Hati Yang Salim

Allah Ta’ala berfirman:

{وَلَا تُخْزِنِي يَوْمَ يُبْعَثُونَ (87) يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُونَ (88) إِلَّا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ (89)}

“Dan janganlah Engkau hinakan aku pada hari mereka dibangkitkan, (yaitu) di hari harta dan anak-anaki tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang salim (bersih).” [QS. Asy Syu’araa’: 87-89]

Apa yang dimaksud dengan hati yang salim dalam ayat diatas?

Ibnu Katsiir rahimahullah berkata: “yaitu bersih dari kotoran (maksiat dan bid’ah) dan kesyirikan.”

Muhammad bin Siiriin rahimahullah berkata: “Hati yang salim adalah hati yang mengetahui bahwa Allah Maha Haq, hari Kiamat tidaklah diragukan lagi kedatangannya dan Allah akan membangkitkan siapa saja yang berada dalam kuburan.”

Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata: “yaitu hati yang bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah melainkan Allah semata.”

Mujahid, al-Hasan dan selain mereka rahimahumullah berkata: “yaitu yang selamat dari kesyirikan.”

[Lihat Tafsir Ibnu Katsir: 6/149]

 Ibnul Qayyim rahimahullah berkata:

“Para ulama berbeda pendapat dalam mengibaratkan makna hati yang salim, namun semuanya terkumpul pada kesimpulan berikut ini: Hati yang salim adalah hati yang bersih dan selamat dari segala bentuk syahwat yang menyalahi perintah dan larangan Allah, bersih dan selamat dari segala bentuk syubhat yang bertentangan dengan berita-Nya, bersih dan selamat dari peribadahan kepada selain-Nya dan selamat dari berhukum dengan hukum selain hukum rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wasallam. Hatinya bersih dalam mencintai Allah, takut, berharap, bertawakal, kembali dan menghinakan diri hanya kepada Allah. Hatinya mengutamakan keridhoan-Nya dalam segala keadaan, menjauhkan diri dengan segala cara dari hal-hal yang akan mendatangkan murka-Nya. Inilah hakekat penghambaan yang tidaklah diberikan melainkan kepada Allah semata. [Ighatsatul Lahfaan: 1/7]

Apabila seorang hamba beriman kepada Allah Ta’ala, maka Allah akan berikan kemulyaan pada hatinya dengan 10 perkara;

1. Hati yang hidup, sebagaimana yang Allah Ta’ala firmankan:

{أَوَمَنْ كَانَ مَيْتًا فَأَحْيَيْنَاهُ وَجَعَلْنَا لَهُ نُورًا يَمْشِي بِهِ فِي النَّاسِ كَمَنْ مَثَلُهُ فِي الظُّلُمَاتِ لَيْسَ بِخَارِجٍ مِنْهَا كَذَلِكَ زُيِّنَ لِلْكَافِرِينَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ}

“Dan apakah orang yang sudah mati kemudian dia Kami hidupkan dan Kami berikan kepadanya cahaya yang terang, yang dengan cahaya itu dia dapat berjalan di tengah-tengah masyarakat manusia, serupa dengan orang yang keadaannya berada dalam gelap gulita yang sekali-kali tidak dapat keluar dari padanya? Demikianlah Kami jadikan orang yang kafir itu memandang baik apa yang telah mereka kerjakan.” [QS. Al-An’am: 122]

Ibnu Katsir rahimahullah berkata: “Kemudian dia Kami hidupkan; yaitu Allah hidupkan hatinya dengan iman dan memberikan hidayah kepadanya serta taufiq-Nya untuk mengikuti Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wasallam. [Tafsir Ibnu Katsir: 3/330]

2. Asy-Syifaa (obat), sebagaimana yang Allah Ta’ala firmankan:

{يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَتْكُمْ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَشِفَاءٌ لِمَا فِي الصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ}

“Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman..” [QS. Yunus: 57]

Madu adalah obat bagi badan, iman adalah obat bagi hati, sedangkan ilmu obat bagi kejahilan.

3. Ketakwaan, sebagaimana yang Allah Ta’ala firmankan:

{إِنَّ الَّذِينَ يَغُضُّونَ أَصْوَاتَهُمْ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ أُولَئِكَ الَّذِينَ امْتَحَنَ اللَّهُ قُلُوبَهُمْ لِلتَّقْوَى لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَأَجْرٌ عَظِيمٌ}

“Sesungguhnya orang yang merendahkan suaranya di sisi Rasulullah mereka itulah orang-orang yang telah diuji hati mereka oleh Allah untuk bertakwa. Bagi mereka ampunan dan pahala yang besar.” [QS. Al-Hujuraat: 3]

4. Hidayah, sebagaimana yang Allah Ta’ala firmankan:

{وَمَنْ يُؤْمِنْ بِاللَّهِ يَهْدِ قَلْبَهُ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ}

“dan barangsiapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” [QS. At-Taghaabun: 11]

5. Kekokohan iman, sebagaimana yang Allah Ta’ala firmankan:

{لَا تَجِدُ قَوْمًا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ يُوَادُّونَ مَنْ حَادَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَوْ كَانُوا آبَاءَهُمْ أَوْ أَبْنَاءَهُمْ أَوْ إِخْوَانَهُمْ أَوْ عَشِيرَتَهُمْ أُولَئِكَ كَتَبَ فِي قُلُوبِهِمُ الْإِيمَانَ وَأَيَّدَهُمْ بِرُوحٍ مِنْهُ وَيُدْخِلُهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ أُولَئِكَ حِزْبُ اللَّهِ أَلَا إِنَّ حِزْبَ اللَّهِ هُمُ الْمُفْلِحُونَ}

“Kamu tak akan mendapati kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat, saling berkasih-sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka. Mereka itulah orang-orang yang telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang daripada-Nya. Dan dimasukan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah ridha terhadap mereka, dan merekapun merasa puas terhadap (limpahan rahmat)-Nya. Mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya hizbullah itu adalah golongan yang beruntung.” [QS. Al-Mujaadalah: 22]

6. Sakinah (ketenangan hati), sebagaimana yang Allah Ta’ala firmankan:

{هُوَ الَّذِي أَنْزَلَ السَّكِينَةَ فِي قُلُوبِ الْمُؤْمِنِينَ لِيَزْدَادُوا إِيمَانًا مَعَ إِيمَانِهِمْ وَلِلَّهِ جُنُودُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَكَانَ اللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا}

“Dia-lah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada). Dan kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” [QS. Al-Fath: 4]

7. Persaudaraan, sebagaimana yang Allah Ta’ala firmankan:

{وَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ لَوْ أَنْفَقْتَ مَا فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا مَا أَلَّفْتَ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ وَلَكِنَّ اللَّهَ أَلَّفَ بَيْنَهُمْ إِنَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ}

“Dan Yang mempersatukan hati mereka (orang-orang yang beriman. Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha Gagah lagi Maha Bijaksana.” [QS. Al-Anfaal: 63]

8. Ketentraman, sebagaimana yang Allah Ta’ala firmankan:

{الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ}

“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram. [QS. Ar-Ra’d: 28]

9. Cinta kepada Allah, sebagaimana yang Allah Ta’ala firmankan:

{وَلَكِنَّ اللَّهَ حَبَّبَ إِلَيْكُمُ الْإِيمَانَ وَزَيَّنَهُ فِي قُلُوبِكُمْ}

“Tetapi Allah menjadikan kamu ‘cinta’ kepada keimanan dan menjadikan keimanan itu indah di dalam hatimu.” [QS. Al-Hujuraat: 7]

10. Perhiasan dan penjagaan dari amalan yang jelek, sebagaimana yang Allah Ta’ala firmankan:

{وَلَكِنَّ اللَّهَ حَبَّبَ إِلَيْكُمُ الْإِيمَانَ وَزَيَّنَهُ فِي قُلُوبِكُمْ وَكَرَّهَ إِلَيْكُمُ الْكُفْرَ وَالْفُسُوقَ وَالْعِصْيَانَ أُولَئِكَ هُمُ الرَّاشِدُونَ}

“Tetapi Allah menjadikan kamu ‘cinta’ kepada keimanan dan menjadikan keimanan itu indah di dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan, dan kedurhakaan. Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus.” [QS. Al-Hujuraat: 7]

Semoga Allah Ta’ala menjadikan hati kita menjadi hati yang salim, yang dengannya hati kita akan mendapat 10 kemulyaan tersebut dari Allah Ta’ala. Wallahul muwaffiq.

Ditulis oleh Abu ‘Ubaidah Iqbal bin Damiri al-Jawy, 11 Muharam 1436/ 4 November 2014_di Daarul Hadits_Al-Fiyusy_Harasahallah.

Sumber : WA. FORUM KIS 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s