Tahdzir bukan ghibah

Bismillah

Segala puji bagi Allah Subhaanahu wa Ta’aala.

   Setelah mendengar dan menyimak nasehat dari salah satu asatidzah kita yaitu Al-ustadz Al-Faadhil ‘Afiifuddiin -hafidzohullah wa ro’aah- yang dengannya kita mengharapkan manfaat dari nasehat beliau yang sangat berharga ini.

Sungguh, hal ini menunjukkan sikap dan perhatian beliau terhadap kita thullab Indonesia yang berada di negeri Yaman.
Jazahullahu khoirol jazaa’.

    Khulashoh dari nasehat beliau, yaitu terkait dengan pentingnya bagi kita sebagai thullabul ‘ilmi yang berada di negeri yaman agar mau meluangkan waktu untuk membaca kitab-kitab para ‘ulama yang berkaitan dengan masalah manhaj baab arruduud.
Apa faedah dari itu semua..??
Tentunya faedah yang kita rasakan dengan membaca kutub para ‘ulama dalam masalah ini ialah “kita bisa membentengi diri dari fitnah syubuhaat dan syahawaat”.

Sehingga, tatkala fitnah datang melanda, kita bisa mengetahui bagaimana sikap yang seharusnya dilakukan dan  diajarkan oleh para ‘ulama dan salaful ummah – rohimahumullaah – dalam menghadapi fitnah,
sehingga dengannya kita bisa tetap tegar di atas sunnah dan jalan yang benar – nasalullah assalaamah -.

   Yaa ikhwatii fillah -hafidzokumullah-nasehat semacam ini telah disampaikan pula oleh Asy-syeikh Yaasin – hafidzohullah – di dalam pelajaran beliau.

Mengapa beliau menasehati kita agar mau meluangkan waktu atau menyempatkan diri untuk membaca kutub arruduud sekali dalam sehari atau sepekan..??

Hal itu dikarenakan padanya ada kebaikan. Dengannya kita bisa mengetahui berbagai firqoh sesat dan orang-orang yang terjerumus padanya -wal ‘iyaadzu billah-.

Dan dengannya pula kita bisa membentengi diri dari syubuhaat yg senantiasa didendang-dendangkan oleh mereka.

Terlebih pada zaman kita sekarang ini, asy-syubuhaat benar-benar tersebar luas – nasalullah assalaamah wal ‘aafiyah -.

   Maka kita ucapkan jazahumullahu khoiron kepada para ‘ulama -rohimahumullah (bagi yang telah meninggal) wa hafidzohumullah (bagi yang masih hidup) – yang dengan penuh kesabaran dan ketegaran jiwa, selalu gigih memerangi para ahlul bid’ah wal ahwaa’, serta membantah dan mematahkan syubuhaat mereka
-walhamdulillah -.

   Walhamdulillah..
pada masa kita ini masih banyak para ‘ulama yang selalu meluangkan waktu mereka demi menjaga ummat dari bahaya syubuhaat ahlul bid’ah.

Di antara mereka ialah:
Asy-Syeikh Robii’ Al-Madkholi, Asy-Syeikh Shooleh Al-Fauzaan, Asy-Syeikh ‘Abdul Muhsin Al-‘Abbaad, Asy-Syeikh ‘Ubaid Al-Jaabiri, Asy-Syeikh Muhammad Bin Haadi Al-Madkholi, Asy-Syeikh ‘Abdullah Al-Bukhoori, Asy-Syeikh Zaid Al-Madkholi, Asy-Syeikh Muhammad Bin ‘Umar Baazmuul, Asy-Syeikh Ahmad Bin ‘Umar Baazmuul, dan yang lainnya – hafidzohumullah wa baarokallahu fii ‘umrihim -.

   Dan di antara kitab ruduud karya para ‘ulama adalah kitab-kitab yg ditulis oleh:

= Fadhilatu Asy-syaikh Robii’ bin Hadi Al-madkholi salah satunya berjudul ” at-tankiil bimaa fii lijaaj Abil Hasan Al-Ma’ribi minal abaathiil ” dan juga ” dahru iftirooaati ahli az-zaighi wal irtiyaab ‘an da’watil imaam Muhammad Bin ‘Abdl Wahhab -rohimahullah- naqd li Hasan Al-Maaliki”.

= Fadhiilatu Asy-syaikh Ubaid Al-jaabiri yang salah satunya berjudul ” roddu al-‘allamah ‘Ubaid Al-Jaabiri ‘ala qowaa’id ‘Ali Al-Halabi al-jadiidah “.

= Fadhiilatu Asy-syaikh Sholeh Al-fauzaan yang salah satu nya berjudul ” al-ajwibah al-mufiidah ‘an as-ilati al-mannahij al-jadiidah “.

= Fadhiilatu Asy-syaikh Ahmad An-najmi yang salah satunya yang berjudul ” alfataawa al-jaliyyah ‘an al-manaahij ad-da’awiiyah”.

= Fadhiilatu Asy-Syeikh ‘Abdullah Al-Bukhoori yang salah satunya berjudul ” at-ta’aqqubaat ash-shoriihah ‘ala risaalati an-nashiihah lid-duktuur Ibroohim Bin ‘Aamir Ar-Ruhaili “.

= Fadhiilatu Asy-Syeikh Muhammad Baazmuul yang salah satunya berjudul ” ar-roddu ‘ala kutub masybuuhah “.

= Fadhiilatu Asy-Syeikh Ahmad Baazmuul yang salah satunya berjudul ” shiyaanatus salafii min waswasati wa talbiisaat ‘Ali Al-Halabi “.

Dan masih banyak lagi ulama-ulama lain yang selalu gigih dan tegar dalam memerangi ahlul ahwaa’ wal bid’ah, baik melalui ceramah atau tulisan -hafidzohumullah (bagi yang masih hidup) wa rohimahumulloh (bagi yang sudah meninggal).

   Ikhwati fillah -hafidzokumullah- maka dengan ini semua,
pertama-tama ana nasehatkan pada diri ana pribadi kemudian untuk antum, marilah kita benar-benar bersemangat untuk menjaga dan membentengi diri-diri kita dari bahaya  fitnah asy-syubuhaat.

ﻗﺎﻝ ﻗﺎﺋﻞ : ﺍﻟﺸﺒﻬﺎﺕ ﺧﻄﺎﻓﺔ و ﺍﻟﻘﻠﻮﺏ ﺿﻌﻴﻔﺔ

“Asy-Syubuhaat selalu menyambar-nyambar, sedangkan hati ini begitu lemah.”

Kita memohon kepada Allah subhaanahu wa ta’aala untuk menjaga kita semua dari bahaya fitan asy-syubuhaat wa asy-syahawaat.

  Penting:

Sebenarnya bukanlah tempat bagi ana untuk menyampaikan nasehat yang seperti ini.

Akan tetapi, yang mendorong ana untuk menulis ini semua ialah rasa mahabbah kepada antum fillah wa lillah.

Maka, jika didapati kesalahan dalam tulisan ini, ana meminta maaf wa atuubu ilallah..

Nasalullaha almanfa’ah was salaamah wal ‘aafiyah
Waffaqallahul jamii’ lima yuhibbu wa yardho

Akhuukum Al-faqiir ila Maghfiroti Robbihi Abu Jabir Ammar Baajubair  (salah satu thulab di Darul hadist Fuyus,Yaman)

Sedikit melengkapi faedah Al Akh Abu Jabir ‘Ammar Bajuber.

Syaikhuna Abul Khoththob Al Liby di salah satu dares “Qowa’idul Arba'” mengatakan, Di zaman Syaikh Muqbil -rohimahulloh-, para tholabah terbagi menjadi tiga :

1. Sibuk dengan pelajaran-pelajaran mereka tanpa memperdulikan kitab-kitab ulama’ di bidang “rudud”.

2. Sibuk dengan kitab “rudud” dan suka berdebat dan tidak memiliki perhatian dengan pelajaran-pelajaran mereka.

3. Sibuk dengan pelajaran namun juga diselingi membaca kitab “rudud” karya para ulama’.

Maka ditanyakan kepada Syaikh Muqbil, “sikap manakah yang harus kami pilih?” Maka beliau menjawab, “Yang ketiga”.

Syaikhuna Abul Khoththob juga memberi penjelasan tentang kelompok pertama dan kedua, bahwa disaat fitnah datang melanda, mereka tidak punya landasan yang benar dan sebagian mereka justru menjadi pimpinan pembawa fitnah tersebut.

Wallahu a’lam. Kurang lebih seperti itu makna ucapan Syaikhuna Abul Khoththob, dan Alhamdulillah masih tercatat dalam buku tulis ana dan insya Allah juga bisa dimuroja’ah lewat rekaman.

Allahu yubarik fykum

Dikirim oleh al-akh yahya Solo (salah satu thulab di Darul Hadist, Fuyus,Yaman)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s