Salafi Bukan Teroris Khawarij ISIS

            Masih ada sebagian orang mengira bahwa gerakan teroris ISIS dan juga gerakan teroris yang lain adalah gerakan yang berpemahaman Salafi Wahhabi.Pendapat ini muncul bisa disebabkan karena adanya kekhawatiran di tengah merebaknya dakwah bermanhaj (bermetode) Salafiyah di berbagai tempat, atau disebabkan karena ketidaktahuan tentang hakikat dakwah dan manhaj Salafiyah.

            Pada edisi ke-33 tahun ke-6 berjudul “Mengenal Hakikat Ahlussunnah Wal Jama’ah”, telah kita ketahui bahwa Salafi atau Salafiyun adalah istilah lain dari Ahlussunnah Wal Jama’ah.Disebut Salafi (jika 1 orang) atau Salafiyun (jika banyak orang) karena mereka meniti jejak generasi Salaf yang shalih, yaitu para sahabat Nabi, tabi’in (murid para sahabat) dan atba’ut tabi’in (murid para tabi’in).Sebagaimana pula Ahlussunnah Wal Jama’ah adalah siapa saja yang meniti jejak atau petunjuk (sunnah) Nabi dan para sahabat beliau.Singkat kata, Salafi atau Salafiyun adalah orang-orang yang berjalan di atas Islam yang masih murni, tidak tercampur dengan berbagai penyimpangan yang diatasnamakan Islam.

            Adapun Wahhabi atau Wahhabiyah, maka istilah ini pertama kali muncul pada sekitar abad ke-2 Hijriyah.Istilah ini awal mulanya adalah julukan bagi salah satu sekte berpemahaman Khawarij yang muncul di Afrika Utara, dan telah dikecam oleh para ulama ketika itu.Sekte ini memiliki andil dalam perpecahan dan pertumpahan darah di tengah kaum muslimin.

            Namun seiring perjalanan waktu, istilah Wahhabi atau Wahhabiyah ini dibelokkan oleh sebagian manusia kepada sepak terjang dakwah Syaikhul Islam Muhammad bin Abdil Wahhab rahimahullah pada abad ke-12 Hijriyah yang meluas hingga ke banyak negeri.Tujuan penyematan istilah Wahhabi atau Wahhabiyah ini kepada dakwah beliau, agar manusia menjauhi dakwah beliau.Dikesankan bahwa dakwah beliau adalah dakwah yang keras dan ekstrem, sebagaimana ekstremnya kaum Wahhabiyah Khawarij.Padahal sangat jauh beda antara keduanya. Sesungguhnya dakwah asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab berjalan di atas metode Ahlussunnah Wal Jama’ah atau Salafiyah yang mengajak manusia kepada Islam yang murni, bersih dari kesyirikan dan kebid’ahan.Dakwah beliau sangat jauh dari kekerasan.

            Dari ulasan singkat ini sedikit banyak membuka mata kita, bahwa Salafiyun (terutama dakwah asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab) bukanlah Khawarij, yang pemahaman Khawarij ini dianut oleh kelompok ISIS dan yang sejenisnya.

            Lebih jelas lagi perbedaan besar antara Salafiyun dengan ISIS adalah sebagai berikut :

1)    Salafiyun tidak mengkafirkan pemerintah muslimin, sekalipun pemerintahnya berbuat zalim dan jahat, selama belum kafir.Adapun ISIS mengkafirkan pemerintah muslimin, bahkan berpandangan pemerintah muslimin itu lebih jelek dibandingkan pemerintah yang aslinya memang kafir.

2)    Salafiyun berkeyakinan untuk menaati penguasa selama dalam perkara yang baik.Apabila penguasa memerintah dalam perkara yang bertentangan dengan Islam, maka Salafiyun tidak menaatinya, justru menasihati atau meluruskannya sebatas kemampuan dengan cara yang santun dan tidak melakukan pemberontakan.Adapun ISIS sama sekali tidak mengakui penguasa muslimin sebagai penguasa, bahkan menganggap penguasa itu sebagai thaghut dan wajib diberontak.

3)    Salafiyun berpandangan bahwa darah penguasa itu terjaga dan tidak boleh ditumpahkan.Sedangkan ISIS berpandangan bahwa seluruh penguasa itu darahnya halal dan boleh ditumpahkan.

4)    Salafiyun tidak mengkafirkan para aparat muslim dan darah mereka terjaga.Adapun ISIS mengkafirkan dan menghalalkan darah para aparat muslim.

5)    Salafiyun mengatakan bahwa negeri-negeri muslimin saat ini adalah negeri-negeri Islam, sedangkan ISIS mengatakan bahwa seluruh negeri muslimin saat ini adalah negeri kafir.

6)    Salafiyun menegaskan bahwa upaya penyerangan atau pengeboman di negeri-negeri muslimin adalah kerusakan, bukan jihad yang sesuai syariat.Adapun ISIS menegaskan sebaliknya.

7)    Salafiyun mendoakan penguasa agar mendapatkan hidayah dan kebaikan untuk menjalankan syariat Allah.Berbeda sekali dengan ISIS yang mendoakan kebinasaan untuk penguasa.

8)    Salafiyun tidak membenarkan adanya demonstrasi, penggulingan atau revolusi menghadapi penguasa.Misi perjuangan salafiyun adalah mengeluarkan manusia dari kegelapan kufur, syirik, bid’ah dan maksiat menuju cahaya iman, tauhid, sunnah dan ketaatan.Hal itu dengan jalan memberikan nasihat kepada rakyat dan penguasa, dakwah dengan hikmah, anjuran, larangan dan diskusi.Perjuangan Salafiyun bukan dengan mengumpulkan suara, simpatisan sebanyak-banyaknya atau kursi pemerintahan.Adapun ISIS berjuang untuk menggulingkan penguasa dengan demonstrasi dan revolusi penggulingan penguasa adalah kewajiban syar’i menurut mereka.ISIS menilai Salafiyun yang mengajak manusia menuju tauhid dan sunnah Nabi serta menjaga keamanan negara merupakan bentuk Murji’ahnya Salafiyun, penelantaran dan penghambaan kepada penguasa.

9)    Salafiyun beriman bahwa syariat jihad itu tetap berlaku hingga hari kiamat, namun dengan terpenuhinya syarat, konsekuensi dan hilangnya penghalang.Syarat jihad adalah kemampuan, kemandirian dan selamat dari kerugian yang lebih besar.Konsekuensi jihad adalah berlangsungnya dakwah ke jalan Allah.Penghalang jihad adalah kelemahan, ketergantungan umat Islam kepada pihak lain dan timbulnya kerugian lebih besar atau hilangnya kebaikan jika ditegakkan jihad.Adapun ISIS berpandangan bahwa maksud jihad itu tetap berlaku hingga hari kiamat adalah perang tidaklah berhenti.Atas dasar ini, jika mereka tidak menjumpai orang kafir yang memerangi muslimin, maka mereka pun memerangi orang Islam atau orang kafir yang terikat perjanjian dengan penguasa muslim.

10) Salafiyun mengajak manusia untuk menaati penguasa dan tidak memberontaknya.Jama’ah yang syar’i adalah bersatunya kaum muslimin di atas Islam di bawah kepemimpinan penguasa muslim.Sedangkan ISIS mengajak manusia untuk menaati amir (pemimpin) ISIS dan memberontak penguasa negeri-negeri Islam.Jama’ah menurut ISIS adalah jama’ah mereka.Barangsiapa tidak bergabung dengan jama’ah ISIS, maka halal darahnya.

11) Salafiyun mengharamkan pembunuhan terhadap orang kafir mu’ahad (mengikat perjanjian keamanan dengan penguasa muslim) atau kafir musta’min (meminta suaka keamanan dengan penguasa muslim saat terjadi peperangan antara negara muslim dangan negara kafir).Sedangkan ISIS menghalalkan darah mereka dan mewajibkan membunuh mereka.

12) Salafiyun menyatakan bahwa undang-undang buatan manusia itu ada 2 macam, yaitu :

a)    Undang-undang yang bertentangan dengan hukum Allah.Maka ini harus ditinggalkan dan pemilik UU ini bisa dihukumi kafir, zalim atau fasik sesuai dengan keyakinan yang ada pada pemilik UU tersebut.

b)    Undang-undang yang tidak bertentangan dengan hukum Allah demi ketertiban rakyat dan negara.Maka yang demikian justru ditaati, bukan termasuk hukum jahiliah.

     Adapun ISIS memandang bahwa semua undang-undang buatan manusia tanpa   terkecuali adalah jahiliah, kufur besar dan kesesatan.Pemilik UU adalah kafir.

13) Salafiyun menilai bahwa kerjasama duniawi antara negara Islam dengan negara kafir  tidaklah haram, selama tidak mengandung kesepakatan yang bertentangan syariat Islam.Seiring itu, mereka menilai bahwa mendukung negara kafir untuk memerangi Islam dan muslimin adalah kekufuran.Adapun ISIS mengharamkan segala bentuk kerjasama antara negara Islam dengan negara kafir.Mereka memandang bahwa kerjasama seperti itu merupakan pintu dukungan kepada musyrikin dan kerjasama seperti itu adalah kekufuran.

14) Salafiyun membolehkan berbuat baik kepada orang kafir yang tidak memerangi atau menzalimi kaum muslimin.Sedangkan ISIS tidak membolehkan berbuat baik dan adil kepada orang kafir secara mutlak.

15) Salafiyun menempatkan kaidah “barangsiapa yang tidak mengkafirkan orang kafir atau ragu terhadap kekafirannya, maka dia adalah kafir” pada orang yang memang asalnya sudah kafir atau orang yang sudah murtad.Adapun orang yang asalnya muslim lalu terjatuh dalam sebuah kemaksiatan atau kekufuran, maka dirinya tidak langsung dikafirkan.Atas dasar ini, orang yang tidak mengkafirkan orang yang asalnya muslim tadi tidaklah dikafirkan.Kaidah di atas tidak diterapkan pada seorang muslim yang tidak mengkafirkan orang yang dikafirkan Khawarij tanpa hak.Adapun ISIS mengkafirkan siapa saja yang tidak mengkafirkan orang yang telah mereka kafirkan.

16) Salafiyun tidak membalas orang Islam yang mengkafirkan mereka dengan vonis kekafiran pula.Salafiyun tidak membalas kesalahan dengan kesalahan atau vonis kafir dengan vonis kafir.Salafiyun membantah sebuah kebid’ahan dengan sunnah Nabi, kesalahan dengan kebenaran, kezaliman dengan keadilan dan kemaksiatan dengan ketaatan.Salafiyun senantiasa menjaga rasa takut kepada Allah terkait orang-orang yang menzalimi mereka.Sebaliknya, ISIS mengkafirkan Salafiyun, mengatakan bahwa Salafiyun itu telah murtad dan halal darahnya.

17) Salafiyun adalah sebab keamanan dan ketentraman.Mereka mengarahkan orang-orang yang semangat membela Islam, agar membela dan menolong Islam dengan manhaj (metode) Nabi.Adapun ISIS adalah sebab kekacauan dan kejelekan.Mereka memprovokasi anak-anak muda untuk menumpahkan darah dan mengajari bagaimana menumpahkan darah.

18) Salafiyun berjalan dengan bimbingan para ulama yang terpercaya, dalam ilmunya, tersohor dan berpengalaman.Sedangkan ISS dibimbing oleh orang-orang yang tidak dikenal agamanya.

19) Salafiyun menebarkan bimbingan dan kasih sayang kepada umat.Mereka adalah pihak yang paling mengerti tentang Allah dan paling sayang kepada makhluk.Sebaliknya ISIS datang dengan menyembelih manusia dan ISIS adalah orang yang paling kasar kepada manusia.

20) Salafiyun memberi manfaat kepada manusia, menggambarkan Islam dengan keindahan dan menjadikannya dicintai oleh manusia.Sedangkan ISIS menjelekkan citra Islam dan menjadikan Islam dibenci oleh manusia.

21) Misi utama Salafiyun adalah mengenalkan umat manusia terhadap Allah (tauhid) dan menjauhkan  manusia dari segala bentuk kesyirikan.Adapun misi utama ISIS adalah mengajak manusia untuk menggulingkan pemerintah.

22) Salafiyun mendekatkan kaum muslimin kepada para sahabat Nabi dan para ulama yang terbimbing.Sedangkan ISIS mendekatkan kaum muslimin kepada para pemikir berpemahaman Khawarij, sekalipun menisbatkan diri kepada Salafiyah.Sesungguhnya salaf (pendahulu) mereka adalah Khawarij, bukan salaf yang shalih dari kalangan para sahabat, para tabi’in dan para atba’ut tabi’in.

23) Dakwah salafiyah akan menjadikan Islam dan kaum muslimin meraih kejayaan di hadapan orang-orang kafir dan musyrik.Adapun dakwah ISIS justru menjadikan muslimin terhina, orang-orang kafir berjaya dan membuka jalan bagi orang-orang kafir untuk menjajah negara-negara Islam.

( Poin-poin di atas adalah sebagian poin yang disebutkan oleh asy-Syaikh Dr.Abdul Lathif bin Ahmad al-Kurdi hafizhahullah di situs http://www.sahab.net dengan beberapa penyesuaian )

Wallahu a’lamu bish-Shawab

Sumber : http://daarulihsan.com/449/

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s