Tahukah anda siapakah ulama akhirat itu?

Sebagian sifat ulama akhirat:

Mereka mengetahui bahwa dunia itu hina dan akhirat itu mulia. Dan bahwa keduanya, maka Mereka mendahulukan akhirat, tidaklah menyelisihi perbuatan mereka terhadap perkataan mereka, maka kecondongan mereka kepada ilmu yang bermanfaat di akhirat, menjauhi ilmu- ilmu yang sedikit manfaatnya mendahulukan perkara yang lebih besar manfaat darinya.

Sebagaimana di riwayatkan dari Syaqiq  Al Balkhi rahimahullah

Bahwasanya beliau berkata kepada Hatim al ashom : “Engkau telah bersahabat denganku beberapa waktu, maka apa yang engkau peroleh ? dia (Hatim Al Ashom) berkata : Aku mendapat 8 perkara:

1. Pertama:
Aku memperhatikan kepada makhluk (manusia), ketika setiap seseorang dia memiliki sesuatu yang dia cintai maka ketika sampai ke kubur hal yang dia cintai itu meninggalkannya, maka aku menjadikan sesuatu yang aku cintai adalah kebaikan – kebaikan supaya kebaikan – kebaikan tersebut menyertaiku di kubur.

2. Kedua:
Aku merenungi firman Allah

{ ونهى النفس عن الهوى } التغابن:٤٠

Maka aku bersunguh – sungguh  mengatur jiwa untuk memerangi hawa nafsu sampai aku berada dalam ketaatan kepada Allah Ta’ala.

3. Ketiga:
Aku melihat setiap orang memiliki sesuatu yang berharga disisinya dan menjaganya, kemudian aku merenungi firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala:

{ ما عندكم ينفد و عندالله باق } النحل :٩٦

Ketika ada perkara yang berharga bagiku maka aku arahkan kepada jalan – Nya supaya bisa kekal bagiku di sisi – Nya.

4. Keempat:
Aku melihat manusia (barometernya) kembali kepada harta, keturunan dan kemuliaan hal … aku merenungi firman Allah Ta’ala:

  { إنأكرمكم عندالله أتقاكم } الحجرات:١٣

Maka aku beramal ketaqwaan supaya aku mulia disisi- Nya.

5. Kelima:
Aku melihat manusia saling hasad (iri ), maka aku merenungi firman Allah Ta’ala:

{ نحن قسمنابينهم معيشتهم } الزخرف :٣٢

Maka aku tinggalkan perbuatan hasad.

6. Keenam:
Aku melihat mereka (manusia.pent) saling memusuhi , maka aku merenungi firman Allah Ta’ala :

{ إن الشيطان لكم عدوا فاتخذوه عدوا } فاطر :٦

Maka aku tinggalkan permusuhan terhadap mereka dan aku menjadikan syaithon satu-satunya sebagai musuh.

7. Ketujuh:
Aku melihat mereka (manusia. pent) merendahkan diri dalam mencari rizki, maka aku merenungi firman Allah Ta’ala :

{ وما من دابة في الأرض إلا على الله رزقها } هود: ٦

Maka aku sibukkan dengan sesuatu (Rizki. pent) yang Allah berikan kepadaku dan aku tinggalkan sesuatu yang bukan bagiku disisinya (manusia. pent).

8. Kedelapan:
Aku melihat mereka (manusia. pent) bergantung kepada perdagangan, karya – karya dan kesehatan tubuh mereka, Maka aku bertawakkal kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Abu Hamid Al Ngawy حفظه الله  – Syabab Ashhabus Sunnah

Muktashor Minhajul Qoshidin karya Ibnu Qudamah cetakan Darul Aqidah halaman 17-18.

Sumber : WA Ashhaabus Sunnah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s