Waktu seorang muslim di bulan Ramadhan

ﻭﻗﺖ ﺍﻟﻤﺴﻠﻢ ﻓﻲ ﺭﻣﻀﺎﻥ

السؤال :

ﺣﻴﺎﺓ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﺗﻨﻘﻠﺐ ﺭﺃﺳﺎً ﻋﻠﻰ ﻋﻘﺐ ﻓﻲ ﺭﻣﻀﺎﻥ، ﻓﻴﺘﺤﻮﻝ ﺍﻟﻠﻴﻞ ﺇﻟﻰ ﻧﻬﺎﺭ، ﻭﺗﺒﻘﻰ ﺍﻷﺳﻮﺍﻕ ﻋﺎﻣﺮﺓ ﺑﺎﻟﻨﺎﺱ ﺣﺘﻰ ﺍﻟﻔﺠﺮ، ﻭﻓﻲ ﺍﻟﻨﻬﺎﺭ ﺗﻜﺎﺩ ﺗﺨﻠﻮ ﺍﻟﺸﻮﺍﺭﻉ ﻣﻦ ﺍﻟﻤﺎﺭﺓ، ﻭﻫﺬﺍ ﻳﺠﻌﻞ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﻓﻲ ﺣﻴﺎﺓ ﻣﺘﻐﻴﺮﺓ ﺗﻤﺎﻣﺎً، ﺣﺘﻰ ﺇﺫﺍ ﻣﺎ ﺍﻧﻘﻀﻰ ﺭﻣﻀﺎﻥ ﻣﻀﻰ ﻋﻠﻴﻬﻢ ﻓﺘﺮﺓ ﺣﺘﻰ ﻳﺘﻜﻴﻔﻮﺍ ﻣﻊ ﺍﻟﺤﻴﺎﺓ ﺍﻟﺠﺪﻳﺪﺓ ﺍﻟﻌﺎﺩﻳﺔ، ﻻ ﺑﺪ ﻟﺴﻤﺎﺣﺔ ﺍﻟﺸﻴﺦ ﻣﻦ ﺗﻮﺟﻴﻪ، ﻛﻴﻒ ﻳﻜﻮﻥ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﻓﻲ ﺭﻣﻀﺎﻥ ﺣﺘﻰ ﺗﺒﻘﻰ ﺣﻴﺎﺗﻬﻢ ﻣﺴﺘﻤﺮﺓ؟

الجواب :

ﺍﻟﺴﻨﺔ ﻓﻲ ﺭﻣﻀﺎﻥ ﻓﻲ ﺍﻟﻌﺸﺮﻳﻦ ﺍﻷﻭﻝ ﺃﻥ ﻳﻨﺎﻡ ﻭﻳﻘﻮﻡ، ﻳﺼﻠﻲ ﻣﺎ ﺗﻴﺴﺮ ﻭﻳﻨﺎﻡ، ﺃﻣﺎ ﺍﻟﺴﻬﺮ ﻓﻼ ﻭﺟﻪ ﻟﻪ، ﻓﻼ ﻳﻨﺒﻐﻲ ﺍﻟﺴﻬﺮ ﻳﻨﺒﻐﻲ ﺃﻥ ﻳﻨﺎﻡ ﻣﺎ ﺗﻴﺴﺮ ﺣﺘﻰ ﻳﺘﻘﻮﻯ ﺑﺬﻟﻚ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻌﻤﻞ ﺑﺎﻟﻨﻬﺎﺭ، ﻭﻋﻠﻰ ﺣﺎﺟﺎﺗﻪ، ﻭﻋﻠﻰ ﻋﻤﻠﻪ ﻭﻭﻇﻴﻔﺘﻪ، ﻓﻼ ﻳﻨﺒﻐﻲ ﺍﻟﺴﻬﺮ، ﻓﺎﻟﻤﺸﺮﻭﻉ ﺃﻥ ﻳﻨﺎﻡ ﺑﻌﺾ ﺍﻟﺸﻲﺀ ﻓﻲ ﺍﻟﻌﺸﺮﻳﻦ ﺍﻷﻭﻝ ﻭﻳﻘﻮﻡ .

ﺃﻣﺎ ﻓﻲ ﺍﻟﻌﺸﺮ ﺍﻷﺧﻴﺮﺓ ﻓﺎﻟﺴﻨﺔ ﻓﻴﻬﺎ ﺇﺣﻴﺎﺀ ﺍﻟﻠﻴﻞ ﻟﻤﻦ ﻗﺪﺭ ﺑﺎﻟﻌﺒﺎﺩﺓ ﻭﺍﻟﻘﺮﺍﺀﺓ ﻭﺍﻟﺼﻼﺓ ﻛﻤﺎ ﻛﺎﻥ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﻳﻔﻌﻞ – ﻋﻠﻴﻪ ﺍﻟﺼﻼﺓ ﻭﺍﻟﺴﻼﻡ – ، ﻗﺎﻟﺖ ﻋﺎﺋﺸﺔ – ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻬﺎ :- ‏( ﻛﺎﻥ ﺍﻟﺮﺳﻮﻝ – ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ – ﺇﺫﺍ ﺩﺧﻞ ﺍﻟﻌﺸﺮ ﺷﺪ ﻣﺌﺰﺭﻩ ﻭﺃﺣﻴﺎ ﻟﻴﻠﻪ ﻭﺃﻳﻘﺾ ﺃﻫﻠﻪ ‏) ﺷﺪ ﻣﺌﺰﺭﻩ : ﺃﻱ ﺷﻤﺮ ﻟﻠﻌﺒﺎﺩﺓ، ﻫﺬﺍ ﻫﻮ ﺍﻷﻓﻀﻞ ﻓﻲ ﺍﻟﻌﺸﺮ ﺍﻷﺧﻴﺮﺓ ﺇﺣﻴﺎﺀ ﺍﻟﻠﻴﻞ ﺑﺎﻟﻌﺒﺎﺩﺓ ﺑﺎﻟﻘﺮﺍﺀﺓ ﺑﺎﻟﺼﻼﺓ ﺑﺎﻟﺬﻛﺮ، ﺃﻣﺎ ﺍﻟﻌﺸﺮﻳﻦ ﺍﻷﻭﻝ ﻓﺎﻟﺴﻨﺔ ﻓﻴﻬﺎ ﺃﻥ ﻳﻨﺎﻡ ﻭﻳﻘﻮﻡ ﻛﻔﻌﻞ ﺍﻟﻨﺒﻲ – ﻋﻠﻴﻪ ﺍﻟﺼﻼﺓ ﻭﺍﻟﺴﻼﻡ – ، ﻭﺑﻬﺬﺍ ﺗﺼﻠﺢ ﺍﻷﻣﻮﺭ، ﻭﺑﻬﺬﺍ ﻳﻨﺸﻂ ﺍﻟﻤﺆﻣﻦ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻌﻤﻞ ﺑﺎﻟﻨﻬﺎﺭ ﻭﺗﻜﻮﻥ ﺣﻴﺎﺗﻪ ﺷﺒﻴﻬﺔ ﺑﺤﻴﺎﺗﻪ ﺍﻷﻭﻟﻰ،

ﺑﺨﻼﻑ ﺇﺫﺍ ﺳﻬﺮ ﺑﺎﻟﻠﻴﻞ ﻓﺈﻧﻪ ﺇﺫﺍ ﻗﺎﻡ ﻓﻲ ﺍﻟﻨﻬﺎﺭ ﺳﻘﻂ ﻓﻲ ﺍﻟﻐﺎﻟﺐ؛ ﻷﻥ ﺍﻹﻧﺴﺎﻥ ﺿﻌﻴﻒ ﻳﺤﺘﺎﺝ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﻨﻮﻡ، ﻛﻤﺎ ﻗﺎﻝ ﺍﻟﻠﻪ –ﻋﺰ ﻭﺟﻞ- :

ﻭَﺧُﻠِﻖَ ﺍﻹِﻧﺴَﺎﻥُ ﺿَﻌِﻴﻔًﺎ ‏[ ﺍﻟﻨﺴﺎﺀ 28 : ‏] ،

ﻭﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﻤﺴﺘﻌﺎﻥ .

http://www.binbaz.org.sa/node/18710

Pertanyaan:

Kehidupan manusia memusingkan/memberatkan kepala dalam mensikapi Ramadhan, menjadikan Malam seperti siang, pasar pasar tetap padat/ramai hingga fajar. Dan di siang hari jalan-jalan sepi dari kendaraan yang menjadikan manusia dalam kehidupan berubah hingga ketika Ramadhan pergi berlalu atas mereka kekosongan/kelemahan hingga mereka menyikapi kehidupan baru seperti biasanya. Maka kami meminta nasehat kepada Samahatusy Syaikh, bagaimana sikap yang benar di Bulan Ramadhan dalam kehidupan mereka agar tetap berjalan secara kontinyu ???

Jawaban:

Assunnah dalam 20 hari pertama di bulan Ramadhan hendaknya tidur dan bangun, sholat yang ringan dan tidur. Adapun begadang maka janganlah difokuskan, tidak sepantasnya begadang, yang pantas adalah tidur yang cukup agar dapat menguatkannya untuk beramal di siang hari, sesuai kebutuhannya dan fungsinya.

Adapun pada 10 hari terakhir ramadhan, maka disunnahkan untuk menghidupkan malam bagi yang mampu untuk beribadah, membaca al Qur’an, shalat sebagaimana yang beliau ‘alaihish shalatu wassalam lakukan, Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata : dahulu jika telah masuk 10 akhir ramadhan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menghidupkan malam beliau dan membangunkan keluarga beliau untuk beribadah. Dari sini diketahui 10 terakhir ramadhan lebih utama untuk digiatkan dalam beribadah adapun 20 hari pertama adalah tidur dan sholat seperti biasa yang dilakukan Nabi ‘alaihish shalatu wassalam, dengan perkara ini akan memperbaiki urusan urusan. Dengan menggiatkan beramal di siang hari maka seorang mukmin menjadikan hidupnya sama dengan kehidupan generasi awal (nabi dan para sahabat).

Sebaliknya jika begadang di malam hari maka pada siang hari kebanyakannya akan menjadi lemah tak bersemangat, karena manusia itu lemah butuh tidur sebagaimana firman Allah ‘azza wajalla : 

ﻭَﺧُﻠِﻖَ ﺍﻹِﻧﺴَﺎﻥُ ﺿَﻌِﻴﻔًﺎ ‏

“Dan diciptakan manusia dalam keadaan lemah” (an nisa 28)

wallahul musta’an

Abu Hanzholah-Syabab Ashhabus Sunnah

Sumber : WA Ashhabush Sunnah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s