Mengambil manfaat dari Al Qur’an

بسم الله الرحمن الرحم

Jika engkau menginginkan manfaat dari Alqur’an, kumpulkanlah qalbumu saat membaca atau mendengarnya, fokuskan perhatianmu serta posisikan dirimu sebagai orang yang diajak bicara oleh Dzat yang berfirman dengannya, dari-Nya untuk orang yang diajak berbicara. Karena sejatinya, Alqur’an mengajakmu bicara, dari-Nya untukmu melalui perantaraan utusan-Nya. Allah berfirman,

إن في ذلك لذكرى لمن كان له قلب أو ألقى السمع وهو شهيد

“Sungguh padanya itu benar-benar terdapat pelajaran bagi orang yang memiliki qalbu atau memusatkan pendengarannya, sedang ia menghayatinya.” (Qaaf:37)

Yang demikian itu, dikarenakan kesempurnaan at-ta’sir(1) bergantung pada tiga komponen;

1. Kekuatan hal yang mempengaruhi,

2. tempat yang mau menerima,

3. dan adanya sebab hadirnya at-ta’sir serta hilangnya penghalang yang mencegah hadirnya at-ta’sir.

Dan ayat ini telah menjelaskan tiga komponen seluruhnya dengan lafaz yang singkat namun sangat jelas dan tepat sesuai yang diinginkan.

Adapun firman-Nya,
(إن في ذلك لذكرى)
“Sungguh padanya benar-benar terdapat pelajaran…”

(padanya), yakni isyarat kepada apa saja yang telah dijelaskan dari awal surat Qaaf hingga ayat ini. Dan inilah komponen pertama.

Adapun firmannya,
(لمن كان له قلب)
” …bagi yang memiliki qalbu…”

Inilah komponen kedua. Dan yang dimaukan di sini adalah qalbu yang hidup, yang memahami Allah –ta’ala–, sebagaimana firman Allah dalam ayat lain,
(إن هو إلا ذكر وقرءان مبين # لينذر من كان حيا)
“Hanyalah apa yang dibawa Muhammad melainkan sebuah peringatan dan Alqur’an yang jelas. Memperingatkan orang yang hidup…” (Yasin:69-70). Yakni, hidup kalbunya.

Adapun firman-Nya,
(أو ألقى السمع)
“…atau memusatkan pendengerannya…”

Yakni, memfokuskan pendengarannya dan memusatkan pendengarannya terhadap apa yang hendak disampaikan. Dan ini adalah sebab hadirnya at-ta’sir yang terdapat pada komponen ketiga.

Adapun firman-Nya,
(وهو شهيد)
“… sedang ia menghayatinya…”

Yakni, menghayati dengan qalbu, hadir dan tidak pergi.
Ibnu Qutaibah menafsirkan, “Seseorang mendengarkan Kitabullah dalam keadaan menghadirkan qalbu, memahami, tidak alpa tidak pula lalai.” Dan ini isyarat kepada hilangnya penghalang yang mencegah hadirnya at-ta’sir yang ada pada komponen ketiga. Penghalangnya adalah kelalaian qalbu dan alpa dari yang hendak disampaikan, juga memahaminya dan merenunginya.

Sehingga, jika didapati komponen yang pertama yaitu Alqur’an, komponen kedua yaitu qalbu yang hidup, komponen ketiga yaitu fokus dan hilangnya penghalang yaitu tersibuknya qalbu, lalai dari makna yang disampaikan serta mengembara ke tempat lain, niscaya akan didapatkan at-ta’sir yaitu manfaat dan peringatan.

Wallahu a’lam.

_______________
(1) At-ta’sir adalah pengaruh yang membekas pada qalbu, kemudian mengalir sampai kepada seluruh anggota badan. Dan Ibnul Qayyim menafsirkan di akhir nasihatnya dengan manfaat dan peringatan.

Diterjemahkan secara bebas dari kitab ALFAWAID karya Imam Ibnul Qayyim, oleh Abu Thalha Alwindany

Sumber : WA SLN

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s