Hukum memejamkan mata ketika shalat

📌قال العلامة محمد بن صالح العثيمين رحمه الله:

مسألة: إغماض العينين في الصَّلاةِ.

الصَّحيحُ أنَّه مكروهٌ؛ لأنه يُشبه فِعْلِ المجوس عند عبادتهم النيران، حيث يُغمضون أعينَهم. وقيل: إنه أيضاً مِن فِعْلِ اليهودِ، والتشبُّه بغير المسلمين أقلُّ أحواله التحريم، كما قال شيخ الإِسلام رحمه الله، فيكون إغماضُ البَصَرِ في الصَّلاةِ مكروهاً على أقل تقدير، إلا إذا كان هناك سبب مثل أن يكون حولَه ما يشغلُه لو فَتَحَ عينيه، فحينئذٍ يُغمِضُ تحاشياً لهذه المفسدة.

📕 مصدر: الشرح الممتع لفضيلة الشيخ العلامة محمد بن صالح العثيمين رحمه الله –

🌎 http://www.ibnothaimeen.com/all/books/article_18056.shtml

Al-Allamah Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah berkata:

“Yang benar, memejamkan mata di dalam shalat adalah perkara yang dibenci, karena menyerupai perbuatan orang-orang Majusi dalam peribadatan mereka terhadap api, di mana mereka memejamkan mata.

Dikatakan pula bahwa hal itu  termasuk perbuatan orang-orang Yahudi.

Sementara menyerupai selain muslimin minimal hukumnya haram, sebagaimana dikatakan oleh  Syaikhul Islam rahimahullah Oleh karena itu, menejamkan mata dalam shalat minimalnya makruh(dibenci), kecuali jika disana ada sebab, seperti misalnya di sekitarnya terdapat perkara-perkara yang bisa melalaikannya dari shalat kalau dia membuka matanya.Dalam keadaan seperti itu, dia boleh memejamkan mata untuk menghindari kerusakan tersebut

Sumber: As-Syarhul Mumti’,3/41

Sumber : WhatsApp Al-Ukhuwwah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s