Ahlul bid’ah adzabnya lebih dahsyat daripada pelaku maksiat

Fadhilatusy Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan حفظه اللّٰه

السؤال:

أيهما أش  عذابا: العصاة أم المبتدعة؟

الجواب:

المبتدعة أشد؛ لأن البدعة أشد من المعصية، والبدعة أحب إلى الشيطان من المعصية؛ لأن المعاصي يتوب، أما المبتدع فقليلاً ما يتوب؛ لأنه يظن أنه على حق، بخلاف المعاصي؛ فإنه يعلم أنه عاصٍ، وأنه مرتكب لمعصية.

أما المبتدع فإنه يري أنه مطيع، وأنه على طاعة؛ فلذلك صارت -والعياذ باللّٰه- شرّاً من المعصية.

ولذلك يحذر السلف من مجالسة المبتدعة؛ لأنهم يؤثِّرون على من جالسهم، وخطرهم شديد.

لا شك أن البدعة شر من المعصية، وخطر المبتدع أشد على الناس من خطر العاصي.

ولهذا قال السلف: ((اقتصاد في سنة خير من اجتهاد في بدعة)).

📁 المصدر:
الأجوبة المفيدة عن أسئلة المناهج الجديدة السؤال الخامس (٥) ص. ٢٦-٢٧

Pertanyaan:

Manakah yang lebih dahsyat adzabnya: orang yang berbuat maksiat atau ahlul bid’ah?

Jawaban:

Mubtadi’ lebih dahsyat adzabnya, karena bid’ah lebih berbahaya daripada maksiat, demikian pula bid’ah lebih dicintai syaithan daripada maksiat, karena orang yang berbuat maksiat terkadang bertaubat, adapun ahlul bid’ah sangat jarang ia bertaubat, karena dia menyangka bahwa dirinya di atas kebenaran, berbeda dengan orang yang berbuat maksiat, dia mengetahui bahwa dirinya adalah orang yang berbuat maksiat, dan tengah melakukan kemaksiatan.

Adapun mubtadi’ (ahlul bid’ah) dia menyangka kalau dirinya adalah orang yang taat dan tengah berada di atas ketaatan. Oleh karena itulah jadilah bid’ah -wal ‘iyadzubillah- lebih jelek dari maksiat.

⚠✔ Oleh karena itu pula salafus shalih mentahdzir (memperingatkan) dan melarang duduk dengan ahlul bid’ah, karena mereka bisa mempengaruhi teman duduknya dan bahaya mereka sangat besar.

Oleh karena itulah tidak diragukan lagi bahwa bid’ah lebih jelek dari maksiat, dan bahaya ahlul bid’ah lebih besar atas manusia daripada bahayanya orang berbuat maksiat.

Karena itulah, ‘ulama salaf mengatakan:

((اقتصاد في سنة خير من اجتهاد في بدعة))

“Sederhana dalam sunnah itu lebih baik daripada bersungguh-sungguh dalam bid’ah”.

Sumber: Al-Ajwibah Al-Mufidah ‘an As-‘ilatil Manahijil Jadidah, soal ke- 5, hlm. 26-27.

Syabab Riyadhul Jannah As-Salafy

WA Riyadhul Jannah As-Salafy

Iklan

2 pemikiran pada “Ahlul bid’ah adzabnya lebih dahsyat daripada pelaku maksiat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s