Dia wajibkan atas diri-Nya sebagai wujud kemurahan dan kedermawanan-Nya. (Syarah Nuniyyah)

Buah Mengimani Nama Allah asy-Syakir

Mengimani nama Allah l tersebut akan semakin menumbuhkan rasa cinta kita kepada Allah l karena timbulnya kesadaran akan kebesaran karunia-Nya. Selain itu, beriman kepada nama Allah l tersebut akan menambahkan rasa syukur kita kepada-Nya karena amal kita yang sedikit akan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah l, dengan syarat ikhlas dan sesuai dengan tuntunan Rasulullah n. Dengan keimanan kepada nama Allah itu, mestinya seseorang semakin taat kepada Allah l dalam rangka bersyukur kepada-Nya, karena orang yang bersyukur adalah yang membalas kebaikan dengan kebaikan.

Lihatlah bagaimana Nabi n bersyukur kepada Allah l atas karunia-Nya. Beliau semakin bersungguh-sungguh dalam hal ibadah hingga membengkak kakinya karena shalat malamnya. Saat Aisyah x, sang istri, muncul rasa belas kasihnya kepada beliau ketika melihat hal itu, dia pun bertanya, “Mengapa engkau melakukan demikian, padahal Allah l telah mengampuni dosamu yang telah lalu dan yang akan datang?” Beliau menjawab, “Tidakkah aku suka untuk menjadi hamba yang bersyukur?”

Wallahu a’lam.

Sumber : http://asysyariah.com/asy-syakir/

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s