Apakah rasa kantuk membatalkan wudhu?

من امرأة تقول فيه : عندما أصلي صلاة الضحى وأنتظر صلاة الظهر فيغالبني نعاس ، فهل ينتقض وضوئي به أم لا ؟

النعاس لا ينتقض به الوضوء ، وإنما ينتقض بالنوم الذي لا يبقى مع صاحبه شعور بمن حوله ، فقد  كان الصحابة رضي الله عنهم ينتظرون العشاء على عهد رسول الله ﷺ فتخفق رؤوسهم من النعاس ثم يصلون ولا يتوضؤون  .
أما النوم الثقيل الذي يذهب فيه الشعور فهذا ينتقض الوضوء به ، فينبغي لكِ أيتها الأخت في الله أن تفهمي الفرق بين النوم الثقيل – الذي يذهب معه الشعور – والنعاس .

[ المصدر : مجموع فتاوى ومقاﻻت متنوعة
     ج ١٠ / ص / ١٤٢ – ١٤٣ ]

Soal:

Dari seorang perempuan, dia bertanya: “Ketika aku shalat dhuha dan menunggu datangnya shalat zhuhr, maka rasa kantuk mengalahkanku. Apakah wudhu’ ku batal karena kantuk tadi ataukah tidak?”

Syaikh Bin Baaz rahimahullaah menjawab:

Rasa kantuk tidaklah membatalkan wudhu’, yang membatalkan itu hanyalah tidur yang membuat orang tersebut tidak menyadari lagi apa yang ada di sekelilingnya. Maka sungguh dulu para shahabat radhiyallaahu ‘anhum menunggu datangnya isya’ pada masa Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam, lalu kepala mereka mengangguk-angguk karena rasa kantuk, kemudian mereka shalat isya’ dan tidak (mengulang) wudhu’ dulu.

Adapun tidur yang berat yang menghilangkan kesadaran maka inilah yang membatalkan wudhu’. Maka sudah seharusnya bagimu wahai saudariku karena Allah untuk memahami perbedaan antara tidur yang berat (yang menghilangkan kesadaran) dan rasa kantuk.

Majmu’ Fatawa wa Maqalat Mutanawwi’ah, juz 10, hal 142-143.

Wallahu A’lam

Sumber : Ittiba’us Sunnah

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s