Makna tidak ada paksaan dalam agama

السؤال: 

ما المقصود بقوله تعالى:

(لا إِكْرَاهَ فِي الدِّينِ)؟

الجواب: 

🔅لا إكراه على الدخول في الدين، ما أحد يكره على الدخول في الدين، ما أحد يدخل إلا عن قناعة، إذا لم يقتنع يؤخذ عليه عهد الذمة ويدفع الجزية ويترك إن كان كتابي، وإن كان غير كتابي إما أن يدخل في الإسلام، وإما أن يقتل على الشرك، أما إذا دخل فيه وارتد عنه فيجب قتله:

“مَنْ بَدَّلَ دِينَهُ فَاقْتُلُوهُ”،

يجب قتله لأنه عرف الحق، واعترف أنه حق، دخل فيه وخرج منه وهو معترف أنه حق وأيضا هذا يغر غيره يقتدون به فيجب قتله، أصبح الدين تلاعب لا، الدين ما يلعب به:

🔺(“ وَقَالَتْ طَائِفَةٌ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ آمِنُوا بِالَّذِي أُنْزِلَ عَلَى الَّذِينَ آمَنُوا وَجْهَ النَّهَارِ وَاكْفُرُوا آخِرَهُ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ)،

فالمرتد يصير قدوة لغيره فيجب قتله منعاً لشره، أما قبل أن يدخل في الإسلام فلا يجبر؛ لكن يجرى عليه الحكم الشرعي غير القتل، ومن العلماء من يقول:

☑الجزية تؤخذ من كل كافر سواء كتابي أو غير كتابي وهذا هو الراجح.

Pertanyaan:

Apa yang dimaksud dengan firman Alloh Ta’ala:

﴿لاَ إِكْرَاهَ فِي الدِّينِ﴾

“Tidak ada paksaan dalam agama.” ?

Jawaban:

Tidak ada paksaan untuk masuk ke dalam agama Islam, tidak ada satu orang pun yang masuk kecuali di atas kesukaannya, jika dia tidak suka maka diambil darinya perjanjian sebagai dzimmi* dan dia serahkan jizyah** dan dibiarkan jika dia seorang ahli kitab, jika dia bukan ahli kitab maka boleh jadi dia masuk Islam, dan boleh jadi dia dibunuh atas kesyirikannya, adapun jika dia masuk ke dalam Islam dan menjadi murtad maka wajib baginya untuk dibunuh:

«مَن بَدَّلَ دِينَه فَاقْتُلُوه»

“Barangsiapa yang mengganti agamanya maka kalian bunuhlah dia”.

Wajib baginya dibunuh karena dia telah mengenal kebenaran, dan mengakui bahwa Islam adalah benar dan juga orang ini akan menipu lainnya yang akan mencontoh kepadanya maka wajib dibunuh, jadilah agama sebagai permainan, tidak, agama tidak boleh dipermainkan:

(وَقَالَتْ طَائِفَةٌ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ آمِنُوا بِالَّذِي أُنْزِلَ عَلَى الَّذِينَ آمَنُوا وَجْهَ النَّهَارِ وَاكْفُرُوا آخِرَهُ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ) [سورة آل عمران : 72]

“Segolongan (lain) dari Ahli Kitab berkata (kepada sesamanya): “Perlihatkanlah (seolah-olah) kamu beriman kepada apa yang diturunkan kepada orang-orang beriman (sahabat-sahabat Rasul) pada permulaan siang dan ingkarilah ia pada akhirnya, supaya mereka (orang-orang mukmin) kembali (kepada kekafiran).” [Qs. Ali Imron: 72]

Maka orang yang murtad akan menjadi percontohan bagi yang lainnya maka wajib dibunuh sebagai bentuk pencegahan bagi kejelekannya, adapun sebelum masuk ke dalam Islam maka dia tidaklah dipaksa; akan tetapi diterapkan padanya hukum syar’i selain bunuh, dan sebagian ulama ada yang berpendapat:

Jizyah diambil dari setiap orang kafir, sama saja apakah dia seorang ahli kitab atau bukan ahli kitab, dan ini adalah pendapat yang kuat.

Sumber : http://www.alfawzan.af.org.sa/node/14637
_____________________
✏__Catatan Kaki:

* Dzimmi yaitu orang kafir yang dibawah perjanjian hidup damai bersama muslim.

** Jizyah ialah sejumlah harta yang harus diserahkan oleh orang kafir kepada pemerintah muslim yang besarnya ditetapkan oleh penguasa muslimin.
⇒⇒⇒⇒⇒⇒⇒⇒⇒

Muhammad Sholehuddin Abu ‘Abduh

Sumber : WhatsApp Syarhus Sunnah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s