Tidak boleh menyamakan pembagian warisan antara laki-laki dan perempuan

تحريم مخالفة الشرع في قسمة الميراث

ASY-SYAIKH SHOLIH BIN FAUZAN BIN ‘ABDULLOH  AL-FAUZAN حفظه اللّٰه

السؤال

💵💉 امرأة تقول: توفي أخي وترك عندي مبلغا من المال قدره ثمانون ألف ريال أمانة عندي، وله ابن وبنت، فأتى إلى أحد اﻷوﻻد وطلب ذلك المبلغ، فأنكرته بحجة أنه وهبه لي، و كان أخي يعرف ذلك، ثم جاءت البنت، وقالت :ما تركه والدي أمنة عندك…. وبعد مدة خفت من أن ينتقم الله مني بسبب اﻷمانة التي حملتها، فوزعت المبالغ المذكور بينهما بالتساوي، فأعطيت اﻻبن مثل ما أعطيت البنت أربعون ألف ريال لكل منهما، فسألت أحد العماء، فقال: أنت آثمة في قسمتك هذه، وحرام عليك، فهل ما قله هذا العلم صحيح أم ﻻ؟ وماذا علي أن أفعلها اﻵن؟

الجواب

أوﻻ: مما طلتك في حق الورثة شيء ﻻ يجوز لك؛ بل الواجب أداء اﻷمانة ﻷهلها. ثانيا: قسمتك المالى بين الذكر واﻷنثى سواء، وهما ليسا في حكم الله سواء؛ لقوله تعالى:

[[ يوصيكم الله فى أولدكم للذ كر مثل حظ اﻷنثيين ]]

فاﻷوﻻد إذا كانوا ذكورا وإناثا؛ فللذكر مثل حظ اﻷنثيين، وﻻ يجوز تسوية الذكر باﻷنثى.
فالذى عليك اﻵن استدراك هذا الشيء، ويلزمك أن تسحبي من البنت الزيادة عن نصيبها، وتدفيعها ﻷخيها،

وإن لم تستطيعي سحب الزائد من البنت، فإنك تغرمين ﻻبن ما يكمل نصيبه. والله تعالى أعلم.

المصدر: فتاوى المرأة المسلمة – الشيخ صالح الفوزان؛ ص(٩٠٧-٩٠٨).

Pertanyaan :

Seorang wanita mengatakan: ‘Saudara laki-laki saya  meninggal, dia pernah menitipkan uang pada saya sebanyak 80000 riyal sebagai amanat. Dia mempunyai seorang anak laki-laki dan seorang anak perempuan. Suatu saat, salah seorang anaknya menemui saya dan meminta uang tersebut, tapi saya mengingkarinya dengan alasan bahwa uang tersebut adalah pemberian untuk saya. Saudara saya mengetahui hal itu. Kemudian di lain waktu, anak perempuannya datang dan mengatakan” uang yang ditinggalkan ayahku adalah yang diamanatkan kepadamu. “Setelah beberapa saat, saya takut Alloh akan memberi hukuman pada saya karena amanat yang dibebankan kepada saya. Maka saya segera membagikan uang tersebut dengan sama rata kepada keduanya, saya beri anak perempuan tersebut 40000 riyal begitu juga yang laku-laki. Kemudian saya pernah bertanya kepada seorang alim, beliau mengatakan, “Engkau berdosa karena pembagian seperti itu, dan itu haram kau lakukan. ” ‘ Apa benar pembagian seperti itu? Lalu apa yang harus saya lakukan sekarang?

Jawaban :

Penundaan yang anda lakukan dalam hal warisan adalah perbuatan yang tidak boleh dilakukan, bahkan seharusnya Anda menunaikan amanat tersebut kepada yang berhak. Pembagian harta warisan dengan sama rata antara laki-laki dan perempuan diluar ketetapan Alloh, karena Alloh telah berfirman,

[[ يوصيكم الله فى أولدكم للذ كر مثل حظ اﻷنثيين ]]

“Alloh mensyariatkan bagimu tentang (pembagian pusaka untuk) anak-anakmu. Yaitu: bagian seorang anak lelaki sama dengan bagian dua orang anak perempuan.” (an-Nisa: 11).,

Anak-anak itu bisa laki-laki dan bisa perempuan, yang laki-laki mendapat bagian yang sama dengan bagian dua anak perempuan, tidak boleh disamakan antara bagian anak laki-laki dan anak perempuan. Sekarang yang harus anda lakukan adalah meralat hal ini. Anda harus menarik kembali kelebihan uang yang telah diberikan kepada anak perempuan tersebut lalu diserahkan kepada anak laki-laki itu.

Jika anda tidak bisa menarik kembali uang tersebut dari anak itu, maka Anda harus menutupi kekurangan bagian anak laki-laki itu. Wallohu ta’ala a’lam.

Sumber: Fatawa al- Mar’ah al Muslimah, asy-Syaikh Shalih al-Fauzan, hlm. 907-908.

Alih Bahasa: Miqdad al-Ghifary hafizhahullaah.

Sumber : WA Riyadhul Jannah As-Salafy

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s