Keistimewaan umat ini

Asy Syaikh Rabi’ bin Hadi Al Madkhali hafidzahullah

بسم الله الرحمن الرحيم

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وآله وصحبه ومن اتبع هداه، أما بعد،

Sesungguhnya perihal memerintahkan ke perkara kebaikan dan melarang dari perkara kemungkaran merupakan pilar yang agung dari pilar-pilar Islam. Dan juga merupakan keistimewaan yang besar yang dengannya Allah istimewakan umat ini di atas yang lainnya. Sebagaimana firman Allah,

كنتم خير أمة أخرجت للناس تأمرون بالمعروف وتنهون عن المنكر وتؤمنون بالله

“Kalian adalah umat terbaik yang dihadirkan pada manusia. Kalian memerintahkan pada perkara kebaikan dan melarang dari perkara kemungkaran serta beriman kepada Allah.” (QS. Ali Imran :110)

Maka memerintahkan pada kebaikan dan melarang dari kemungkaran harus sesuai dengan metode para Sahabat Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasalam yang Allah telah menjelaskan keistimewaan mereka dengan perihal memerintahkan pada kebaikan dan melarang dari kemungkaran.

Perihal memerintahkan pada perkara kebaikan dan melarang dari kemungkaran mencakup semua sisi-sisi Islam, pada pokok dan cabangnya. Maka muncullah sebagai perintis dari memerintahkan pada kebaikan dan melarang dari kemungkaran, dakwah tauhid. Memerintahkan untuk mentauhidkan Allah dan melarang dari perbuatan kesyirikkan kepada-Nya. Juga melarang dari dosa-dosa besar yang banyak jumlahnya.

اجتنبوا السبع الموبقات الشرك بالله، السحر، وقتل النفس التى حرم الله إلا بالحق، وأكل الربا، وأكل مال اليتيم والتولي يوم الزحف

“Jauhilah tujuh perkara yang membinasakan: kesyirikkan kepada Allah, sihir, membunuh jiwa yang Allah haramkan kecuali dengan haknya, memakan riba, memakan harta anak yatim, dan lari dari medan  perang.”

Ini merupakan dosa-dosa besar setelah kesyirikan. Maka selayaknya bagi umat ini untuk menjauhi kesyirikan, dosa-dosa besar, dan semua kemaksiatan. Akan tetapi yang paling membahayakan adalah kesyirikkan kepada Allah kemudian dosa-dosa besar.

Perintahkanlah pada kebaikan dan laranglah dari kemungkaran pada sisi-sisi ini dan amalkanlah apa yang kalian perintahkan. Jangan kalian mencocoki firman Allah,

أتأمرون الناس بالبر وتنسون أنفسكم

“Apakah kalian memerintahkan pada kebaikan dan kalian lupa pada diri kalian sendiri?”(QS. Al Baqarah :44)

Sesungguhnya merupakan kewajiban bagi yang memerintahkan pada kebaikan dan yang melarang dari kemungkaran untuk menjadi yang terdepan dalam menegakkan perkara-perkara kebaikan ini dan semua ketaatan kepada Allah. Mereka juga menjadi yang terdepan dalam meninggalkan kemungkaran. Maka mereka tidak menghadapkan dirinya pada balasan, kemurkaan dan celaan Allah dengan memerintahkan pada kebaikan tapi tidak mendatanginya dan melarang dari kemungkaran tapi malah mendatanginya.

Saya memohon kepada Allah agar menetapkan kami dan kalian di atas kebenaran dan menjadikan kita dari para penyeru kepada kebaikan dan para pelarangan dari kemungkaran serta orang-orang yang menjauhi kejelekan ketika melarangnya. Sesungguhnya Rabb kita mendengar doa.

وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم.

Dialihbahasakan oleh Abu Abdillah Zaki Ibnu Salman

Sumber : WhatsApp Thulab Fiyus

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s