Begadang di bulan Ramadhan dan tidur di siang harinya

Oleh Fadhilatusy Syaikh Al ‘Allamah Sholih bin Fawzaan Al-Fawzaan hafizhohullah waro’aahu:

ﺍﻟﺴﻬﺮ ﻓﻲ ﺭﻣﻀﺎﻥ ﻭﺍﻟﻨﻮﻡ ﺑﺎﻟﻨﻬﺎﺭ]

ﻟﻔﻀﻴﻠﺔ ﺍﻟﺸﻴﺦ ﺍﻟﻌﻼﻣﺔ / ﺻﺎﻟﺢ ﺑﻦ ﻓﻮﺯﺍﻥ ﺍﻟﻔﻮﺯﺍﻥ ﺣﻔﻈﻪ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺭﻋﺎﻩ :

¨¨¨¨¨¨¨¨¨¨¨¨¨¨¨¨¨¨

ﺍﻟﺴﺆﺍﻝ :

ﺑﺎﻟﻨﺴﺒﺔ – ﻓﻀﻴﻠﺔ ﺍﻟﺸﻴﺦ – ﻟﺒﻌﺾ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﻳﺴﻬﺮﻭﻥ ﺍﻟﻠﻴﺎﻟﻲ ﻓﻲ ﺭﻣﻀﺎﻥ ﻭﻳﻨﺎﻣﻮﻥ ﺍﻟﻨﻬﺎﺭ ﻭﻗﺪ ﻳﺘﺄﺧﺮﻭﻥ ﻋﻦ ﺍﻟﺼﻠﻮﺍﺕ ﻓﻲ ﻧﻬﺎﺭ ﺭﻣﻀﺎﻥ ﻫﻞ ﻟﻜﻢ ﻛﻠﻤﺔ ﺗﻮﺟﻴﻬﻴﺔ ﻟﻬﺆﻻﺀ ؟

الجواب :

ﻫﺆﻻﺀ ﺟﻤﻌﻮﺍ ﺑﻴﻦ ﺃﻣﺮﻳﻦ :

ﺍﻷﻣﺮ ﺍﻻﻭﻝ :

ﺃﻧﻬﻢ ﺿﻴﻌﻮﺍ ﺍﻟﻮﻗﺖ ﺍﻟﺜﻤﻴﻦ ﺍﻟﺬﻱ ﻛﺎﻥ ﺍﻟﻮﺍﺟﺐ ﻋﻠﻴﻬﻢ ﺃﻥ ﻳﺴﺘﻐﻠﻮﻩ ﻓﻴﻤﺎ ﻳﻨﻔﻌﻬﻢ ﻋﻨﺪ ﺍﻟﻠﻪ ﺳﺒﺤﺎﻧﻪ ﻭﺗﻌﺎﻟﻰ

ﺍﻟﺸﻲﺀ ﺍﻟﺜﺎﻧﻲ :

ﺃﻧﻬﻢ ﺍﺭﺗﻜﺒﻮﺍ ﻣﻌﺎﺻﻲ ﺃﻭ ﻛﺒﺎﺋﺮ ﻣﻦ ﻛﺒﺎﺋﺮ ﺍﻟﺬﻧﻮﺏ ﻭﺫﻟﻚ ﻷﻧﻬﻢ ﻳﻨﺎﻣﻮﻥ ﻋﻦ ﺍﻟﺼﻠﻮﺍﺕ ﻳﻨﺎﻣﻮﻥ ﻋﻦ ﺍﻟﺼﻠﻮﺍﺕ ﻭﻳﺆﺧﺮﻭﻧﻬﺎ ﻋﻦ ﻭﻗﺘﻬﺎ ﻭﻻ ﻳﺼﻠﻮﻥ ﻣﻊ ﺍﻟﺠﻤﺎﻋﺔ ﻓﻬﺬﻩ ﺍﻟﻤﻌﺎﺻﻲ ﻛﺒﺎﺋﺮ ﻣﻦ ﻛﺒﺎﺋﺮ ﺍﻟﺬﻧﻮﺏ ﻭﻻ ﺣﻮﻝ ﻭﻻ ﻗﻮﺓ ﺇﻻ ﺑﺎﻟﻠﻪ ﻭﺍﻟﻠﻴﻞ ﺟﻌﻠﻪ ﺍﻟﻠﻪ ﺳﻜﻨﺎ ﻭﺭﺍﺣﺔ ﻭﺟﻌﻞ ﺍﻟﻨﻬﺎﺭ ﻧﺸﻮﺭﺍ ﻭﻃﻠﺒﺎ ﻟﻠﺮﺯﻕ ﻓﻴﻨﺒﻐﻲ ﻟﻠﻤﺴﻠﻢ ﺃﻥ ﻳﺮﺗﺐ ﻧﻔﺴﻪ ﻋﻠﻰ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﻨﻤﻂ ﺍﻟﺸﺮﻋﻲ ﻓﻴﻨﺎﻡ ﺍﻟﻠﻴﻞ ﻭ ﻳﺸﺘﻐﻞ ﺑﺎﻟﻨﻬﺎﺭ ﺃﻭ ﻳﻨﺎﻡ ﻣﻦ ﺍﻟﻠﻴﻞ ﻣﺎ ﻳﻜﻔﻴﻪ ﻭﻳﺮﻳﺤﻪ ﻭﻳﻘﻮﻡ ﻓﻲ ﺁﺧﺮ ﺍﻟﻠﻴﻞ ﻭﻳﺼﻠﻲ ﻣﺎ ﺗﻴﺴﺮ ﻟﻪ ﻭﻳﻮﺗﺮ ﻭﻳﺘﺴﺤﺮ ﻭﺭﻣﻀﺎﻥ ﻳﺼﻮﻡ ﻭﻳﺼﻠﻲ ﺍﻟﻔﺠﺮ ﻣﻊ ﺍﻟﺠﻤﺎﻋﺔ ﺛﻢ ﺑﻌﺪ ﺍﻟﻔﺠﺮ ﻳﻘﺮﺃ ﺍﻟﻘﺮﺁﻥ ﻳﺸﺘﻐﻞ ﺑﺬﻛﺮ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﺰ ﻭﺟﻞ ﻭﻳﻨﺎﻡ ﻓﻲ ﺍﻟﻘﻴﻠﻮﻟﺔ ﻣﻦ ﺍﻟﻨﻬﺎﺭ ﻗﺒﻞ ﺍﻟﻈﻬﺮ ﺃﻭ ﻣﺎ ﺑﻌﺪ ﺍﻟﻈﻬﺮ ﺣﺴﺐ ﻇﺮﻭﻓﻪ ﻳﻨﺎﻡ ﺑﻌﺪ ﺍﻟﻈﻬﺮ ﻓﻲ ﺍﻟﻘﻴﻠﻮﻟﺔ ﻣﻦ ﻭﺳﻂ ﺍﻟﻨﻬﺎﺭ ﺛﻢ ﻳﺴﺘﻴﻘﻆ ﻟﺼﻼﺓ ﺍﻟﻌﺼﺮ ﻭﻳﺠﻠﺲ ﺑﻌﺪﻫﺎ ﻟﺬﻛﺮ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﻟﺘﻼﻭﺓ ﺍﻟﻘﺮﺁﻥ ﺛﻢ ﻳﻔﻄﺮ ﺇﺫﺍ ﻏﺮﺑﺖ ﺍﻟﺸﻤﺲ ﺛﻢ ﻳﺼﻠﻲ ﺍﻟﻤﻐﺮﺏ ﻣﻊ ﺍﻟﻤﺴﻠﻤﻴﻦ ﺛﻢ ﻳﺼﻠﻲ ﺍﻟﻌﺸﺎﺀ ﻭﻳﺼﻠﻲ ﺍﻟﺘﺮﺍﻭﻳﺢ ﺛﻢ ﻳﻨﺎﻡ ﺑﻌﺪ ﺫﻟﻚ ﺃﻭ ﻳﺸﺘﻐﻞ ﺑﺸﻐﻞ ﻣﺒﺎﺡ ﻭﻟﻜﻨﻪ ﻻ ﻳﻜﺜﺮ ﻣﻦ ﺍﻟﺸﻐﻞ ﻓﻲ ﺍﻟﻠﻴﻞ ﺑﻞ ﻳﺠﻌﻞ ﻟﻠﻨﻮﻡ ﺣﻈﺎ ﻛﺎﻓﻴﺎ ﺣﺘﻰ ﻳﺴﺘﺮﻳﺢ ﺣﺘﻰ ﻳﺴﺘﻌﺪ ﻻﺳﺘﻘﺒﺎﻝ ﺍﻟﻨﻬﺎﺭ ﻭﺍﺳﺘﻘﺒﺎﻝ ﺍﻟﺼﻴﺎﻡ .

ﻟﺴﻤﺎﻉ ﺍﻟﺼﻮﺗﻴﺔ :

http://www.alfawzan.af.org.sa/print/7422

Pertanyaan:

🌗 Fadhilatus Syaikh- berkaitan dengan sebagian manusia yang begadang malam hari di bulan Ramadhan dan tidur di siang harinya sehingga terlambat menunaikan sholat sholat di siang Ramadhan. Apa nasehat Anda kepada mereka?

Jawab:

Mereka ini mengumpulkan 2 perkara:

1). Bahwa mereka menyia-nyiakan waktu yang berharga yang diwajibkan kepada mereka untuk menyibukkan dengan hal-hal yang bermanfaat.

2). Bahwa mereka berkubang kemaksiatan atau salah satu dari dosa-dosa besar yang demikian itu karena mereka tidur dari sholat-sholat dan terlambat menunaikan secara berjamaah dan hal ini adalah maksiat berat termasuk dari dosa besar, laa hawla wa laa quwwata illa billah. Dan malam hari Allah jadikan ketenangan dan istirahat dan siang hari untuk menyebar mencari rizki, maka seorang muslim sepantasnya untuk membiasakan hal yang syar’i ini. Maka tidurlah di malam hari dan beraktivitas di siang hari atau tidurlah secukupnya dan betistirahatlah, kemudian bangun di akhir malam untuk sholat tahajjud dengan ringan dan witir, lalu bersahur untuk puasa esok hari, lalu sholat shubuh berjamaah dan setelah shubuh membaca al-qur’an menyibukkan diri dengan dzikir kepada Allah lalu tidur sebentar sebelum zhuhur atau setelah zhuhur kemudian bangun untuk sholat ‘ashar berjamaah. Setelah itu bermajlis untuk berdzikir kepada Allah dan membaca Al-Qur’an lalu berbuka puasa pada saat matahari terbenam lalu sholat maghrib bersama kaum muslimin lalu sholat isya dan sholat tarawih lalu tidur setelah itu atau beraktivitas dengan hal-hal mubah tetapi tidak berlebihan bahkan jadikan untuk tidur dengan porsi yang cukup hingga beristirahat untuk persiapan siang hari dan menyongsong puasa esok hari

―――――――――――

Syabab Ashhabus Sunnah-Abu Hanzholah©

Sumber : http://www.ittibaus-sunnah.net

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s