Kenapa tauhid dibagi menjadi tiga?

Al-Imam Ibnu Bathoh rahimahullah berkata di dalam kitabnya Al-Ibaanah hal 693-694: “Maka demikianlah, bahwasannya pokok keimanan seorang hamba (makhluk) kepada Allah Ta`ala dengan menyakini dan menetapkan iman kepada Allah Ta`ala dibagi menjadi 3 perkara :

1.Seorang hamba menyakini rububiyah bagi Allah (mencipta,menguasai,mengatur alam- pen) ,dan dengan keyakinan tersebut sebagai penjelas atau hujjah bagi ahlul ta`thil orang-orang yang tidak mau   menetapkan rububiyah Allah Ta`ala.

2. Seorang hamba menyakini keesaan bagi Allah Ta`ala dalam perkara ibadah, dan keyakinan tersebut sebagai penjelas atau hujjah bagi orang-orang menyekutukan Allah di dalam perkara ibadah dengan makhlukNya.

3.Seorang hamba menyakini seluruh nama-nama dan sifat-sifat yang Allah Ta`ala telah menetapkannya (dengan keagungan dan kemuliaanNya- pen) di dalam Alquran.

Pembagian tauhid menjadi 3 (tauhid rububiyah,tauhid uluhiyah, tauhid asma wa shifat) tidak di kenal di zaman shahabat radhiyallahu `anhum dan orang-orang setelahnya, akan tetapi yang masyhur dari kalangan ulama yang menyebutkan 3 tauhid ini adalah syaikhul islam Ibnu Taimiyah dan Ibnul Qoyyim rahimahumallahu, bahkan ulama mutaqodimin seperti Ibnu Mandah, Ibnu Jarir Ath-Thobari dan selain keduanya rahimahumullahu telah mengisyaratkan pembagian tauhid tersebut.

Dan pembagian tauhid tersebut bukan termasuk perkara yang bid`ah, para ulama meneliti dalil-dalil di dalam Alquran dan As-sunnah yang berkaitan tauhid, maka disimpulkan bahwa tauhid tidak keluar dari 3 (tauhid rububiyah,tauhid uluhiyah, tauhid asma wa shifat).
Lihatlah Surat Al Faatihah, maka dirimu dapatkan seluruh kandungan ayat-ayat yang mencakup 3 tauhid tersebut.

Dalam kalimat

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ (1)

Terkandung makna tauhid Asma wa Shifat

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ (2)

Terkandung makna tauhid Rububiyah

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ (5)

Terkandung makna tauhid Uluhiyah

Bahkan di dalam surat Maryam di sebutkan 1 ayat yang mencakup 3 tauhid, yaitu ayat yang ke 65

رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا فَاعْبُدْهُ وَاصْطَبِرْ لِعِبَادَتِهِ هَلْ تَعْلَمُ لَهُ سَمِيًّا (65)

“Rabb (yang menguasai) langit dan bumi dan apa-apa yang ada di antara keduanya, maka sembahlah Dia dan berteguh hatilah dalam beribadah kepadaNya. Apakah kamu mengetahui ada seorang yang sama dengan Dia (yang patut disembah)? “

Demikianlah yang bisa kami paparkan, semoga Allah Ta`ala senantiasa melimpahkan karuniaNya dan RahmatNya kepada kita semua Allohuma Amiin.

Akhukum fillah Abu Ibrahim Abdurrahman Alfasawy fi ma`had daarul hadits fiyusy `Aden harasahallahu.

Sumber : WA Salafy Lintas Negara

2 pemikiran pada “Kenapa tauhid dibagi menjadi tiga?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s