Keutamaan Hari Jum’at

Rasulullah shallahu-alaihi-wasallam bersabda :

إن الله يبعث الأيام يوم القيامة على هيئتها ويبعث الجمعة زهراء منيرة لأهلها فيحفون بها كالعروس تهدى إلى كريمها تضيء لهم يمشون في ضوئها
ألوانهم كالثلج بياضا
رياحهم تسطع كالمسك
يخوضون في جبال الكافور
ينظر إليهم الثقلان ما يطرقون تعجبا حتى يدخلوا الجنة لا يخالطهم أحد إلا المؤذنون المحتسبون

” Sesungguhnya Allah Ta’ala membangkitkan hari-hari pada hari kiamat sesuai bentuk-bentuknya, dan membangkitkan hari Jum’at dengan penuh sinar cerah, terang benderang bagi yang mengindahkannya. Lalu mereka bersinar dengannya seperti para pengantin, yang menunjukkan akan kemuliannya, yang menyinari mereka ketika mereka berjalan di bawah sinarannya.

Warna kulit-kulit mereka seperti salju yang sangat putih,
Wangi aroma mereka semerbak seperti misik, mereka saling berbincang-bincang di gunung-gunung kaafura (campuran minuman penduduk al-Jannah).

Jin dan manusia melihat mereka dan tidak mampu memulai pembicaran karena takjub, sampai mereka masuk al-Jannah. Tidak ada yang bercampur baur dengan mereka kecuali para muaddzin yang mengharapkan pahala dari Allah Ta’ala.”

Shahih al-Jami no 1872

Rasulullah shallahu-alaihi-wasallam bersabda :
أضل اللهُ عن الجمعة مَن كان قبلنا
فكان لليهود يوم السبت
وكان للنصارى يوم الأحد
فجاء الله بنا فهدانا الله ليوم الجمعة
فجعل الجمعة والسبت والأحد وكذلك هم تبع لنا يوم القيامة
نحن الآخرون من أهل الدنيا
والأولون يوم القيامة المقضي لهم قبل الخلائق

“Allah Ta’ala telah sesatkan dari hari Jum’at orang-orang sebelum kita. Maka untuk orang-orang Yahudi hari Sabtu, dan untuk orang-orang Nasrani hari Ahad. Lalu Allah datangkan kita (kaum muslimin), Allah tunjukkan kita kepada hari Jum’at.

Maka Allah menjadikan Jum’at, kemudian Sabtu, kemudian Ahad. Mereka juga kelak dibelakang kita pada hari kiamat.
Kita adalah generasi terakhir dari penduduk dunia, namun yang pertama yang diselesaikan urusannya sebelum seluruh makhluk.”

HR. Muslim 856

Rasulullah shallahu-alaihi-wasallam bersabda :

لا تطلعُ الشمسُ ولا تغربُ على يوم أفضلَ من يوم الجمعة
“Tidaklah Matahari terbit dan tidak pula terbenam pada suatu hari, yang lebih utama dari pada hari Jum’at”.

Shahih al-Mawarid 459

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata:

يوم الجمعة يوم عبادة
وهو في الأيام كشهر رمضان في الشهور
وساعة الإجابة فيه كـ ليلة القدر في رمضان

“Hari Jum’at adalah hari ibadah. Kedudukan hari Jum’at di antara hari-hari lainnya seperti kedudukan bulan Ramadhan di antara bulan-bulan lainnya.
Dan satu waktu yang dikabulkan doa padanya bagaikan malam Lailatul Qadr pada bulan Ramadhan.”

Zaadu al-Ma’aad juz 1, hal 398

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata :
رسول الله ﷺ سيدُ الأنام
ويوم الجمعة سيد الأيام
فللصلاة عليه في هذا اليوم مزية ليست لغيره
Rasulullah shallahu-alaihi-wasallam adalah pemimpin makhluk. Sedangjan hari Jum’at adalah pemimpin hari-hari.
Maka bershalawat kepada beliau pada hari ini memiliki keistimewaan yang tidak ada pada selainnya.”

Zaadu al-Ma’aad juz 1, hal 376

اللهم صل على محمد وعلى آل محمد كما صليت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم وبارك على محمد وعلى آل محمد كما باركت على آل إبراهيم في العالمين إنك حميد مجيد.

Sumber : http://www.manhajul-anbiya.net

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s