Kisah indah dari medan jihad

ﺑﺴﻢ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﺮﻣﻦ ﺍﻟﺮﺣﻴﻢ.

Telah bercerita Abu Idris rohimahulloh:

“Datang kepada kami seorang lelaki dari penduduk kota Madinah yg di panggil dgn nama Ziyad. Maka kami pergi  berperang bersamanya di Saqilah yaitu salah satu daerah di Romawi.

Dalam pasukan perang itu aku menjadi akrab dengan Ziyad dan  seorang lagi yg juga dari kota Madinah dan jadilah kami tiga serangkai yg senantiasa berdekatan.

Di suatu hari kami bertiga ikut melakukan pengepungan terhadap sebuah kota milik musuh. Karena merasa lapar kami menyuruh salah seorang dari kami bertiga untuk mendatangkan makanan bagi kami, maka ketika salah satu dari kami telah pergi  tiba tiba meluncur kepada kami berdua sebuah batu besar yg dilemparkan dari alat pelontar  musuh maka akupun menghindar tetapi batu besar itu terus melesat dgn keras dan mengenai lutut Ziyad rohimahulloh hingga membuatnya pingsan.

Maka akupun menyeret tubuhnya ke tempat yg lebih aman. Kemudian datanglah sahabatku yg barusan mengambilkan makanan untuk kami,sehingga segera akupun memanggilnya.
Maka diapun mendatangiku  lalu kami bersama sama membawa tubuh Ziyad  menjauh dari tempat itu agar musuh tidak menemukan dan alat pelontar musuhpun tidak mencapai tubuhnya.

Setelah itu kamipun berdiam ditempat tersebut beberapa saat dari waktu siang itu, dalam keadaan Ziyad tidak bergerak sama sekali.

Namun setelah itu tiba tiba ziyad membuka sedikit kelopak matanya dan tertawa hingga nampak gigi serinya namun kemudian terdiam lagi beberapa saat lalu menangis hingga mengalir airmatanya, kemudian dia terdiam lagi namun setelah itu diapun tertawa kembali, kemudian diam beberapa saat lamanya dan setelah itu diapun benar benar tersadar dari pingsannya.

Kemudian dia segera bangkit dan duduk serta bertanya kepadaku: “Kenapa aku ada di sini?”.

Maka aku katakan padanya: “apakah kamu tidak ingat apa yg menimpamu?”

Dia menjawab: “aku tidak ingat”.

Maka aku mengatakan: “Bukankah kamu ingat lontaran batu dari senjata musuh ketika itu mengenai lututmu?”

Ziyad menjawab: “Ya, sekarang aku baru ingat apa yg terjadi padaku.”

Aku berkata kembali: “Sesungguhnya ketika menimpamu sesuatu dari senjata pelontar musuh dan membuatmu pingsan maka aku melihatmu berbuat begini dan begitu (tertawa kemudian menangis kemudian tertawa)”.

Maka Ziyad berkata:”Aku kabarkan pada kalian, bahwasanya ketika itu aku di bawa ke sebuah kamar dari permata yaqut atau zabarjad, dan di antarkan ke ranjang yg bersusun dan di dua sisinya ada bantal  untuk bersandar.

Ketika aku telah naik dan duduk di atas ranjang aku mendengar suara gemerincing perhiasan dari sebelah kananku …… dan keluarlah seorang gadis yg aku tidak tahu mana yg lebih indah apakah gadis itu apa pakaiannya apa perhiasannya.

Maka aku bergeser ke ujung ranjang dan ketika dia mendatangiku aku ucapkan padanya: “Selamat datang”!?!

Gadis jelita itupun mengatakan padaku: ” Selamat datang  wahai  orang yg mulia yg  tidak pernah meminta kepada ALLOH agar ALLOH menjadikan aku sebagai istrinya, padahal aku tidak seperti fulanah istrinya yg ada di rumah, dan terus menerus gadis jelita itu menyebut nyebut tentang perbedaaan dirinya dgn istriku yg aku tinggalkan untuk sementara di rumah karena mengikuti jihad. Dan terus menerus pula dia menyebut keistimewaan keistimewaan dirinya dibandingkan istriku akupun jadi tertawa….

Kemudian gadis jelita itu mendekatiku dan duduk di samping kananku, maka aku katakan padanya: “siapakah sebenarnya anda?”

Dia menjawab:”  namaku Khoudu (gadis jelita yg selalu ceria) dan aku sekarang adalah istrimu.

Maka ketika itu aku ulurkan tanganku untuk menyentuh gadis itu. Namun gadis itu menolak dan mengatakan padaku: ” Tahan dulu , jangan sekarang  karena anda akan mendatangi kami nanti ketika waktu dhuhur”. Maka akupun jadi menangis.

Ketika selesai gadis itu bicara demikian, akupun kembali mendengar  bunyi gemrincing perhiasan yg di pakai oleh seseorang dan kali ini dari sebelah kiriku…. dan ketika aku tengok maka aku melihat seorang gadis yg jelita yg kecantikannya semisal dgn gadis jelita yg duduk di sebelah kananku, kemudian gadis itu juga berbuat dan berbicara yg sama seperti yg diperbuat dan diucapkan gadis jelita yg duduk  samping kananku tentang istriku yg di rumah, sehingga akupun kembali tertawa, selanjutnya dia duduk di samping kiriku sehingga akupun menjulurkan tanganku untuk menyentuhnya, namun dia juga mengatakan padaku: “tahan dulu jangan sekarang!!! anda akan mendatangi kami nanti ketika waktu dhuhur!!!” maka akupun  kembali menangis.

Selanjutnya berkata  Abu Idris rohimahulloh melanjutkan kisahnya :” Ketika itu Ziyad terus bercakap cakap dgn kami dalam keadaan duduk, sampai kemudian datanglah waktu dzuhur dan muadzin mengumandangkan adzan dzuhur…

ternyata pada saat itu pula Ziyad

TERSUNGKUR dan MENINGGAL…..

SUMBER KITABUL JIHAD IBNUL MUBAROK

Faedah dari ustadz usamah al banjari. pengajar di ma’had an najiyah kaliwinasuh banjarnegara

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s