Biografi Imam Ibnu Rajab Al Hambali

Nama beliau adalah ‘Abdurrahman bin Ahmad bin ‘Abdurrahman bin Hasan. Terkenal dengan julukan Ibnu Rajab yang diambil dari julukan kakeknya ‘Abdurrahman.

Dilahirkan di Baghdad pada tahun 736 H.

Tumbuh di tengah keluarga berilmu, kakeknya, ‘Abdurrahman bin Hasan seorang alim yang memiliki sebuah majelis hadits, Ibnu Rajab kecil kerap hadir dalam majelis tersebut pada umur tiga sampai lima tahun.

Ayahnya juga seorang muhaddits, beliau mengambil ilmu dari ulama Baghdad kemudian pindah ke Damaskus pada tahun 744 H. Di sana beliau terus menuntut ilmu dan sampai ke daerah Hijaz (Mekah-Madinah dan sekitarnya), kemudian beliau mengajar di Damaskus.

Ayah Ibnu Rajab sangat bersemangat untuk mengajak anaknya mendengar hadits dari syaikh syaikh yang tsiqah (terpercaya riwayatnya) dan terkenal kelimuan periwayatan haditsnya.

Dengan perhatian dari ayahnya ini, Ibnu Rajab telah mendapatkan hadits dari banyak ulama di Baghdad, Damaskus, Mesir, dan lainnya serta mendapatkan ijazah (izin periwayatan) dari sebagian gurunya.

Beliau mengajar di madrasah hambaliyah, yang bermadzhab hambali, bahkan dari madrasah inilah tersebar madzhab hambali di negeri Syam.

Ibnu Rajab dikenal memiliki metode yang memukau dalam penyampaian ilmu, membangkitkan perhatian pendengarnya dan menggerakkan perasaan mereka. Beliau memahamkan agama Allah pada manusia, mengajari mereka ilmu.

Pujian ulama pada Ibnu Rajab

Ibnu Hajar Al ‘Asqalani berkata tentang Ibnu Rajab : “Beliau adalah muhaddits hafizh, mahir dalam berbagai cabang ilmu hadits ; nama rawi, jalan periwayatan, telaah terhadap makna hadits. Beliau juga seorang ahli ibadah dan tahajjud”.

Ibnu Muflih berkata : “Beliau adalah seorang syaikh hafizh yang zuhud, ulama madzhab hambali”.

Karya beliau sangat banyak dari berbagai cabang ilmu ; tafsir, hadits, fiqih, tarikh, dan nasihat umum.

Diantara karya yang terkenal adalah “Fathul Bari syarh Shohihil Bukhori”, namun kitab ini hanya sampai pada kitab sholat. Dari nama inilah kemuadian Ibnu Hajar menyusun syarh Shohih Al Bukhori.

Beliau juga memiliki kitab syarh Jami’ At Tirmidzi dalam 20 jilid, namun kitab ini hilang dalam fitnah tartar, tersisa beberapa bagian dari kitab libas sekitar 20 lembar saja.

Pada tahun 795 H wafat Ibnu Rajab di kota Damaskus, dimakamkan di pemakaman Al Bab Ash Shagir di samping makam syaikh ‘Abdul Wahid bin Muhammad Asy Syirozi yang dikenal perintis madzhab imam Ahmad di Damaskus.

Semoga Allah merahmati mereka semua dan ulama kaum muslimin

Al Ustadz Abu Yahya Al Banjary

Sumber : Forum Salafi Banjarnegara

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s