Sukarnya pendakian ke surga dan mudahnya terperosok ke dalam neraka

قال الشيخ صالح الفوزان حفظه الله :

الجنة محفوفة بالمكاره تحتاج إلى قيام ليل، إلى صيام نهار، تحتاج إلى الجهاد في سبيل الله، تحتاج إلى مشاق الطاعة، وهي شاقة على النفوس فلابد أن يحمل الإنسان نفسه على المكاره التي هي في رضا الله سبحانه وتعالى حتى يصل إلى الجنة برحمة الله سبحانه وتعالى،

وكذلك النار محفوفة بالشهوات التي تميل إليها كثير من النفوس الشهوات المحرمة، شهوات اللهو واللعب، شهوات الزنا والسرقة وشرب الخمور وأكل الربا وغير ذلك،

الجنة ارتفاع تحتاج إلى ارتفاع وصعود وهذا يشق على النفوس، النار انحدار وسفول وهذا سهل على النفوس، الانحدار أسهل من الصعود،

فعلينا أن نتذكر هذا وأن نصبر على طاعة الله سبحانه وتعالى ومشاقها رجاء ثواب الله سبحانه وتعالى،

وأن نترك ما حرم الله من الذنوب والمعاصي خوفا من الله سبحانه وتعالى.

Berkata asy-Syaikh Shaleh al-Fauzan hafizhahullah:

“Surga itu diliputi dengan perkara-perkara yang dibenci. Butuh kepada shalat malam, puasa (di) siang (hari). Butuh kepada jihad di jalan Allah. Butuh kepada beratnya ketaatan. Taat itu berat pada jiwa. Maka, tidak bisa tidak untuk seseorang membawa jiwanya kepada perkara yang dibenci dalam rangka mengharapkan ridha Allah hingga dia bisa meraih surga dengan rahmat Allah subhanahu wa ta’ala.

Demikian pula neraka, diliputi dengan syahwat-syahwat (kesenangan) yang digandrungi oleh kebanyakan jiwa-jiwa manusia. Kesenangan-kesenangan yang terlarang. Kesenangan terhadap perkara yang sia-sia dan permainan. Kesenangan berzina, mencuri, minum minuman keras, makan riba dan sebagainya.

Surga itu meninggi, butuh naik dan mendaki. Dan hal ini berat atas jiwa. Neraka itu menurun dan rendah. Dan hal ini mudah bagi jiwa. Menurun lebih mudah daripada mendaki.

Maka sepantasnya bagi kita semua untuk menyadari akan hal ini. Dan hendaknya kita bersabar dalam mentaati Allah subhanahu wa ta’ala serta bersabar dalam menjalani beratnya ketaatan tersebut, dalam rangka mengharap pahala dari Allah subhanahu wa ta’ala.

Juga agar kita meninggalkan apa saja yang Allah haramkan berupa dosa dan kemaksiyatan dalam rangka takut kepada Allah subhanahu wa ta’ala”.

Selesai

Sumber : Majmu’at Manabirul Kitab was Sunnah

Alih Bahasa:
Al Ustadz Syafi’i Alaidrus Ngawi حفظه الله

Sumber : WA Ahlussunnah Ngawi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s