Hukum Melafadzkan Niat

Niat Tempatnya di Hati, tidak disyariatkan melafadzkannya

Tidak Ada Dalil yang Shohih dari Ucapan atau Perbuatan Nabi maupun para Sahabatnya yang Menunjukkan bahwa Sebelum Melakukan Wudhu, Sholat, Puasa Melafadzkan Niat terlebih Dahulu.

Seperti Ucapan : Usholli… atau Nawaitu…dan semisalnya.

Di antara Dalil yang Menunjukkan ini adalah Hadits :

إِذَا قُمْتَ إِلَى الصَّلَاةِ فَأَسْبِغْ الْوُضُوءَ ثُمَّ اسْتَقْبِلْ الْقِبْلَةَ فَكَبِّرْ

Jika Engkau akan Melakukan Sholat maka Sempurnakanlah Berwudlu kemudian Menghadaplah Kiblat kemudian Bertakbirlah.
(H.R alBukhari dan Muslim).

Dalam Lafadz yang lain Beliau Bersabda :

إِذَا قُمْتَ إِلَى الصَّلاَةِ فَكَبِّرْ

Jika engkau Berdiri untuk Melakukan Sholat maka Bertakbirlah…(H.R Bukhari-Muslim).

Jelas Sekali dalam Hadits-hadits tersebut Nabi Shollallaahu Alaihi Wasallam Tidak Menyuruh Seseorang untuk Mengucapkan Niat sebelum Bertakbir dalam Sholat.

Dikutip dari Buku ” 40 HADITS PEGANGAN HIDUP MUSLIM
(Syarh Arbain anNawawiyah) ”

Al Ustadz Abu Utsman Kharisman Hafidzahullah.

Iklan

Satu pemikiran pada “Hukum Melafadzkan Niat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s