Bid’ah peringatan maulid nabi

Peringatan maulid Nabi  yang diadakan oleh sebagian orang, boleh jadi meniru golongan Nasrani merayakan hari kelahiran nabi ‘Isa as., atau boleh jadi karena mencintai dan mengagungkan Nabi . Perbuatan semacam ini tidak dilakukan oleh golongan salaf, padahal ada peluang untuk melakukannya dan tidak ada yang melarang. Sekiranya perbuatan ini baik atau ada dalil yang kuat dari agama, niscaya golongan salaf lebih berhak melakukan hal itu daripada kita.

Kaum salaf dahulu lebih mencintai Rasulullah  dan lebih memuliakan beliau daripada kita. Mereka lebih besar keinginannya untuk memperoleh kebaikan. Akan tetapi kecintaan dan penghormatan mereka kepada beliau cukup dilakukan dengan cara mengikuti, mematuhi perintah beliau, menghidupkan sunnah beliau lahir dan batin, menyebar luaskan ajaran beliau dan berjihad untuk Islam dengan hati, tangan dan lisan mereka. Inilah jalan kaum salaf dahulu, baik dari kalangan Muhajirin maupun Anshor dan mereka yang mengikuti jalan mereka.

Sebagian besar dari orang-orang yang bersemangat melaksanakan bid‘ah-bid‘ah semacam ini dan mempunyai niat yang sungguh-sungguh untuk mendapatkan pahala, ternyata mereka mengabaikan perintah-perintah Rasulullah  yang seharusnya dilakukan dengan sungguh-sungguh. Orangorang semacam ini dapat diibaratkan seperti seorang yang menghiasi mushaf Al-Qur‘an tetapi tidak mau membacanya, atau seperti orang yang membacanya, tetapi tidak mau mengikutinya. Dan mereka juga diibaratkan orang yang menghiasi masjid, tetapi tidak melakukan shalat di dalamnya atau hanya kadang-kadang saja. Atau ibarat orang yang memasang lampu dan meletakkan berbagai macam sajadah yang indah dan berbagai macam hiasan lain di masjid, padahal semua itu tidak diperintahkan oleh agama. Perbuatan tersebut ia lakukan hanya untuk mendapatkan pujian, kebanggaan dan menyibukkan diri dengan hal-hal yang merusak diri pelakunya sendiri, sebagaimana tersebut di dalam sebuah hadits:

“Tidaklah akan menjadi rusak amal suatu umat melainkan setelah mereka menghiasai tempat-tempat ibadah mereka.” (HR. Ibnu Majah, dihasankan oleh Suyuthi dalam kitab Al Jami’ Ash Shaghir 2/497)

Sungguh sebagian besar umat Islam di masa-masa akhir ini banyak yang terkecoh. Oleh karena itu, hendaklah anda perhatikan dua hal penting berikut ini:

1.Hendaklah anda selalu berpegang kepada sunnah Nabi  lahir dan batin, dalam urusan pribadi anda dan urusan orang-orang yang mematuhi anda serta perhatikanlah mana yang ma‘ruf dan mana yang mungkar.

2.Ajaklah manusia untuk mengikuti sunnah sesuai kesanggupan anda. Apabila anda melihat orang yang melakukan perbuatan bid‘ah dan ia tidak mau meninggalkannya bahkan melakukan bid‘ah yang lebih buruk dari itu, maka janganlah anda mengajak orang tersebut meninggalkan kemungkaran itu. Sebab hal ini akan menjadikan ia semakin bertambah melakukan kemungkaran atau bahkan meninggalkan perbuatan yang wajib atau sunnah. Padahal meninggalkan perbuatan yang wajib atau sunnah ini lebih berbahaya dari berbuat sesuatu yang tidak disukai agama (bid‘ah). Akan tetapi sekiranya di dalam perbuatan bid‘ah itu ada sedikit kebaikan, maka sedapat mungkin kebaikannya itu dialihkan kepada hal yang dibenarkan syari‘at. Karena hati manusia biasanya tidak mau meninggalkan sesuatu sebelum ada gantinya (yang lebih baik), dan seseorang tidaklah akan mau meninggalkan kebaikan sebelum ia mendapatkan kebaikan yang setara atau yang lebih baik lagi. Sesungguhnya orang-orang yang melakukan bid‘ah benar-benar telah melakukan sesuatu yang tidak disukai oleh agama. Begitu juga orang-orang yang meninggalkan sunnah Nabi , mereka adalah orangorang yang tercela. Di antara ketentuan-ketentuan agama itu ada yang wajib secara mutlak dan ada yang wajib secara terbatas, seperti shalat sunnah itu tidak wajib, tetapi kalau seseorang melakukannya, ia wajib memenuhi semua rukun-rukunnya. Banyak anda temukan orangorang yang memberantas bid‘ah-bid‘ah dalam hal ibadah, tetapi mereka tidak banyak mempraktekkan sunnahsunnah Nabi.

Sumber : Mukhtarat Iqtidha’ Ash-Shirathal Mustaqim karya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah

Iklan

2 pemikiran pada “Bid’ah peringatan maulid nabi

  1. as

    sekarang kita bertanya. Orang yg merayakan maulid selalu berkata. Kami ini pecinta Rasullullah , aneh bukan.
    Emangnya lebih tinggi mana kecintaan anda-2 itu jika dibandingkan para Sahabat Nabi SAW.
    Lalu dicari dalil-2 dari Al-Qur’an dan As-Sunnah ( mungkin saja Hadist Palsu / Dhaif yg dipakai ).
    pertanyaan selanjutnya , dalil itu sudah ada sejak zaman Rasullullah SAW , kenapa para Sahabat Nabi SAW ( apalagi Khalifah yang Empat : Abu Bakar As-Siddiq , Umar Ibnu Chattab , Ustman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib ) tak pakai , apakah para Sahabat Rasullullah SAW , bahkan para Tabi’in dan Tabi’it Tabi’in tak ngerti atau terlalu bodoh untuk menerjemahkan isi kandungan Al-Qur’an itu.
    Lalu ada lagi alasan baru yg dipakai , yakni INI ITU KAN BAIK.
    Sekarang kita Tanya lagi , emang lebih tau mana anda-2 dengan Rasullullah SAW ttg Ibadah serta amalan yg terbaik untuk anda-2 lakukan , dalam rangka memuluskan anda-2 masuk syurga. Apakah begitu bodoh para Sahabat Nabi , kalau amalan-2 itu baik , lalu beliau-2 sia-2kan.
    Dan anda-2 bisa pula menuduh kalau-2 Rasullullah SAW , lupa atau lalai menyampaikan apa-2 amalan / Ibadah yg baik dilakukan umatnya.
    Padahal dalam Surah Al-Maidah ayat 3 , menyebutkan Islam sudah sempurna. Dan dalam Surah Al-Maidah ayat 67 , Rasullullah SAW sudah menyampaikan semua apa-2 yang diperintahkan Allah SWT , tanpa ada yg disembunyikan.
    Dan ada Hadist SAW , yang isinya melarang kita mencontoh perilaku orang Nashrani dan Yahudi , yg selalu mengkultuskan orang-2 tertentu serta merayakannya. Lihat saja orang Nasrani , Hari Lahir Anak Tuhan , Hari Ia Disalip , Hari Ia Berbangkit , Awal Tahun , Paskah , Sinterklas / Santa Klus , Hari Valentin dan masih banyak hari-2 lain yg dirayakan.
    Dan ingat dengan Firman Allah dalam Surah Al-Baqarah ayat 109 , 111 dan 120 , serta masih banyak ayat-2 yg lain.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s