Perbedaan antara karomah dan mu’jizat

✨الفرق بين الكرامة والمعجزة✨

قال العلامة زيد المدخلي رحمه الله:

والفرق بين الكرامة والمعجزة أن المعجزات للأنبياء ، والكرامات للأنبياء وللأولياء، والفرق بين الكرامة والمعجزة
أن المعجزة أمر خارق للعادة مقرون بالتحدي ، يتحدى النبي به المشركين المعاندين والمعارضين لدعوته ، والكرامة
أمر خارق للعادة غير مقرون بالتحدي وإنما يجريه الله تبارك وتعالى على يدي ولي من أوليائة تكريما له، ومن فتح له
بالكرمة فعليه أن يزداد من الخير ويقوي ثقته بالله تبارك وتعالى وينشط في العبادة أكثر، ولا يغتر بالكرامة فيفتر
عن صالح العمل ، وإنما عليه أن يجد ويجتهد؛ لأن الله تبارك وتعالى يكرم أولياءه بما شاء من الكرامات، ولا يغترون بها أبدا
، وقد تكون الكرامة لولي من أولياء الله وهو لا يشعر ، فيحقق الله له خيرا ويصرف عنه شرا ، وهذه من تكريم الله لأوليائه،
فالحمد لله على فضله وإحسانه إلى أوليائه.

المصدر: السبيكة الذهبية حلية العقيدة الواسطية ص ٢٦٣

   👆🇸🇦  📑  🇮🇩👇

Berkata al’Allamah Zaid bin Muhammad alMadkholy rahimahullah:

Dan perbedaan antara karomah dan mu’jizat adalah bahwa mu’jizat untuk para nabi saja, sedangkan karomah untuk para nabi dan para wali Allah.

Dan perbedaan lain antara karomah dan mu’jizat adalah bahwa mu’jizat itu perkara luar biasa yang diiringi dengan tantangan. Dengan mukjizat itu, seorang nabi menantang orang-orang musyrik yang menentang lagi berpaling dari dakwahnya.

Adapun karomah adalah perkara luar biasa yang tanpa diiringi adanya tantangan, dan sesungguhnya Allah hanyalah memberlakukannya pada kedua tangan seorang wali dari wali-walinya sebagai bentuk pemuliaan bagi wali tersebut.

Dan siapa yang dikaruniai karomah maka wajib baginya untuk menambah kebaikan, memperkuat keyakinannya kepada Allah Tabaaroka wa Ta’ala, semakin semangat untuk beribadah lebih banyak, dan tidak tertipu dengan karomah itu sehingga membuatnya malas dari beramal shalih, dan yang wajib baginya tiada lain adalah bersungguh-sungguh dan semakin rajin, karena Allah Tabaaroka wa Ta’ala memuliakan para waliNya dengan berbagai karomah yang Dia kehendaki. Dan para wali tersebut juga tidak tertipu dengan adanya karomah selamanya.

Dan seringnya karomah itu terjadi pada seorang wali dari wali-wali Allah tanpa dia sadari. Kemudian Allah merealisasikan (menjadikan nyata) sebuah kebaikan untuknya dan menghindarkannya dari sebuah kejahatan. Ini adalah diantara bentuk pemuliaan Allah kepada para walinya.

Maka segala puji bagi Allah atas berbagai karunia dan kebaikan yang Dia berikan kepada para waliNya.

As Sabiikah Adz Dzahabiyyah Hulyatul Aqiidatil Wasithiyyah, hal 263.

Wallaahu A’lam.

Sumber : Ittiba’us Sunnah

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s