Hati Yang Mati

Ini adalah jenis hati yang paling jahat, jelek,  kotor dan busuk, karena dia tidak menerima kebenaran dan tunduk kepadanya, justru malah menentangnya.

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman:

{الَّذِينَ يُجَادِلُونَ فِي آيَاتِ اللَّهِ بِغَيْرِ سُلْطَانٍ أَتَاهُمْ كَبُرَ مَقْتًا عِنْدَ اللَّهِ وَعِنْدَ الَّذِينَ آمَنُوا كَذَلِكَ يَطْبَعُ اللَّهُ عَلَى كُلِّ قَلْبِ مُتَكَبِّرٍ جَبَّارٍ}

“(Yaitu) orang-orang yang memperdebatkan ayat-ayat Allah tanpa alasan yang sampai kepada mereka. Amat besar kemurkaan (bagi mereka) di sisi Allah dan di sisi orang-orang yang beriman. Demikianlah Allah mengunci mati hati orang yang sombong dan sewenang-wenang.” [QS. Ghaafir: 35]

Ibnu Mas’ud ditanya; Siapakah yang dinamakan mayat yang hidup? Beliau menjawab: “Orang yang tidak mengetahui kebenaran dan tidak mengingkari kemungkaran.”

As-Safaariini rahimahullah berkata: “Adapun hati yang mati, dia mendapatkan kebahagiaan disaat terjerumus kedalam dosa, dia tidak mengetahui kebahagiaan selain itu.” [Ghidzaul Albaab: 2/595]

Hati yang mati lebih hina dan rendah daripada binatang, Allah Ta’ala berfirman:

{وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِنَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ لَهُمْ قُلُوبٌ لَا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لَا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ آذَانٌ لَا يَسْمَعُونَ بِهَا أُولَئِكَ كَالْأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ أُولَئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ}

“Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.” [QS. Al-A’raaf: 179]

BAGAIMANA SIFAT HATI YANG MATI?

Berkata Ibnul Qayyim rahimahullah: “Sifat hati yang mati adalah tidak ada kehidupan didalamnya, dia tidak mengenal Rabb-nya, tidak beribadah kepada-Nya sesuai dengan perintah yang dicintai dan diradhoi-Nya, bahkan dia selalu mengikuti hawa nafsu dan kelezatannya, walaupun hal tersebut dibenci dan dimurkai Rabb-nya. Dia tidak peduli itu semua, yang penting dia bisa mendapatkan bagian dan keinginannya. Dia beribadah kepada selain Allah dalam cinta, takut, harapan, ridho dan benci, pengagungan dan kehinaan. Jika dia mencintai, itu karena hawa nafsunya, demikian pula jika membenci, itupun karena hawa nafsunya. Apabila dia memberi atau mencegah, itu karena hawa nafsunya. Dia lebih mengedepankan dan mencintai hawa nafsunya daripada keridhoan Tuhannya.

Hawa nafsunya lakasana pemimpinnya, sedangkan syahwat sebagai komandannya, kebodohan sebagai sopirnya dan kelalaian sebagai kendaraannya. Dia terbuai oleh pikiran untuk memperoleh kepentingan-kepentingan duniawi, termabukkan oleh hawa nafsu dan kesenangan yang dini.

Apabila dia diseru untuk menghadap Allah dan menuju ke kampung Akherat dari tempat yang jauh, maka dia tidak menyambut seruan orang yang memberikan nasehat, justru malah mengikuti setiap seruan syaitan yang jahat. Dunia terkadang membuatnya benci dan terkadang membuatnya senang, sedangkan hawa nafsunya membuatnya tuli dan buta kepada selain kebatilan.

Keberadaan dia (pemilik hati yang mati) di dunia sebagaimana gambaran yang dikatakan tentang Laila:
“Dia musuh bagi orang yang kembali dan kedamaian bagi para penghuninya…
Barangsiapa yang dekat dengan Laila, tentu dia akan mencintai dan mendekati…
Berbaur dengan orang yang memiliki hati yang seperti ini adalah penyakit…
Bergaul dengannya adalah racun, bermajelis dengannya adalah kebinasaan…”

[Lihat Ighaatsatul Lahfaan: 1/9]

Semoga Allah melindungi hati-hati kita dari sifat-sifat ini dan semoga Allah menghidupkan hati-hati kita dengan cahaya iman dan taqwa. Wallaahul muwaffiq.

Ditulis oleh Abu ‘Ubaidah Iqbal bin Damiri al-Jawy, 18 Muharam 1436/ 11 November 2014_di Daarul Hadits_Al-Fiyusy_Harasahallah.

Sumber : WA. FORUM KIS 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s