Banyak jalan untuk bersedekah

Agama islam adalah agama yang sempurna dan rahmatan lil ‘alamin. Agama yang penuh dengan kebaikan dan kemudahan untuk dijalankan oleh pemeluknya. Di antara bentuk rahmatnya adalah dianjurkannya bersedekah.

Mungkin sebagian kita menganggap bahwa bersedekah hanyalah dengan berinfak kepada orang lain, memberikan sebagian harta kita kepada orang yang membutuhkan.

Tapi dalam tinjuan yang lebih luas, ternyata bersedekah memiliki makna yang lebih dari itu.
Hal ini menunjukkan kemudahan dan keluasan syariat Islam yang mulia ini. Karena begitu banyak jalan dan cara untuk bersedekah.

Berikut ini kami sebutkan di antara hadits-hadits yang menunjukkan macam-macam amalan yang memiliki nilai sedekah:

Hadits pertama

“Apabila seorang laki-laki menafkahi keluarganya dalam keadaan ia mengharap pahala dengannya, maka itu terhitung sebagai sedekah darinya”. (HR al Bukhary dari Abu Mas’ud)

Hadits kedua

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata kepada Sa’d bin Abi Waqqash, “Sesungguhnya sedekahmu dari hartamu adalah sedekah, nafkahmu untuk keluargamu adalah sedekah, apa yang dimakan oleh istrimu dari hartamu adalah sedekah….”.
(HR Muslim)

Hadits ketiga

“Setiap sendi salah seorang dari kalian masuk pagi dalam keadaan bersedekah, setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, memerintahkan kepada kebaikan adalah sedekah, melarang dari kemungkaran adalah sedekah, dan mencukupi dari semua itu dengan shalat dua raka’at yang ia kerjakan di waktu dhuha”.
(HR Muslim dari Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu)

Dan dalam riwayat Abu Dawud disebutkan, ” Setiap sendi salah seorang dari kalian masuk pagi dalam keadaan bersedekah,setiap shalat adalah sedekah baginya, setiap puasa adalah sedekah baginya, setiap haji adalah sedekah baginya…..”.

Dan dalam riwayat yang lainnya disebutkan, ” ucapan salamnya kepada orang yang ia jumpai adalah sedekah…”.

Hadits keempat

Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata, ” Para shahabat berkata, “wahai Rasulullah, orang-orang kaya pergi dengan membawa banyak pahala, mereka shalat sebagaimana kami shalat, mereka berpuasa sebagaimana kami berpuasa,  dan mereka bersedekah dengan kelebihan harta mereka”. 
Maka Rasulullah bersabda, “Bukankah Allah telah menjadikan untuk kalian hal-hal yang kalian bisa bersedekah dengannya, sesungguhnya pada setiap tasbih ada sedekah, setiap takbir adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, memerintahkan kepada yang ma’ruf adalah sedekah, ,melarang dari yang munkar adalah sedekah, dan jima’nya kalian adalah sedekah”.

Para shahabat bertanya, “wahai Rasulullah, apakah ketika salah seorang dari kami menyalurkan syahwatnya, ia mendapatkan pahala”.

Rasulullah menjawab, “bukankah ketika ia menyalurkan syahwatnya pada tempat yang haram akan mendapat dosa, begitu pula ketika ia menyalurkan syahwatnya di tempat yang halal, ia akan mendapat pahala”.
(HR Muslim)

Dan dalam riwayat Ahmad dari Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu disebutkan, “sesungguhnya pada dirimu sedekah, engkau menyingkirkan tulang dari jalan adalah sedekah, engkau menunjukkan arah jalan adalah sedekah, engkau menolong orang yang lemah dengan kekuatanmu adalah sedekah, engkau menjelaskan keinginan orang yang tidak pandai bicara adalah sedekah…”.

Hadits kelima

“Tidaklah seorang muslim bercocok tanam, melainkan apa yang dimakan darinya terhitung sedekah untuknya, dan apa yang dicuri darinya terhitung sedekah untuknya, dan tidaklah seseorang mengambil darinya melainkan terhitung sedekah untuknya”.
(HR Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu)

Dan dalam riwayat lain dari hadits Anas radhiyallahu ‘anhu, “tidaklah seorang muslim bercocok tanam, kemudian ada seseorang makan darinya, binatang darat ataupun burung-burung yang makan darinya, melainkan terhitung sedekah untuknya hingga hari kiamat”.

Hadits keenam

“Senyummu untuk saudaramu adalah sedekah bagimu, perintahmu kepada kebaikan dan laranganmu dari kemungkaran adalah sedekah, petunjukmu kepada seorang yang tersesat adalah sedekah, arahanmu kepada orang yang lemah pandangannya adalah sedekah, batu, duri dan tulang yang engkau singkirkan dari jalan adalah sedekah, dan engkau  menuangkan air dari embermu ke ember saudaramu adalah sedekah”. (HR at Tirmidzi dari Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu)

Hadits-hadits di atas menunjukkan kepada kita keluasan agama islam ini, dan betapa banyak jalan bagi seorang muslim untuk bersedekah. Dan lebih dari itu semua, ternyata setiap kebaikan yang dikerjakan oleh seorang muslim bernilai sedekah. Karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Setiap kebaikan adalah sedekah”. (HR Muslim)

Wallahu a’lam bish shawab.


Apa yang kami sebutkan bukanlah untuk membatasi, akan tetapi hanyalah sebuah usaha kecil dari seorang thuwailibul ilmi.

Jika ada yang benar, itu datangnya dari Allah ‘azza wa jalla semata.
Dan jika ada yang salah maka itu karena kejahilan dan kekurangan dari kami.

Astaghfirullah wa atubu ilaih

~Di ujung sakan qodim,Fuyusy~

 Abu Umair Abdulaziz bantul
(Salah satu thulab di Darul Hadist Fuyus,Yaman)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s