Hakikat dunia, apa yang tercela dan terpuji di dalamnya

Ketahuilah!  bahwa dunia merupakan ungkapan bagi sesuatu harta yg ada pada seseorang, yaitu bumi dan apa yg ada diatasnya.

Maka bumi adalah tempat tinggal bagi keturunan Adam alaihissalam. Diatasnya ada pakaian, makanan ,minuman, pernikahan yg semua itu sesuatu yg di butuhkan badan anak keturunan Adam untuk melakukan perjalanan menuju Allah

Sesungguhnya dia tidak bisa terus melanjutkan perjalannya kecuali dgn sebab perkara perkara kebaikan tersebut.

Sebagaimana onta yg dikendarai dalam perjalanan haji tidak bisa terus berjalan kecuali di tunaikan perkara perkara yg baik yg menjadi  kebutuhannya sehingga keadaan onta tersebut  tetap dalam keadaan baik untuk dikendarai.

Maka barang siapa mengambil bagian dari dunia yg bisa menjadi sebab kebaikan bagi dirinya dan sesuai sisi yg di perintahkan maka dia orang yg terpuji,
dan barang siapa yg mengambil bagian dunia diatas apa yg dia butuhkan karena  memperturutkan sifat rakusnya maka dia telah jatuh ke dalam perkara yg tercela.

Karena  sudah tidak sesuai dg apa yg menjadi pokok tujuannya. Dia telah keluar dari mendapatkan manfaat dan terjatuh kepada perkara yg akan mengganggu kebaikan dirinya. Dia menjadi tersibukan dgn dunianya dan lalai dari meraih kebaikan akhiratnya. Sehingga dia telah kehilangan tujuannya.

Namun seseorang selayaknya untuk tidak mengurangi apa yg di butuhkan dirinya sebagaimana onta tidak kuat berjalan, kecuali apabila dicukupi kebutuhannya yg dg hal itu onta menjadi baik keadaannya.

Maka jalan yg selamat adalah jalan yg tengah tengah, yaitu tidak meremehkan apa yg menjadi haknya dari bagian dunia yg di butuhkan tetapi tidak pula berlebih lebihan dan melampaui batas karena serakah. Yaitu dia mengambil dari bagiannya di dunia seukuran apa yg dia butuhkan dalam perjalananya menuju Alloh, walaupun ada di dalamnya perkara yg di suka jiwa selama hal itu bisa membantu jiwa dan menegakan haknya.

Dan sungguh al imam Sufyan Atsaury beliau di sebagian waktu kadang makan dari makanan yg diolah dari bahan makanan yg terbaik kwalitasnya. Dan beliau membawa dalam safarnya Alfaludaj( makanan istimewa sejenis puding dari bahan pilihan ).

Adalah Ibrohim bin Adham makan dari makanan makanan yg berkuwalitas baik pada sebagian waktu. Beliau mengatakan:
“Jika kami mendapati makanan yg berkuwalitas baik maka kami memakannya sebagaimana para tokoh terkemuka memakannya tapi jika tidak punya maka kami bersabar seperti paro tokoh terkemuka bersabar padanya”.

Dan lihatlah perjalanan sejarah Rosululloh Sholallohu alaihi wa sallam dan para sahabatnya. Beliau dan para sahabatnya tidak berlebihan dalam mengambil apa yg menjadi bagian mereka dan tidak pula mengurangi apa yg menjadi hak bagi jiwanya dari bagian dunia mereka.

Seyogyanya untuk memandang walaupun sepintas kepada bagian yg menjadi hak jiwa dari perkara yg disukai jiwa jikalau hal itu bisa menjadi penjaga bagi jiwanya , mengokohkan jiwanya dan memperbagus keadaan jiwanya serta menyemangati jiwanya kepada perkara kebaikan, akan tetapi kalau hal itu ditunaikan hanya untuk mengumbar syahwat dan tidak berkaitan dgn kebaikan yg telah di sebutkan, maka hal itu bagian dunia yg tercela yg seseorang hendaknya bersikap zuhud di dalamnya.   Wallohu a’lamu bishowab.

Sumber: MUHTASHOR MINHAJUL QOSIDIN (secara ringkas)

Alih bahasa: al ustadz abu ‘ukasyah al banjary

Sumber : Forum Salafy Banjarnegara

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s