Keutamaan taubat dan istighfar (Bag. 1)

Berkata Syaikh Shalih Fauzan Al Fauzan-hafizhahullah :

Segala puji hanya milik Allah yang berfirman di dalam Kitab-Nya Al Mubin :

وتوبوا الى الله جميعا أيها المؤمنون لعلكم تفلحون (النور : ٣١)

“Dan bertaubatlah kalian semua kepada Allah wahai orang-orang yang beriman agar kalian beruntung”. (An Nuur: 31)

Aku memuji Allah yang telah membuka pintu taubat bagi para hamba-Nya dan menyeru kepada hamba-Nya untuk bertaubat.

Allah telah menjanjikan kepada mereka akan menerima taubatnya dan menghapus dosa-dosa mereka.

واشهد ان لا اله الا الله وحده لا شريك له لا رب لنا سواه، ولا نعبد الا اياه، واشهد ان محمدا عبده ورسوله، صلى الله عليه وعلى آله وأصحابه وسلم تسليما كثيرا. أما بعد :

Wahai manusia, bertaqwalah kalian kepada Allah. Sesungguhnya Bani Adam (manusia) adalah makhluk yang lemah dan memiliki banyak musuh dari kalangan syaithan jin dan manusia yang mengelilingi mereka.

Mereka membuat seakan-akan baik sesuatu yang buruk dan membuat tampak buruk sesuatu yang baik. Mereka adalah musuh-musuh jiwa yang selalu memerintahkan kepada dosa.

Mereka senantiasa menyeru manusia kepada syahwat yang dilarang, yang hal tersebut merupakan sesuatu yang ditampilkannya untuk memudharatkan manusia dari segala sisi.

Akan tetapi Allah telah menjadikan benteng untuk menghalau itu semua bila hamba berlindung di dalamnya. Dengan itu musuh-musuh tersebut akan kembali dalam keadaan terusir dan terkalahkan.

Benteng itu adalah ‘Taubat Hamba’ kepada Rabb-nya dan meminta pertolongan kepada-Nya untuk bisa teguh di jalan-Nya dalam taubatnya dan terus berdzikir kepada-Nya. Allah Ta’ala berfirman :

واعتصموا بالله هو مولاكم فنعم المولى ونعم النصير (الحج : ٧٨)

“Berpegang teguhlah kalian kepada Allah, Dia-lah Pelindungmu. Dia Sebaik-baik Pelindung dan Sebaik-baik Penolong”. (Al Hajj : 78)

Maka barang siapa yang terjerumus dalam dosa-dosa, bersegeralah bertaubat dan beristighfar kepada Allah dan juga hapuslah dosa-dosa tersebut dengan mengerjakan amal-amal shalih, niscaya Allah akan menghapus dosa-dosa tersebut dan Allah jaga dari bahayanya. Allah Ta’ala berfirman :

ومن يعمل سوءا أو يظلم نفسه ثم يستغفر الله يجد الله غفورا رحيما (النساء : ١١٠)

“Dan barang siapa yang berbuat kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian dia memohon ampunan kepada Allah, niscaya dia akan mendapati Allah Maha Pengampun dan Penyayang”. (An Nisa : 110)

Sesungguhnya taubat yang jujur akan menghapus dosa-dosa sekalipun dosa yang paling besar, yaitu syirik sebagaimana Allah berfirman :

قل للذين كفروا إن ينتهوا يغفر لهم ما قد سلف (الأنفال : ٣٨)

“Katakanlah kepada orang-orang kafir itu, “Jika mereka berhenti (dari kekafirannya), niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosa mereka yang telah lalu”. (Al Anfal : 38)

Sungguh Allah telah menawarkan taubat bagi mereka yang telah melakukan sebesar-besar kezhaliman yaitu orang-orang yang telah membunuh nabi-nabi mereka dan berkata :

إن الله ثالث ثلاثة (المائدة : ٧٣)

“Sesungguhnya Allah adalah satu dari yang tiga”. (Al Maidah : 73)

Dan juga mereka berkata :

إن الله هو المسيح ابن مريم (المائدة : ١٧)

“Sesungguhnya Allah adalah Al Masih Putra Maryam”. (Al Maidah : 17)

Sungguh Allah telah menyeru kepada mereka untuk bertaubat kepada-Nya. Allah Ta’ala berfirman :

أفلا يتوبون الى الله ويستغفرونه والله غفور رحيم (المائدة : ٧٤)

“Mengapa mereka tidak bertaubat kepada Allah dan meminta ampun kepada-Nya? (Sesungguhnya) Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. ( Al Maidah : 74)

Sesungguhnya Allah Subhanhu wa Ta’ala membuka pintu taubat bagi hamba-Nya yang bertaubat di waktu malam dan siang.

يبسط يده في الليل ليتوب مسيء النهار و يبسط يده في النهار ليتوب مسيء الليل

“Allah membentangkan tangan-Nya pada malam hari untuk memberi taubat kepada hamba-Nya yang berdosa di siang hari, dan membentangkan tangan-Nya di siang hari untuk memberi taubat hamba-Nya yang berdosa di malam hari”.

Allah Maha Lembut kepada hamba-Nya yang banyak melakukan kesalahan dan dosa, dan Allah melarang mereka yang banyak memikul dosa untuk putus asa dari rahmat-Nya dan meninggalkan taubat dari dosa tsb. Allah Ta’ala berfirman :

يا عبادي الذين أسرفوا على أنفسهم لا تقنطوا من رحمة الله إن الله يغفر الذنوب جميعا إنه هو الغفور الرحيم (٥٣) وأنيبوا إلى ربكم وأسلموا له (الزمر : ٥٣-٥٤)

“Wahai hamba-hamba -Ku yang melewati batas terhadap diri mereka sendiri. Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang. Dan kembalilah kalian kepada Rabb kalian dan berserahdirilah kepada-Nya”. (Az Zumar : 53-54)

Sesungguhnya ampunan Allah lebih besar dari dosa yang dilakukan hamba sekalipun dosa tersebut sebesar-besar dosa. Barang siapa yang menyangka bahwa dosa tidak ada padanya ampunan dan taubat dari Allah maka dia telah berburuk sangka terhadap Allah karena sesungguhnya berputus asa dari rahmat Allah termasuk dosa besar yang paling besar. Allah berfirman :

إنه لا ييأس من روح اللهإلا القوم الكافرون (يوسف : ٨٧)

“Sesungguhnya yang berputus asa dari rahmat Allah hanyalah orang-orang kafir”. (Yusuf : 87)

Akan tetapi bukan maknanya seorang hamba bergantung pada luasnya ampunan dan rahmat Allah dalam keadaan dia terus-menerus bergelimang dengan maksiat-maksiat dan dosa-dosa, dan lupa akan hukuman dan balasan adzab bagi pelaku maksiat. Karena hal ini maknanya hamba tersebut merasa aman dari makar Allah. Allah berfirman :

أفأمن الذين مكرواالسيئات أن يخسف الله بهم الأرض أو يأتيهم العذاب من حيث لا يشعرون (٤٥) أو يأخذكم في تقلبهم فما هم بمعجزين (٤٦)   أو يأخذكم على تخوف فإن ربكم لرءوف رحيم ( النحل: ٤٥-٤٧)

“Maka apakah orang yang membuat tipu daya yang jahat itu, merasa aman (dari bencana) dibenamkannya bumi oleh Allah bersama mereka, atau (terhadap) datangnya siksa kepada mereka dari arah yang tidak mereka sadari. Atau Allah mengadzab mereka pada waktu mereka dalam perjalanan sehingga mereka tidak berdaya menolak (adzab itu). Atau Allah mengadzab mereka dengan berangsur-angsur (sampai binasa). Maka sungguh Rabb kalian Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”. (An Nahl : 45-47)

Maka wajib seorang hamba mengakui dosa-dosanya, dan memohon ampunan dari Rabb-nya dan bersegera bertaubat dari dosa-dosanya. Allah Ta’ala berfirman :

والذين إذا فعلوا فاحشة أو ظلموا أنفسهم ذكروا الله فاستغفروا لذنوبهم ومن يغفر الذنوب إلا الله ولم يصروا على ما فعلوا وهم يعلمون (ال عمران : ١٣٥)

“Dan orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menzhalimi diri sendiri, (segera) mengingat Allah, lalu memohon ampunan atas dosa-dosanya, dan siapa (lagi) yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Allah? Dan mereka tidak terus-menerus melakukan perbuatan dosa itu, sedangkan mereka mengetahui”. (Ali Imran : 135)

Sesungguhnya wajib atas seorang hamba bersegera dalam bertaubat kepada Allah karena dia tidak mengetahui kapan ajal menjemput. Maka terhalangnya seorang hamba dari taubat dan hilangnya kesempatan bertaubat akan meninggalkan penyesalan di hari yang tidak bermanfaat penyesalan. Dia akan berpindah ke negeri akherat dalam keadaan memikul beratnya dosa-dosa”.

Diterjemahkan dari Kitab :
الخطب  المنبرية، لشيخ صالح بن فوزان الفوزان

Masjid Daril Hadts Fiyusy Yaman
Akhukum fillah, Abu Abdirrahman Arif Ibnu Khairan As Syiribuni

Sumber : WhatsApp Thullab Fuyusy

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s