Masuk islam ketika bulan Ramadhan

Asy Syaikh Muhammad bin Sholeh Al Utsaimin rahimahullah

السؤال ٢٢

إذا أسلم رجل بعد مضى أيام من شهر رمضان فهل يطالب بصيام الأيام السابقة؟

الجواب ٢٢

هذا لا يطالب بصيام الأيام السابقة، لأنه كان كافرا فيها. والكافر لا يطالب بقضاء ما فاته من الأعمال الصالحة، لقول الله تعلى : (قُل لِّلَّذِيْنَ كَفَرُوا إِن يَنتَهُوا يُغْفَرْ لَهُم مَّا قَدْ سَلَفَ) {الأنفال: ٣٨ }

ولأن الناس كانوا يسلمون في عهد الرسول صلى الله عليه وسلم ولم يكن يأمرهم بقضاء ما فاتهم من صوم ، ولا صلاة ولا زكاة .ولكن لو أسلم في أثناء النهار فهل يلزمه الإمساك والقضاء؟ أو الإمساك دون القضاء؟ أو لا يلزمه إمساك ولا قضاء؟

في هذه المسألة خلاف بين أهل العلم ، والقول الراجح إنه يلزمه الإمساك دون القضاء ، فيلزمه الإمساك لأنه صار من أهل الوجوب ولا يلزمه القضاء ، لأنه قبل ذلك ليس من أهل الوجوب. فهو كالصبي إذا بلغ في أثناء النهار فإنه يلزمه الإمساك ولا يلزمه القضاء علي القول الراجح في هذه المسألة أيضًا .

ثمانية وأربعون سؤاﻻ في الصيام

ASY-SYAIKH DITANYA

Jika seseorang masuk Islam setelah berlalu darinya beberapa hari dari bulan Romadhon, apakah dia dituntut untuk mengganti puasa di hari-hari yang dia lewati sebelum masuk Islam?

ASY-SYAIKH MENJAWAB :

Orang ini tidak dituntut untuk berpuasa (mengganti puasanya-pent) di hari-hari yang telah dia lalui di bulan Romadhon tersebut karena ketika itu dia masih kafir. Dan orang kafir tidak diperintahkan atau dituntut untuk mengganti apa-apa yang luput darinya dari amalan-amalan shohih. Berdasarkan firman Alloh Ta’ala:

(قُل لِّلَّذِيْنَ كَفَرُوا إِن يَنتَهُوا يُغْفَرْ لَهُم مَّا قَدْ سَلَفَ) {الأنفال: ٣٨}

“Katakanlah kepada orang-orang kafir, jika mereka berhenti dari kekafirannya, pasti Alloh akan mengampuni mereka atas dosa-dosa mereka yang yelah lalu” {Al-Anfal: 38}

Juga karena para shahabat yang masuk Islam di zaman Nabi Shollallohu ‘Alaihi Wasallam, namun beliau tidak memerintahkan mereka untuk mengganti apa yang luput dari mereka, seperti puasa, sholat, dan zakat. Akan tetapi ketika seseorang masuk Islam di siang hari pada bulan Romadhon, Wajibkah baginya untuk berpuasa dalam waktu selebihnya (hingga terbenam matahari), dan mengganti puasanya pada hari tersebut? Ataukah dia hanya berpuasa dalam waktu selebihnya tanpa harus menggantinya? Atau tidak wajib baginya berpuasa pada waktu selebihnya, tetapi mengganti puasanya?

Dalam hal ini para ulama berbeda pendapat: Adapun pendapat yang kuat adalah wajib baginya untuk berpuasa pada waktunya yang tersisa, hingga matahari terbenam tanpa harus menggantinya. Diwajibkan baginya puasa karena dia telah menjadi orang yang diwajibkan puasa tetapi tidak diwajibkan menggantinya, karena sebelumnya dia bukan termasuk orang-orang yang diwajibkan berpuasa. Keadaannya sama seperti anak kecil, yang apabila dia telah baligh di siang hari (romadhon ), wajib baginya untuk melanjutkan puasanya dan tidak wajib baginya untuk mengganti, menurut pendapat yang kuat dalam masalah ini.

Sumber:
ثمانية وأربعون سؤاﻻ في الصيام

Alih Bahasa: Miqdad al-Ghifary hafizhahullaah.

Sumber : WA Riyadhul Jannah As-Salafy

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s