ISIS bukan berasal dari dakwah Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab

Ditulis oleh Syaikh Abu ‘Ammar ‘Ali Bin Husain Al Hudzaify حفظه اللّٰه

Adapun ucapan mereka :

“Sesungguhnya dakwah Muhammad Bin Abdil Wahhab telah melahirkan kelompok Da’isy (ISIS) dan yang semisalnya”.

Maka jawaban kita dari tuduhan dusta tersebut ialah bahwa Dakwah Syaikh Muhammad Bin Abdil Wahhab berbeda dengan apa yang dilakukan oleh jaringan Da’isy (ISIS) teroris, dan itu nampak dari beberapa sisi :

1. Bahwasanya Jazirah Arab yang merupakan tempat dakwah Syaikh Muhammad Bin Abdil Wahhab TIDAKLAH MELAHIRKAN PEMIKIRAN TAKFIR selama kurang lebih tiga abad..

Seandainya apa yang mereka ucapkan itu benar niscaya bumi Jazirah Arab menjadi sumber Da’isy (ISIS) dan sekte-sekte berpemikiran takfir di sepanjang tiga abad ini dengan keluarnya Khowarij dari waktu ke waktu.

Namun kita dapati bahwa sumber jaringan-jaringan berpemikiran takfir adalah bumi Mesir, bumi Iraq, Syam dan Yaman dan selain tempat tersebut dari tempat-tempat yang menyebar disana dakwah kelompok Ikhwanul Muslimin dan cabang-cabangnya, dan kita dapati bahwa bumi Haromain (Makkah dan Madinah) merupakan bumi ilmu dan ulama’ di sepanjang tiga abad lamanya.

Maka bagaimana mungkin bumi Mesir, Irak, Syam dan Yaman dan selain tempat tersebut melahirkan jaringan-jaringan terorisme dengan dugaan bahwa jaringan-jaringan terorisme tersebut terpengaruh dengan Dakwah Syaikh Muhammad Bin Abdil Wahhab, sementara bumi Haromain yang merupakan sumber dakwah Syaikh Muhammad Bin Abdil Wahhab TIDAK melahirkan jaringan-jaringan terorisme tersebut ?!

2. Bagaimana mungkin dakwah Syaikh Muhammad Bin Abdil Wahhab melahirkan jaringan Da’isy (ISIS) padahal kita melihat bahwa orang-orang yang berdiri menghadapi (melawan) jaringan terorisme ini adalah para da’i-da’i tauhid dan tentara-tentaranya yang setia dari kalangan anak-anak madrosah Syaikh Muhammad Bin Abdil Wahhab dan orang-orang yang terpengaruh dengan dakwahnya ?!

Kita semua mengetahui bahwa Kerajaan Saudi Arabia-yang tegak di atas asas-asas Dakwah Tauhid-memerangi terorisme dengan jujur, dan membelanjakan anggaran yang besar untuk memerangi terorisme bahkan Kerajaan tersebut termasuk negara terdepan yang berdiri dengan sungguh-sungguh dan teguh dalam menghadapi jaringan-jaringan terorisme ini yang mana islam berlepas diri dari jalan dan perbuatan-perbuatannya.

3. Bahwasanya Madrosah Syaikh Muhammad Bin Abdil Wahhab berdiri di atas baiat terhadap para penguasa di bumi Haromain (KSA) dan tulus dalam melakukan baiat tersebut serta menetapi jama’ah mereka.

4. Bahwasanya para pembesar jaringan-jaringan terorisme ini dan para da’i yang mengajak kepada pemikiran takfir ini menuduh Madrosah Syaikh Muhammad Bin Abdil Wahhab dengan tuduhan Murji’ah dan menuduh mereka dengan sifat yang paling keji dikarenakan mereka meyakini tentang wajibnya MENDENGAR DAN MENTAATI PENGUASA, maka ini menunjukkan adanya perbedaan yang besar antara Madrosah Syaikh Muhammad Bin Abdil Wahhab yang meyakini wajibnya mendengar dan mentaati penguasa dengan Madrosah-madrosah berpemikiran Takfir.

5. Penelitian-penelitian ilmiyyah telah menetapkan bahwa yang melindungi jaringan-jaringan terorisme ini dan menyediakan bantuan pangan terhadapnya serta membantunya dengan anggaran dana yang besar adalah musuh-musuh tauhid seperti Iran yang telah melahirkan KAUM HUTSIYYUN di YAMAN dan dan melahirkan apa yang disebut HIZBULLAH di LEBANON dan semisal itu pula di BAHRAIN dan selainnya serta mengatur pergerakan jaringan ISIS dan mempekerjakannya dalam rangka melayaninya dan melaksanakan rencana-rencananya di Jazirah Arab dan selainnya, semua itu dalam rangka membuat huru-hara di tempat-tempat tersebut.

Dan Agenda orang-orang kafir punya andil dalam pembentukan jaringan Da’isy (ISIS) atau dalam melindunginya dan menyediakan pangan untuknya dalam rangka bekerja sama dalam menguasai negeri-negeri kaum Muslimin dan memperburuk citra Dakwah Syaikh Muhammad Bin Abdil Wahhab yang murni.

6. Bahkan MUSUH – MUSUH Dakwah Syaikh Muhammad Bin Abdil Wahhab رحمه اللّٰه MEREKALAH yang mengkafirkan keumuman kaum muslimin.

Maka Iran dan para pengikutnya dari kalangan Rofidhoh mengkafirkan negeri-negeri kaum Muslimin secara umum dan mereka tidak memandang adanya negara yang syar’i kecuali negara IRAN dan orang-orang yang mengikutinya.

Oleh karena inilah mereka menyodorkan revolusi mereka kepada keumuman negeri-negeri kaum muslimin, dan tidaklah kegoncangan-kegoncangan serta kekacauan yang ditimbulkan oleh IRAN melainkan disebabkan revolusi yang mereka cetuskan.

Maka pemikiran takfir yang sesungguhnya ada pada musuh-musuh dakwah tauhid dari kalangan Quburiyyin Rofidhoh, adapun kaum Shufiyyah maka kita tidak mendapati mereka memiliki sikap yang mulia dari kekacauan yang ditimbulkan oleh Iran ini, dan ini tidaklah aneh dikarenakan tasawwuf merupakan pintu masuk menuju pemikiran tasyayyu’ (syi’ah).

Jika mereka (kaum Shufiyyah) jujur dalam memerangi pemikiran takfir dan terorisme maka hendaklah mereka menampakkan kepada kita sikap yang mulia dari pemikiran takfir yang berjalan di atasnya kaum Rofidhoh ini.

Sumber : Risalah yang berjudul “Firyah Li A’daa-it Tauhid Wal Jawabu ‘Anha”.

tlgrm.me/dinulqoyyim

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s