Hukum mengucapkan selamat tahun baru

Berkata Syaikhul Islam rahimahullah dalam kitabnya “Iqtidha Ash Shirathil Mustaqim Mukhalafah Ashhabil Jahim”:

“Menyerupai dalam sebagian perayaan Ied mereka akan melahirkan kebahagiaan hati terhadap perayaan mereka yang padanya terdapat kebatilan, terkadang malah membuat semangat kepada orang-orang kafir dalam memamfaatkan moment tersebut dan merendahkan orang-orang yang tidak mampu.” Selesai perkataan beliau.

Barangsiapa melakukan hal tersebut maka sungguh dia telah berdosa, baik dia melakukannya dalam rangka beramah-tamah dengan mereka, saling mencintai, malu ataupun karena sebab yang lainnya. Hal ini haram karena padanya penipuan terhadap agama Allah dan ini justru membuat kuat hati-hati mereka (diatas kekufuran) serta membuat mereka bangga dengan agama mereka.

Kita mohon kepada Allah agar kaum muslimin diberikan kemluyaan dalam agamanya dan memberikan rizqi kekokohan diatas agamanya. Semoga Allah menolong mereka dari (makar) musuh-musuh mereka. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Mulia.

Asy-Syaikh al-‘Utsaimin rahimahullah juga berkata:

“Memberi ucapan selamat tahun baru tidak pernah dikenal disisi para Salaf. Oleh karena itu lebih utama hal tersebut ditinggalkan. Akan tetapi apabila seseorang memberi ucapan tersebut kepaoda orang lain dengan dasar bahwa pada tahun yang lalu telah dia habiskan dengan ketaatan kepada Allah, dia berikan ucapan selamat atas panjangnya umurnya dalam ketaatan kepada Allah, maka jika seperti ini tidaklah mengapa, karena sebaik-baik manusia adalah yang panjang umurnya dan bersamaan itu pula baik amalannya. Akan tetapi memberi ucapan selamat ini pada awal tahun Hijriyah. Adapun pada tahun baru Masehi maka tidak boleh kita memberikan ucapan selamat, karena dia (tahun masehi) bukan tahun yang syar’i, bahkan jika dia memberi ucapan selamat kepada orang-orang kafir pada perayaan hari raya mereka, maka orang tersebut berada dalam bahaya yang besar, karena memberikan ucapan selamat hari raya kepada orang-orang kafir merupakan bentuk keridhoan dan penghargaan terhadap hari raya mereka. Ridha dengan hari raya kekufuran terkadang bisa mengeluarkan seseorang dari agama Islam, sebagaimana yang disebutkan Ibnul Qayyim rahimahullah dalam kitabnya “Ahkam Ahlidz Dzimmah”.

Kesimpulan dari pembicaraan ini:

Sesungguhnya memberi ucapan selamat diawal tahun Hijriyah lebih baik ditinggalkan, tanpa ada keraguan lagi, karena hal tersebut tidak pernah ada di zaman para Salaf, namun jika dilakukan maka tidak berdosa. Adapun memberi ucapan selamat tahun baru Masehi maka tidak boleh.

Sumber: Liqa Babil Maftuh (112).

Sumber : WA. FORUM KIS

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s