Wajibkah mengganti puasa yang ditinggalkan tanpa udzur?

Soal : Ada pemuda yg berkata bhw dia tidak berpuasa pada bulan-bulan Ramadhan sebelumnya, hingga lebih dari 8 Ramadhan, kemudian dia bertaubat. Dia bertanya apakah wajib baginya untuk mengqodho hari-hari yg ia tidak berpuasa itu padahal dia tidak tahu berapa jumlah pastinya?

 Syaikh Muqbil menjawab:

✏ Wajib baginya untuk bertaubat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, dan kami nasehatkan untuknya agar memperbanyak amalan-amalan sunnah, karena Rosul shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya seorang hamba itu akan dihisab, jika kurang amalan wajibnya, maka Allah Ta’ala berfirman: ‘Lihatlah, barangkali kalian (para malaikat) menemukan hambaKu ini memiliki amalan sunnah!’ ”

Adapun qodho puasa dibatasi utk orang-orang yang tersebut dalam ayat: “Kemudian barangsiapa di antara kalian yang sakit atau sedang safar (lalu tidak berpuasa), maka (wajib mengganti) sebanyak hari (yang ia tidak berpuasa) pada hari-hari yang lain”. Demikian pula wanita yang haidh ketika keluar haidhnya di bulan Ramadhan, maka dia wajib meng-qodho puasa juga. Dan janganlah anda membebankan kepada manusia sesuatu yg tidak dibebankan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala kpd mereka.

Sumber:
شريط أسئلة اهل تعز

Alih Bahasa: Abu Ishaq Hidayat Hafidzahullah

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s