Hukum Memanfaatkan Harta Ayah yang Bersumber dari Penghasilan yang Haram

Pertanyaan:

Wahai Fadhilatusy Syaikh, ada seseorang yang mengetahui bahwa sumber penghasilan ayahnya adalah dari yang haram. Apakah boleh baginya memakan makanan (dari) ayahnya? Jika ia tidak memakan makanan (dari) ayahnya, apakah hal itu termasuk sikap durhaka (pada orangtua)?

Jawaban Syaikh Ibn Utsaimin rahimahullah :

Seseorang yang mengetahui bahwa harta ayahnya haram, jika secara dzatnya haram, misalkan ia mengetahui bahwa ayahnya mencuri harta ini dari seseorang, maka ia tidak boleh memakannya. Jika engkau mengetahui bahwa ayahmu mencuri seekor kambing kemudian menyembelihnya, janganlah memakan (daging kambing tersebut). Jangan didatangi undangannya.

Adapun jika keharaman itu berasal dari penghasilannya, seperti jika dia (bermuamalah) riba, menipu, atau yang semisal itu, maka makanlah. Dosanya untuk dia (ayahmu). Dalilnya adalah bahwasanya Nabi shollallahu alaihi wasallam memakan harta dari Yahudi padahal mereka sudah dikenal luas suka mengambil riba dan memakan (harta) yang haram.
Seorang wanita Yahudi menghadiahkan seekor kambing di Khaibar, yang telah diberi racun untuk membuat beliau meninggal, akan tetapi Allah menjaga beliau dari hal itu, hingga waktu yang ditentukan.

Ada seorang Yahudi yang mengundang beliau untuk makan roti gandum dan lemak cair yg sudah berubah baunya, Nabi mendatangi undangan dan makan. Beliau juga membeli makanan dari orang Yahudi untuk keluarga beliau, dan dimakan oleh beliau dan keluarganya.

Maka hendaknya dia makan (makanan dari ayahnya itu), sedangkan dosanya untuk ayahnya

(Liqoo’ al-Baab al-Maftuuh (13/188))

Teks Asli

السؤال : رجلٌ علم أن مصدر أموال أبيه من الحرام، فهل يأكل من طعام أبيه؟ وإذا لم يأكل من طعام أبيه فهل يكون ذلك من العقوق ؟

فأجاب رحمه الله : “الرجل الذي علم أن مال أبيه من الحرام إن كان حراماً بعينه، بمعنى: أنه يعلم أن أباه سرق هذا المال من شخص فلا يجوز أن يأكله، لو علمت أن أباك سرق هذه الشاة وذبحها فلا تأكل، ولا تُجِبْ دعوته ، أما إذا كان الحرام من كسبه يعني: أنه هو يرابي أو يعامل بالغش أو ما يشابه ذلك ، فكل ، والإثم عليه هو .

، ودليل هذا: أن النبي صلى الله عليه وعلى آله وسلم أكل من مال اليهود وهم معروفون بأخذ الربا وأكل السحت، أهدت إليه يهودية شاةً في خيبر مسمومة ليموت ، ولكن الله عصمه من ذلك إلى أجلٍ مسمى . ودعاه يهودي إلى خبز شعير وإهالة سنخة (أي : دهن متغير الرائحة) فأجابه وأكل ، واشترى من يهودي طعاماً لأهله وأكله هو وأهله ، فليأكل والإثم على والده ”  “لقاء الباب المفتوح” (188/13) .

Penerjemah: Abu Utsman Kharisman

WA al-I’tishom

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s