Batilnya kaidah : ambil yang baik dan tinggalkan yang buruk dari ahlul bid’ah

Asy-Syaikh Al-‘Allamah Muhammad bin Sholih Al-‘Utsaimin رحمه الله

                            ✹✹✹

إبطال قاعدة خذالحق واترك الباطل من أهل البدع
 
قال الشيخ محمد بن صالح العثيمين – رحمه الله – :

❗”ومن هجر أهل البدع ترك النظر في كتبهم خوفاً من الفتنة بها ، أو ترويجها بين الناس ، فالابتعاد عن مواطن الضلال واجب لقوله صلى الله عليه وسلم في الدجال

“من سمع به فلينأ عنه ، فوالله إن الرجل ليأتيه وهو يحسب أنه مؤمن فيتبعه مما يبعث به من الشبهات”. “رواه أبو داوود . قال الألباني: وإسناده صحيح ”

☝ لكن إن كان الغرض من النظر في كتبهم معرفة بدعتهم للرد عليها فلا بأس بذلك لمن كان عنده من العقيدة الصحيحة ما يتحصن به وكان قادراً على الرد عليهم ، بل ربما كان واجباً ، لأن رد البدعة واجب، وما لا يتم الواجب إلا به فهو واجب.”
🔸شرح لمعة الاعتقاد صفحة 100

________________

Dan termasuk dari bagian menghajr (memboikot) ahli bid’ah ialah meninggalkan melihat (membaca) ke dalam kitab-kitab mereka karena takut dari fitnah nya, atau mempromosikannya di tengah-tengah manusia, maka menjauhkan diri dari tempat-tempat kesesatan adalah wajib berdasarkan sabda Beliau Shallallaahu ‘alaihi wasallam tentang Dajjal:

«مَن سمعَ به فليَنْأَ عنهُ . فواللَّهِ إنَّ الرَّجلَ ليأتيهِ وَهوَ يحسَبُ أنَّهُ مؤمنٌ فيتَّبعُهُ ، ممَّا يبعثُ بِهِ منَ الشُّبُهاتِ». رواه أبو داود.

Barangsiapa mendengar tentangnya maka hendaknya dia menjauh darinya, maka demi Alloh sesungguhnya akan ada seseorang yang mendatanginya dalam keadaan dia mengira bahwasanya dia (Dajjal) seorang yang beriman kemudian dia mengikutinya dari apa-apa yang dia diutus dengannya dari syubhat-syubhat. [HR. Abu Daud. Berkata Albani: dan sanadnya shahih]

Akan tetapi apabila tujuan dari melihat ke dalam kitab-kitab mereka adalah untuk mengenali kebid’ahan mereka untuk dibantah atasnya maka tidak mengapa dengan itu bagi orang yang memiliki akidah yang shahihah yang dapat membentengi diri dengannya dan dia mampu untuk membantah mereka..

Bahkan terkadang hal itu menjadi wajib, karena membantah kebid’ahan adalah wajib, dan apa yang dapat menyempurnakan suatu kewajiban kecuali dengannya maka dia adalah wajib.

Syarah Lum’atil I’tiqod, Hal: 100.

Dinukil dari:
http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=125686&page=2

Alih Bahasa:
Al-Ustadz Muhammad Sholehuddin Abu ‘Abduh (Karawang) حفظه الله [FBF-2]

__________________

 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
Sumber :WA Forum Berbagi Faidah [FBF]

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s