Hukum shalat orang yang musbil

-Asy Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin -Rahimahullohu-

Pertanyaan : 

Bagaimana hukum yang benar, tentang sholatnya orang yang musbil (menjulurkan pakaian, celana, sarung atau jubahnya di bawah mata kaki -pent) bahwa sholatnya tidak diterima?

Apakah kedudukannya sama dengan pemakan harta riba, pezina dan orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya?

Kami mengharap penjelasan Anda tentang masalah tersebut
Jazakumullohu khoiron

Jawaban :

Kebanyakan para ulama berpendapat bahwa sholatnya orang yang musbil TIDAK DITERIMA, dikarenakan dia sholat dengan pakaian yang diharamakan.

Akan tetapi pendapat yang rojih menurut saya : SHOLATNYA DITERIMA NAMUN DIA BERDOSA.

Adapun menyamakan antara perbuatan tersebut dengan dosa durhaka kepada orang tua, memutus hubungan silaturahim tidak mungkin bagi kita untuk memastikannya.

Ini semua kembali kepada Alloh -‘Azza wa Jalla- penentuan pahala dan hukuman kembali kepada-Nya.

Sumber: Silsilah Liqo Syahri (Liqo 74).

-Alih bahasa : Ibrohim Abu Kaysa

Sumber: http://forumsalafy.net/?p=7649



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s